Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Tuesday, December 3, 2019

212 : Fajar Kebangkitan Islam


Oleh: Al Azizy Revolusi
(Founder Komunitas @remajapejuangislam - KOREAPI)

212 adalah sejarah bagi bangsa ini. Gerakan 212 berakar dari spirit kesadaran untuk membela Islam dari berbagai penistaan dan kezoliman. Gerakan 212 adalah awal kebangkitan umat Islam dari berbagai penindasan dan penjajahan atas negeri ini. Gerakan 212 adalah upaya sadar untuk menjadi pejuang Islam, bukan menjadi pengkhianat agama. Karena itu, gerakan 212 hanya demi Islam, bukan demi kursi kekuasaan. Gerakan 212 berdiri tegak sebagai oposisi ideologis atas hegemoni ideologi kapitalisme dan komunisme.
Masih lekat dalam ingatan akan Aksi 212 yang pertama tahun 2016. Jutaan umat Islam dengan tertib berorasi menuntut keadilan terhadap penista Al Qur’an yang saat itu masih menjabat Gubernur Jakarta.

Tak akan pernah lekang dalam benak, aksi heroik santri-santri Ciamis yang melakukan longmarch karena keberangkatan mereka menggunakan alat transportasi dipersulit aparat. Aksi mereka menginspirasi ribuan Muslim lainnya untuk melakukan aksi serupa tatkala aparat kepolisian menghalang-halangi kedatangan mereka ke Jakarta. Aksi mereka menumbuhkan solidaritas umat Islam di sepanjang perjalanan menuju Jakarta. Ya, ibu-ibu dan bapak-bapak yang tidak bisa turut serta, mereka berebut untuk memberikan satu dua bungkus nasi, satu dua gelas air kemasan kepada peserta aksi. Mereka pun ingin juga dicatat sebagai Muslim yang membela Islam.

Momen 212 adalah aksi heroik umat Islam membela kemuliaan Al Qur’an, Islam, dan ulama. Adalah wajar jika para alumni 212 tidak ingin aksi 3 tahun lalu menjadi legenda. Maka reuni alumni 212 ini menjadi agenda tahunan. Selain sebagai ajang silaturahmi memperkokoh ukhuwah Islamiyyah juga menjadi sarana memperkuat visi dan misi keumatan.

Jika tahun 2016 aksi bela islam III 212 didasari karena penghinaan al Quran yang dilakukan oleh Ahok maka reuni alumni 212 berikutnya, yakni 2017, umat Islam sepakat bahwa 2 kalimat syahadat, 1 solusi Khilafah, 2 bendera al-liwa ar-rayah. Reuni alumni 212 bukan karena tujuan politik pragmatis yang dijadikan kanal politis untuk menebar bualan janji politik. Melainkan melakukan penyadaran politik yang sesungguhnya, yakni mengurusi urusan rakyat sepenuh jiwa raga.

Reuni aksi 212 tahun ini pun berlangsung sukses dengan kibaran bendera tauhid. Panji Islam raksasa berwarna hitam bertulis dua kalimat syahadat berkeliling menyapa peserta aksi. Mereka bangkit menunjukkan kecintaan mereka terhadap bendera bertuliskan kalimat tauhid itu. Kalimat yang membuat mereka menjadi Mukmin dan selamat dari kekufuran. Gambaran ukhuwah Islamiyyah demikian nyata. Kerinduan akan persatuan umat membuncah. Seolah terjawab pada setiap aksi 212.

Jutaan umat Islam yang bersatu dalam gerakan 212 membawa spirit tauhid dan amar ma’ruf nahi munkar. Sebab umat Islam diberikan predikat sebagai umat terbaik oleh Allah. “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”. (QS. Ali Imran: 110)

Energi penggerak 212 hanyalah keimanan dan ketundukan kepada Allah, bukan karena dibayar oleh manusia. Pedomannya adalah Al Qur’an, cita-citanya adalah tegaknya Islam di negeri ini. Sebab Islam merupakan agama yang realistik, yang membuktikan bahwa larangan dan nasehat saja tidak cukup. Juga membuktikan, agama ini tidak akan tegak tanpa negara dan kekuasaan. Agama Islam adalah manhaj atau sistem yang menjadi dasar kehidupan  praktis manusia, bukan hanya perasaan emosional (wijdani) yang tersemat dalam hati, tanpa kekuasaan, perundang-undangan, manhaj yang spesifik dan konstitusi yang jelas.

212 adalah gerakan dakwah dan politik Islam, bergerak untuk perbaikan negeri ini menjadi negeri yang diridhoi Allah. Indonesia adalah milik Allah yang harus diatur dengan aturan Allah. Kita berharap 212 tahun depan teriakan KHILAFAH membahana seantero nusantara. Dan Monas akan menjadi saksi pembaitan Khalifah yang selama ini dirindukan siapa saja. Satu teriakan yang mengguncang pusat kapitalisme dunia.

Akhirnya semoga gelombang kesadaran dan kebangkitan Islam melalui gerakan 212 makin kuat dan istiqomah di atas jalan perjuangan Islam. Belajar dari kekalahan perang Uhud, gerakan 212 harus disterilakan dari kaum munafik yang mengkhianati perjuangan Islam.
Tetaplah berjuang, berkorban dan bergerak demi tegaknya Islam semata. Berdirilah dengan penuh keyakinan dan keberanian menghadapi penjajahan ideologi kapitalisme dan komunisme yang didukung para antek dan pengkhianat. Dan 212 yang akan datang adalah fajar kebangkitan Islam dan Khilafah. In syaa Allah. Aamin yaa Rabbal 'alamin.[]

No comments:

Post a Comment

Adbox