Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Kamis, 14 November 2019

REDUKSI KATA 'KHILAFAH', PRIMADONA PROPAGANDA ISLAMOFOBIA



Oleh: Ika Mawarningtyas
Analis Muslimah Voice

Kabar yang cukup mengagetkan datang dari laman cnnindonesia[dot]com di tanggal cantik 11/11/2019. Laman tersebut mengabarkan tentang upaya Kementerian Agama (Kemenag) merombak 155 judul buku pelajaran agama yang kontennya dianggap bermasalah, termasuk soal khilafah. Perombakan dilakukan untuk seluruh buku pelajaran agama mulai dari kelas 1 sekolah dasar hingga kelas 12 sekolah menengah atas. Hal tersebut dilakukan karena ada anggapan bahwa Khilafah radikal,tidak dapat diterapkan di Indonesia,  dan memecah belah bangsa.

Beberapa catatan penting yang perlu dikritisi terhadap langkah Kemenag sebagai berikut;

Pertama, mereduksi kata Khilafah adalah bukti bahwa negeri ini masih mengidap Islamofobia akut. Berdasarkan hadist di bawah ini, kembalinya Khilafah min hajin nubuwwah(sesuai metode kenabian) yang kedua adalah janji Allah SWT.

"Setelah itu akan terulang kembali periode khilafah ‘ala minhaj nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw diam.” (HR Ahmad; Shahih).

Dalam hadist di atas Khilafah pasti akan kembali, tapi tidak dijelaskan kapan dan dimana. Kenapa seolah penguasa 'baper'(bawa perasaan) dan GR(bahasa jawa: kegeden rumongso) kalau Khilafah akan tegak di Indonesia? Sampai mengatakan bahwa Khilafah tidak cocok dan tertolak di negeri ini.

Khilafah ajaran Islam dan janji Allah SWT. Jadi, akan kembali kapan dan dimana adalah rahasia Illahi yang tidak bisa kita tolak dan ingkari.

Kedua, mereduksi kata 'Khilafah' termasuk upaya menyembunyikan bagian dari ajaran Islam. Padahal di dalam Islam dijelaskan bahwa kita harus masuk ke dalam Islam secara kaffah(totalitas) sebagaimana termaktub dalam surat Al Baqarah 208. Oleh karenanya, mengkaji Islam pun juga harus totalitas, kenapa khusus Khilafah ajaran Islam seolah ditutupi keagungan dan kemuliaan ajaran dan sejarahnya?

Ketiga, hanya akan membuat barat penjajah Kapitalisme kegirangan. Bagaimana tidak? Hanya ideologi Kapitalisme Sekuler di bawah naungan negara barat penjajah yang ketakutan dan gemetar luar biasa jika Khilafah yang dijanjikan Allah SWT kembali menaungi dunia. Karena segala kezaliman dan kerakusan mereka akan dihentikan.

Keempat, revisi ajaran Islam nan agung dan mulia adalah tindakan sia-sia. Karena penjaga dinnul Islam ini adalah Allah Yang Maha Kuat dan Kuasa. Apalah kita berani melawan titah Illahi? Apalah kita berani menyembunyikan bagian ajaran Islam tersebut?

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

يُرِيدُونَ لِيُطۡفِـُٔواْ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفۡوَٲهِهِمۡ وَٱللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِۦ وَلَوۡ ڪَرِهَ ٱلۡكَـٰفِرُونَ

Artinya : “Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.” (Q.S. Ash-Shaff [61] : 8).

Walhasil segala daya upaya untuk mereduksi kata 'khilafah' hanya akan membuat penyesalan dunia akhirat. Karena, Al Khaliq Al Mudabbir Al Malik Al Jabar sedang berada di hadapan mereka para penghambat dakwah Islam. Kebenaran akan menang, kebathilan akan lenyap, sebagaimana firman Allah yang ada dalam ayat di bawah ini:

وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا (80) وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا (81)
"Dan katakanlah: ‘Ya Rabbku, masukkanlah aku dengan masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku dengan keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong. (QS. 17:80) Dan katakanlah: ‘Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap.’ Sesungguhnya yang bathil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. (QS. 17:81)” (Al-Israa’: 80-81).[]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox