Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Thursday, November 14, 2019

RABIUL AWAL: MAULID NABI, MAULID DAULAH MADINAH DAN WARISAN KHILAFAH



Oleh: Wahyudi al Maroky
(Dir. PAMONG Institute)

Bulan Rabiul Awal merupakan bulan yang penting dalam sejarah islam. Begitu Banyak peristiwa penting yang terjadi dibulan ini. Meski banyak diantara kita yang mengenalnya hanya sebatas sebagai bulan Maulid Nabi saja.

Bulan Rabiul Awal merupakan kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW. Selain itu juga merupakan kelahiran Daulah Madinah. Ya, bulan Rabiul Awal itulah Baginda Nabi SAW secara ‘de vacto’ memimpin Daulah Madinah. Dan akhir hayat Baginda Nabi SAW juga terjadi dibulan ini. Selanjutnya wafatnya beliau SAW menjadi Tonggak baru lahirnya Daulah Khilafah dengan pemimpin pertamanya adalah Khalifah Abu Bakar Shiddiq.

Bila kita runut, maka Bulan Rabiul Awal ini setidaknya ada tiga perstiwa penting dalam sejarah islam. Mulai dari LAHIRnya Baginda Nabi SAW, kemudian MENEGAKKAN Daulah Madinah, Kemudian Beliau WAFAT dan dilanjutkan oleh Para Khalifah. Mari kita coba bahas peristiwa itu satu per satu.   

PERTAMA, Tanggal 12 Rabiul Awal merupakan peristiwa Kelahiran baginda nabi SAW.  Beliau SAW dilahirkan pada hari Senin pagi 12 Rabiul Awal tahun 571 bertepatan dengan tahun Gajah. Karena pada tahun itu tentara Gajah yang dipimpin Abrahah hendak menyerang dan menghancurkan Ka’bah.

 Namun atas kuasa Allah tentara gajah dihancurkan dan dimusnahkan oleh Allah dengan mengirim burung yang membawa kerikil dari neraka. Akibatnya pasukan gajah hancur seperti daun yang dimakan ulat.

KEDUA, Tanggal 12 Rabiul Awal merupakan tonggak sejarah Baginda nabi SAW memimpin Negara Madinah secara “De Vacto”. Baginda Nabi SAW tiba di Madinah pada pada hari Jumat tanggal 12 Rabiul Awal tahun 1 H atau tahun 622 M. Di kota Madinah inilah menjadi awal penerapan syariah Islam yang digunakan untuk mengatur segenap kehidupan masyarakat dalam sebuah negara/daulah.

Ya, sejak kepemimpinan Baginda Nabi SAW inilah kemudian masyarakat pemerintahan pertama kali mengenal “Konstitusi madinah” atau “Piagam Madinah” (sahifah madinah) atau Madinah Charta. Peristiwa yang terjadi pada tahun 622 ini menjadi tonggak sejarah baru peradaban pemerintahan. Sekaligus dunia mengenal peradaban baru dengan konstitusi tertulis pertama kali di dunia.

Sebutan sebagai konstitusi tertulis pertama di dunia ini bukanlah asal sebut. Sebab konstitusi versi Aristoteles Athena yang ditulis pada Papirus itu baru ditemukan oleh misionasris Amerika di Mesir pada tahun 1890 dan baru diterbitkan pada tahun 1891. Itu pun tidak dianggap sebagai sebuah konstitusi. Disisi lain konstitusi Amerika baru muncul tahun 1776. Demikian juga Magna Charta (Piagam Besar) sebagai landasan kosntitusi inggris itu baru ada pada tahun 1215. sedangkan Madinah Charta itu sejak tahun 622. Ini berarti sekitar enam abad lebih dahulu di banding Magna Charta. (www.republika.co.id/berita/islam-digest)

Sejak saat itu, selain berposisi sebagai nabi dan rasul dengan tugas tablîgh/ menyampaikan wahyu (QS al-Maidah [5]: 67), beliau juga menjadi penguasa (al-hâkim) yang diangkat oleh masyarakat Madinah melalui Baiat ‘Aqabah II.
Dalam hal ini, Allah SWT memerintahkan Nabi saw. untuk menghukumi dan menerapkan syariah-Nya di tengah-tengah masyarakat. (bisa di baca dalam pasal-pasal piagam Madinah).

KETIGA, Tanggal 12 Rabiul Awal juga merupakan wafatnya Baginda nabi Muhammad SAW. Sekitar tiga bulan sebelum wafat, tepatnya pada saat Haji Wada’, beliau SAW berpesan dalam khutbah beliau kala itu;
“Wahai manusia, sungguh telah aku tinggalkan di tengah kalian perkara yang jika kalian pegang teguh, kalian tidak akan tersesat selamanya: Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya SAW.  (HR Malik, al-Hakim, al-Baihaqi, al-Marwaziy dan al-Ajuri).”

Lalu, siapa yang akan menjaga dan menerapkan wasiat Nabi SAW, yakni Al Quran dan Sunnah dalam kehidupan?  Baginda Rasul SAW telah menegaskan dalam sabdanya:
“Dulu Bani Israel diatur segala urusannya oleh para nabi. Setiap kali seorang nabi wafat, dia digantikan oleh nabi lainnya. Sungguh tidak ada lagi nabi sesudahku. Yang akan ada adalah para khalifah dan jumlah mereka banyak (HR al-Bukhari dan Muslim).”

Secara tegas Nabi SAW berpesan agar berpegang teguh kepada al quran dan Sunnah. Dan setelah wafat beliau mewariskan para Khalifah untuk melanjutkan kepemimpinan dalam mengurus masyarakatnya.

Sejarah mencatat bahwa setelah baginda Nabi SAW Wafat, para sahabat melanjutkan kepemimpinan dalam Daulah Madinah dengan mengangkat KHALIFAH ABU BAKAR. 
Kita tak pernah menemukan catatan Sejarah bahwa setelah baginda Nabi SAW wafat maka Sistem Negara Madinah berubah menjadi sistem KERAJAAN sehingga diangkat RAJA ABU BAKAR.
Sejarah juga tak pernah mencatat bahwa setelah baginda Nabi SAW wafat maka Sistem Negara Madinah berubah menjadi sistem DEMOKRASI sehingga diangkat PRESIDEN ABU BAKAR.

Kita tak pernah menemukan catatan Sejarah bahwa setelah baginda Nabi SAW wafat maka Sistem Negara Madinah berubah menjadi sistem KEKAISARAN sehingga diangkat KAISAR ABU BAKAR.
Namun, Sejarah mencatat dengan baik bahwa setelah baginda Nabi SAW wafat maka Sistem Negara Madinah menggunakan sistem KEKHILAFAHAN sehingga diangkat KHALIFAH ABU BAKAR SHIDDIQ sebagai Khalifah Pertama. Kemudian dilanjutkan dengan KHALIFAH UMAR, KHALIFAH UTSMAN, KHALIFAH ALI, dll.

Demikianlah yang dilakukan oleh para Sahabat ridhwanulLah ‘alayhim setelah wafatnya Nabi SAW. Dengan begitu, wasiat Nabi SAW untuk berpegang teguh pada Kitabullah dan Sunnah beliau pun bisa diwujudkan.

Momentum Maulid Nabi SAW, mestinya dapat kita gunakan untuk menunjukkan dan membuktikan cinta kita kepada Nabi SAW dengan menjaga warisannya dan mengamalkannya. Juga dengan mencontoh beliau SAW sebagai pemimpin terbaik dunia yang sudah terbukti sukses. []

NB; Penulis pernah belajar pemerintahan di STPDN angkatan ke-04 dan IIP Jakarta angkatan ke-29 serta MIP-IIP Jakarta angkatan ke-08.

No comments:

Post a Comment

Adbox