Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Wednesday, October 9, 2019

MUJAHID & MUJTAHID; PUNCAK PENGABDIAN SEORANG MUSLIM



© Doni Riw

Puncak pengabdian seorang muslim di dunia itu ada dua; menjadi Mujahid dan menjadi Mujtahid.

Menjadi Mujahid adalah puncak pengabdian secara ketubuhan. Secara jasmaniah. Menyerahkan hidup, tubuh, dan nyawa, bulat-bulat pada penyebaran Islam melalui jihad fi sabilillah.

Sementara puncak pengabdian secara fikriyah, pemikiran, kecerdasan, adalah menjadi Mujtahid. Mengabdikan waktu yang dianugerahkan oleh Allah untuk tholabul ilmi setinggi mungkin, sampai pada taraf mampu mengijtihad dalil-dalil syara menjadi hukum syara.

Jika menjadi Mujahid membutuhkan fisik yang prima, pertahanan diri yang tetampil, dlsb, maka menjadi Mujtahid membutuhkan kecerdasan yang prima, hafalan yang kuat, dan ketekunan menggali ilmu.

Mujtahid tingkat paling tinggi adalah Mujtahid Mutlak. Dia memiliki seluruh ilmu Islam. Mulai dari ilmu gramatika bahasa Arab; nahwu-sorof-balaghoh, ilmu hadits, ilmu tafsir Al Quran, serta mampu menyusun Ushul Fiqih sendiri.

Pada level itu dia akan menjadi Imam Madzhab seperti Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Imam Syafi'i, dan Imam Ibn Hanbal.

Setingkat di bawah Mujtahid Mutlak adalah Mujtahid Madzhab. Dia memiliki ilmu yang sama dengan Mujtahid Mutlak kecuali Ushul Fiqih. Dia menggunakan Ushul Fiqih dari Imam Madzhab yang diikutinya.

Imam ibn Hanbal sebelum menjadi Mujtahid Mutlaq adalah Mujtahid Madzhab Syafi'i. Ulama lain yang populer tapi tidak menjadi Mujtahid Mutlak adalah Al Mawardi dan Al Ghozali.

Tidak semua muslim mampu mencapai puncak pengabdian sbagai Mujahid atau Mujtahid. Tetapi semua muslim wajib berupaya mencapai keduanya atau salah satu dari keduanya.

Sesuatu yang sangat takabur adalah merasa tidak butuh Mujahid dan tudak butuh Mujtahid. Tidak bermadzhab artinya tidak merasa butuh pada Mujtahid Mutlak.

Puncak ketakaburan adalah merasa bisa memahami Al Quran dan Hadits tanpa melalu para Mujtahid yang telah menyerahkan seluruh hidupnya untuk menimba ilmu Islam.

Jogja 81019
@doniriw
t.me/doniriw_channel
fb.me/doniriwchannel

#mujtahidmujahid #doniriw

No comments:

Post a Comment

Adbox