Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Jumat, 27 September 2019

WIS WAYAHE...




Oleh: Ahmad Rizal
_Dir. Indonesia Justice Monitor_

Demonstrasi berhari-hari yang dilakukan oleh mahasiswa baik di Jakarta atau di beberapa kota besar dan daerah lainnya menunjukkan perlawanan atas ketidakadilan pembuatan kebijakan oleh pemerintah. Ironis! Negeri yang katanya menganut sistem pemerintahan demokrasi ini justru lebih tampak diktator. UU dibuat oleh para wakil rakyat makin tak memihak pada rakyat.

Tak hanya mahasiswa, bahkan kalangan pelajar yang diawali oleh anak-anak STM ikut mengambil peran dalam aksi mahasiswa. Dengan semangat mudanya, mereka melawan segala kekuatan tiran yang mencoba berlaku zalim kepada massa aksi. Meski mereka tak sepenuhnya tahu apa yang sedang terjadi, namun mereka memahami betul betapa susahnya mendapatkan keadilan melalui kebijakan dan jalur hukum. Seolah ingin menempuh 'jalan alternatif' mereka tumpahkan semua di jalanan demi keadilan.

Penulis juga turut berduka atas berita meninggalnya salah seorang demonstran bernama Immawan Randy yang kabarnya merupakan kader dari Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM). Kabar yang penulis dapatkan bahwa kader tersebut meninggal akibat tertembak di bagian dada kanan saat melakukan aksi di Sulawesi Tenggara. Entah apakah ini kelalaian atau kesengajaan, yang jelas satu nyawa hilang hanya dikarenakan menyuarakan tuntutan keadilan. Ini wajib diusut hingga tuntas!

Tidak hanya kali ini saja negeri ini harus menitihkan air mata sebab jatuhnya korban-korban anak bangsa selama rezim Jokowi ini berkuasa. Aksi Mei 2019 lalu dan meninggalnya ratusan petugas KPPS yang hingga saat ini tak jelas kasusnya nyata-nyata merupakan korban atas ketidakmampuan rezim melindungi nyawa rakyatnya.

Bahkan hingga hari ini, terjadinya kriminalisasi terhadap ulama, ustadz, aktivis, dan politisi masih berlanjut. Sedangkan orang-orang yang nyata-nyata menghina agama, melakukan tuduhan yang berbau fitnah kepada oposisi dan umat Islam khususnya masih berlenggang laksana kebal terhadap hukum.

Aksi ini tidak boleh berhenti sampai di sini hingga keadilan benar-benar didapatkan oleh rakyat. Rezim ini telah banyak menjatuhkan korban dari rakyat yang notabene rakyatlah pemilik sah negeri ini.

Rezim ini nyata-nyata telah melakukan kerjasama dengan negara komunis. Rezim ini yang telah menumpuk utang jauh lebih banyak. Rezim inilah yang mencabut subsidi, menaikkan tarif listrik, melakukan pemalakan atas nama Jaminan Sosial, melemahkan institusi KPK, masih melanjutkan penjarahan SDA oleh asing, membuat UU yang berbau represif, dll. Rezim ini masih berkuasa dengan sewenang-wenang. Rakyat harus melawan! Rakyat harus buat perhitungan dengan rezim diktator ini! Inilah saatnya! Wis Wayahe... []

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox