Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Tuesday, September 3, 2019

PERJUANGAN TAKKAN PERNAH PADAM Pawai Tauhid Muharram 1441 H Kota Malang



Kota Malang (1/9/2019) “Alhamdulillah,…,” nampak rata ungkapan syukur dari segenap peserta usai kegiatan Pawai Tauhid Muharram 1441 H Kota Malang yang dilaksanakan pada Ahad [1/9]. Memang, rasanya tak ada ungkapan lain yang lebih pantas diungkapkan oleh segenap peserta pawai yang semarak dengan panji-panji tauhid berupa al-Liwa' dan ar-Rayah itu.
Pawai yang mirip ekspedisi jelajah alam ini dilaksanakan dalam rangka syi'ar menyongsong tahun baru 1441 Hijriyah sebagai momentum untuk hijrah ke arah yang lebih baik. Pawai yang diawali dengan berkendara melintasi Kota Malang dan Kota Batu, kemudian dilanjutkan berjalan kaki di kawasan Pujon ini telah terlaksana dengan menyisakan segenap kisah perjuangan yang luar biasa. Dengan penuh kesabaran, kekuatan fisik, dan kerja sama team yang tangguh akhirnya para peserta sampai ke tujuan juga. Rasa senang, haru, syukur Alhamdulillah dan  takbir diucapkan berulang kali oleh para peserta, mereka bangga mengibarkan Panji Tauhid.

“Semangat!” Ungkap Ust M. Khoir al-Muhasabiy ketika ditanya bagaimana kondisinya saat sampai di pos peristirahatan dekat dengan aliran sungai. Seorang Ustadz yang akrab disapa Ust Khoir ini adalah salah seorang peserta yang sudah tergolong cukup berumur dan memiliki keterbatasan fisik akibat pernah mengalami kecelakaan berat.

Takbir berulang-ulang juga diungkapkan oleh Ust. Ihsan Murtadho, sebagai penanda tak hentinya semangat beliau untuk menuntaskan pawai hingga titik finish. Ust Ihsan juga memiliki keterbatasan fisik di bagian kakinya sehingga tidak dapat berjalan secara normal.

Terlihat pula anak-anak kecil yang dengan semangat mendahului untuk membuka jalan di depan tanpa kenal rasa lelah, padahal medan perjalanan menanjak dan menurun cukup curam, serta melintasi sungai. “Biasa,” pendek ungkapan Ghazwan, putra salah seorang peserta ketika ditanya apakah lelah atau tidak.

Penat dan lelah para peserta yang terdiri dari berbagai kalangan tersebut tak disikapi dengan keluhan mengingat satu tujuan mereka; menunjukkan pada dunia bahwa perjuangan dakwah menegakkan syari'ah kaffah dalam naungan Khilafah takkan pernah padam, perjuangan demi kemuliaan bagi Islam dan kaum muslimin, kesejahteraan dunia-akhirat, dengan mengharap ridho dan syurga-Nya.



“Sungguh, telah kami penuhi seruan-Mu, dan kami sampaikan pedoman-Mu wahai Rabbi, maka saksikan dan terimalah amalan kami. Aamiin.” [ardhi].

Allaahu akbar...!
#PanjiIslamSimbolPersatuan
#ParadeTauhidPawaiMuharram
#Muharram1441HMalang

No comments:

Post a Comment

Adbox