Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Saturday, September 14, 2019

Materi Tentang Perang Akan Dihapus KSKK Madarasah Kemenag? Siapa Sebenarnya Kalian?



Indarto Imam
(Forum Pendidikan Cemerlang)

"Kita akan hapuskan materi tentang perang-perang di pelajaran SKI tahun depan. Untuk semua madrasah, mulai dari MI samapai MTS," kata Umar saat ditemui di kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Jumat (13/9) dikutip dari gatra.com (13/9/19).

Diberitakan, Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama, Ahmad Umar menyampaikan bahwa di tahun ajaran baru 2020, tidak akan ada lagi materi perang di mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) sejak dari Madrasah Ibtidaiyah (MI)  sampai di Madrasah Aliyah (MA).

Mengapa ini dilakukan Kemenag, padahal pelajaran penting bagi generasi muda untuk melek sejarah. di saat yang sama musuh-musuh Islam dengan segala ambisinya menegaskan komitmennya untuk tetap berlomba dalam perang terhadap Islam. Itu mereka lakukan seperti contohnya Rezim Cina yang membela kebijakan pendirian apa yang dikenal sebagai "kamp rehabilitasi" di wilayah barat Xinjiang, dengan mengatakan bahwa tindakan ini sangat diperlukan untuk memberantas (terorisme). Sementara pembelaan itu dilakukan setelah tuduhan internasional bahwa penahanan warga Muslim yang sewenang-wenang itu dengan dalih memberantas (terorisme).

Sementara publik banyak sekali yang sepakat bahwa Cina adalah negara rakus menganiaya kaum Muslim yang tinggal di dalam atau di luar, sebab praktek-praktek keji dan tidak adil ini bukan praktek-praktek baru.

Mengapa penghapusan sejarah jihad-jihad nenek moyang kita ini dilakukan? Padahal Allah SWT memuliakan kaum Muslim dengan menjadikan mereka sebagai pengemban risalah Islam ke seluruh dunia. Allah SWT juga telah menentukan metode untuk mengemban risalah Islam itu, yaitu dengan dakwah dan jihad. Untuk itu, Allah menjadikan jihad sebagai kewajiban atas mereka. Demi kesempurnaan kewajiban itu, pelatihan militer adalah sesuatu yang diwajibkan (Hizbut Tahrir, Ajhizah Dawlah al-Khilafah, hlm. 87; Zallum, Nizham al-Hukm fi al-Islam, hlm. 152).

Siapa mereka? Mengapa mereka ingin menyembunyikan sejarah yang benar? di saat negeri-negeri kaum muslim tercabik-cabik diperangi musuh-musuh.

Kesadaran akan geopolitik dan sejarah yang benar dibutuhkan generasi muda muslim. Mereka perlu paham, misalnya Afghanistan adalah salah satu negara tidak berdaya yang telah diduduki oleh Amerika Serikat.  Ia adalah negara yang penuh dengan kerusakan, pembantaian, kemiskinan, gangguan kesehatan masyarakat, keamanan dan infrastruktur.

Penerapan sistem sekuler oleh pemerintah Barat yang diklaim sebagai solusi atas segala kesengsaraan hanya menimbulkan lebih banyak peperangan dan bencana. Para generasi muda yang masih memiliki mimpi akan kemajuan dan pendidikan terjebak dalam keputusasaan karena mereka harus segera menyadari bahwa dengan kondisi negara mereka yang masih terjajah seperti sekarang adalah sebuah kemustahilan bagi mereka untuk mendapatkan pendidikan yang memadai, pendidikan yang akan menopang generai muda untuk benar-benar bangkit.

Kondisi Ini bertentangan dengan sistem pendidikan yang ada pada masa kekhilafahan Islam, yang apabila ditegakkan kembali, akan memberikan sistem pendidikan yang dapat mengarahkan pemuda muslim dan seluruh masyarakat kepada kemajuan yang sesungguhnya.

Untuk kasus Indonesia, kita semakin melihat fakta bahwa tujuan pendidikan adalah untuk menanamkan ide sekuler terhadap generasi muda. Barat ingin menciptakan masyarakat yang terampil dan berbakat yang tumbuh dan patuh terhadap nilai-nilai demokrasi. 

Rencana global dan jangka panjang dari kekuatan penjajahan neiliberal adalah memusnahkan kemuliaan agama Islam,  mecabut nilai-nilai Islam dari umat dan mengubah jati diri pemuda muslim menjadi berkepribadiaan sekuler sehingga dapat tumbuh menjadi budak mereka.

Tujuan barat bukan hanya memerangi umat muslim melalui peperangan fisik di sebagian wilayah kaum muslim, melainkan juga peperangan melalui pemikiran dan ideologi, terutama penyerangan terhadap generasi muda, yang dinamakan perang ideologi. 

Penjajah ingin memprogram kembali masyarakat muslim agar mereka dapat dijejali ide-ide sekular demokrasi dan kebebasan liberal yang tidak sesuai dengan ideologi Islam. Mereka ingin menindas konsep dan ide-ide Islam dalam pemerintahan.

Pemuda muslim hanya akan menerima kemuliaan yang sesungguhnya melalui sistem pendidikan Islam. Tujuan dari sistem pendidikan Islam adalah membangun jati diri generasi muda berlandaskan nilai-nilai Islam yang akan menciptakan kepribadian Islam yang mulia dan juga menghasilkan banyak ulama, ilmuwan dan innovator sehingga negara diperintah oleh generasi unggulan Islam untuk mencapai kemajuan dan perkembangan. Juga menjadi Negara pemimpin dunia, menyampaikan pesan dan nilai Islam ke berbagai penjuru dunia dan membawa umat manusia dari kegelapan menuju cahaya terang benderang. Malahan, pada masa kekhalifahan lah (yang pada ketika itu aqidah Islam menjadi landasan suatu negara khilafah) Khilafah menjadi negara paling maju pada masanya.[]

No comments:

Post a Comment

Adbox