Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Tuesday, September 10, 2019

BPJS RESMI NAIK, RAKYAT PANIK



Itsnaini Afrida Rahmah
Aktivis Mahasiswa 

Pemerintah melalui Menteri
Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani resmi  menyatakan kenaikan  iuran kepesertaan BPJS kesehatan naik menjadi dua kali lipat dibanding sebelumnya. Kenaikan BPJS dilakukan untuk mengurangi defisit yang ditanggung BPJS Kesehatan selama ini, jika tidak dinaikkan diperkirakan pada tahun 2019 akan mengalami defisit sebanyak 32,8 triliun.

Menteri keuangan Sri Mulyani menyatakan kenaikan iuran kepesertaan BPJS peserta kelas mandiri I naik dari 80 ribu menjadi 160 ribu perbulan, kelas mandiri II naik dari 59 ribu menjadi 110 ribu dan untuk kelas mandiri III dari 25.500 menjadi 42 ribu. Kenaikan iuran BPJS Kesehatan diberlakukan mulai tanggal 1 September 2019.

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan mengalami pro dan kontra dari berbagai kalangan di masyarakat. Masyarakat golongan menengah keatas menganggap kenaikan iuran BPJS Kesehatan untuk kebaikan bersama dan untuk peningkatan pelayanan. Akan tetapi, disisi lain untuk masyarakat golongan kelas menengah kebawah yang memiliki pendapatan sedikit untuk kebutuhan pokok keluarga masih sulit ditambah lagi dengan kenaikan BPJS semakin mencekik mereka.

Rakyat semakin tersiksa denga kenaikan berbagai kebutuhan pokok secara tiba-tiba mulai dari kenaikan sembako, bahan bakar, tarif listrik hingga pajak. Pemerintah hari ini tidak pro terhadap rakyat, seharusnya wakil rakyat berusaha untuk menyelesaikan berbagai problematika yang dialami rakyat tapi kenyataannya permasalahan semakin bertambah kemakmuran jauh dari kenyataan. Inikah hasil dari janji-janji mereka selama menjadi wakil rakyat.

Jika sistem hari ini tidak memberikan solusi apalagi penyelesaian. Islam memiliki solusi dari beribu-ribu permasalahan rakyat hari ini, di dalam sistem Islam pemimpin memiliki tanggung jawab yang sangat besar mereka dituntut untuk memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi semua rakyatnya tanpa terkecuali bahkan dalam Islam rakyat yang beragama non-muslim mendapatkan hak dan kewajibannya tanpa dibedakan dengan umat Islam lainnya.

Sebagai seorang muslim kita harus menerapkan Islam secara Kaffah. Islam harus diterapkan dalam segala bidang kehidupan baik dalam individu, masyarakat dan negara. Penerapan sistem Islam pernah diterapkan di dunia dengan rantang waktu 1300 tahun. Ketika Islam dipimpin oleh pemimpin yang taat kepada Allah bahkan dalam kepemimpinan Umar bin Abdul Azis tidak ditemukan satu pun orang yang berhak untu diberikan zakat.

Hal ini terjadi ketika pemimpin berusaha sekuat jiwa dan raganya untuk memakmurkan rakyatnya karena begitu besar hisab atau perhitungan amal seorang pemimpin ketika di hari akhir kelak. Bahkan dalam sistem Islam kesehatan gratis tanpa dipungut biaya sedikit pun semua kebutuhan pokok masyarakat ditanggung oleh pemerintah, baik kebutuhan pendidikan, makana bagi orang yang tidak mampu, transportasi dan fasilitas-fasilitas umum lainnya.[]

1 comment:

  1. Benar dngn naiknya iuran bpjs rakyat semakin berat.jangankan unk jaminan keaehatan.unk makan sehari hari aj sdh payah.tdk selayaknya jaminan kesehatan dibebankan ke rakyat.swharusnya pemerintah mampu menjamin kesehatan rakyatnya kita kan punya banyk sda..

    ReplyDelete

Adbox