Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Saturday, August 10, 2019

TAUHID ADALAH MISI SUCI SEMUA NABI


_Memusuhinya Adalah Bentuk Kesesatan dan Perlawanan Kepada Allah dan RasulNya_

Oleh : Ahmad Sastra*

Semua Nabi dan Rasul yang diceritakan dalam Al Qur’an dari mulai Nabi Adam hingga Nabi Muhammad adalah seorang muslim yang membawa risalah tauhid. Allah selalu menghadirkan musuh-musuh para Nabi dan Rasul dalam perjalanan perjuangan dan dakwah Islamnya. Ini adalah sunnatullah untuk menjadi pelajaran bagi setiap umat dan setiap zaman, apakah memilih menjadi pejuang tauhid atau menjadi musuh tauhid.

Dan Kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan aku". (QS Al Anbiyaa : 25)

Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut  itu", Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS An Nahl : 36)

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (QS Al An’am : 112)

Apa yang dialami Enzo Zensi Ellie adalah bentuk kezoliman penguasa kepada anak bangsa yang sedang mengekspresikan dirinya sebagai orang beriman. Seorang muslim yang mengibarkan bendera tauhid dan menjadikan sebagai profil di media sosial kini harus mendapat perlakukan tidak adil dari penguasa negeri muslim ini. Jika yang dipersoalkan adalah bendera tauhid dengan tuduhan terpapar HTI, maka sungguh gegebah apa yang dilakukan oleh rezim ini.

Padahal tauhid adalah ekspresi keimanan dan kemusliman. Tauhid adalah lambang keyakinan dan ketundukan kepada Allah. Jika menyalahi tauhid berarti musyrik. Tauhid adalah ekspresi penyembahan kepada Allah. Dan Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang [QS Al Baqarah : 162].

Katakanlah (Muhammad), “ Dialah Allah, Yang Maha Esa”. Allah meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia. [QS Al Ikhlas : 1-4].

Kalimat Tauhid adalah kalimat paling agung yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul seluruhnya. Dengan kalimat inilah para Rasul mengajak manusia kepada jalan Allah, keluar dari kekesatan. Seluruh Nabi dan Rasul adalah muslim yang diutus Allah untuk membawa misi tauhid ini.

Katakanlah, “Kami beriman kepada Allah dan pada apa yang diturunkan kepada kami dan pada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yaqub dan anak cucunya dan pada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada Nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami berserah diri kepada-Nya. [QS Al Baqarah : 136].

Bagi seorang muslim, kalimat tauhid inilah awal dari perjalanan kehidupan, ujung dari kematian dan bekal saat dibangkitkan. Kalimat tauhid ini pulalah yang menjadi visi utama dakwah dan perjuangan seorang muslim. Dengan kalimat tauhid ini juga peradaban Islam tegak dan kokoh menyinari dunia.

Peradaban Islam adalah peradaban paling agung yang pernah ada, dimana seluruh aspeknya berlandasakan tauhid. Al Faruqi pernah menulis sebuah buku berjudul tauhid yang menggambarkan peradaban tauhid, baik ekonomi, pendidikan, politik, sosial dan budaya. Bahkan mata uang emas dalam peradaban Islampun bertuliskan kalimat tauhid ini.

Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, raja, yang Maha suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha Perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS. Al Hasyr : 23).

Dengan tulisan tauhid ini pula panji-panji [roya] berkibar saat perang. Saat damaipun  bendera bertuliskan tauhid ini juga berkibar sebagai simbol persatuan umat.  Dibawah bendera Rasulullah bertuliskan kalimat tauhid ini pula kelak umat beliau berlindung saat hari pembalasan.

Salah satu kalimat dalam doa kamilin yang biasa dibacakan usai sholat tarawih disebutkan permohonan kepada Allah agar kita bisa ikut berjuang di bawah bendera [liwa] Rasulullah SAW. Karena itu panji tauhid adalah simbol  ibadah, dakwah, jihad dan persatuan kaum muslimin seluruh dunia.

Bagi seorang muslim, keyakinan akan tauhid ini bersemayam kuat dalam hati dan tercermin kuat dalam setiap pola fikir dan pola sikapnya. Bagi seorang muslim, kalimat tauhid adalah segalanya. Tidak ada yang lebih agung dan mulia selain tauhid. Bagi muslim, tauhid adalah harga mati.

Allah berfirman, “Siapa saja yang menghendaki kemuliaan maka milik Allahlah kemuliaan itu semuanya…” (QS Fathir : 10). Rasulullah bersabda, “Tidaklah lurus keimanan seorang hamba sehingga lurus hatinya dan tidaklah lurus hatinya sehingga lurus lisannya (HR Ahmad dari Anas dan al-Baihaqi dari al-Hasan).

Namun demikian, dengan kalimat tauhid ini pulalah para Nabi dan Rasul dimusuhi oleh para pembangkang Allah.  Dalam sejarah, seluruh Nabi dan Rasul selalu mendapatkan permusuhan dan persekusi hanya karena tauhid ini. Selalu ada manusia dalam setiap zaman yang menolak tauhid ini.

Dan diantara manusia, ada orang yang menyembah tuhan selain Allah, sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mereka mencintai Allah…. [QS Al Baqarah : 165]
Dan apabila dikatakan kepada mereka, “ ikutilah apa yang telah diturunkan Allah”, mereka menjawab, “ tidak !, kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami (melakukannya). Padahal nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apapun dan tidak mendapat petunjuk [QS Al Baqarah : 170].

Menolak dakwah tauhid adalah bentuk kesombongan, yakni menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Begitulah watak kekafiran dan kemunafikan yang menolak kebenaran Islam, mengkhianatinya  dan merendahkan para pengemban dakwah Islam. Begitulah yang dialami Rasulullah atas permusuhan kaum kafir dan munafik.

Tidaklah mengherankan jika Rasulullah mendapatkan tindakan persekusi dari kaum kafir ini sepanjang perjalanan dakwah di Makkah. Segala macam bentuk persekusi, dari penghinaan, penyiksaan, pengusiran hingga pembunuhan terjadi dalam perjalanan dakwah Rasulullah.

Semua persekusi dakwah terjadi hanya karena Rasulullah berpegang teguh kepada kalimat tauhid dan tidak mau berkompromi dengan kekufuran dan kemunafikan. Dalam QS Al Kafirun, Rasulullah dengan tegas berpegang pada prinsip tauhid ini. Beliau memilih mati atau menang dari pada menghentikan dakwah tauhid ini, serta menolak seluruh tawaran duniawi dari kaum kafir.

Karena itu jika hari ini masih ada tindakan persekusi atas dakwah tauhid dengan menfitnah, melarangnya, membubarkan, merampas bendera tauhid, membakarnya, serta menuduh sebagai gerakan radikal, maka sungguh ini adalah sebuah bentuk kesombongan dan kezoliman. Kekafiran dan kemunafikan adalah sumber kesombongan dalam diri manusia yang karenanya Allah murka. Selain bentuk kesesatan, memusuhi kalimat tauhid dan simbol tauhid adalah bentuk perlawanan kepada Allah dan RasulNya.

Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda, bahwa Allah SWT berfirman : “ Kesombongan adalah selendangKu dan keagungan adalah sarungKu. Karena itu siapa saja yang merampas salah satunya dari Ku, pasti aku akan melemparkannya ke dalam neraka” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Selain bentuk kesombongan, tindakan persekusi dan pembubaran atas dakwah tauhid adalah bentuk kezoliman yang dilaknat Allah. Perhatikan firman Allah berikut :

Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan petang, sedang mereka menghendaki keridhoan Nya. Kamu tidak memikul tanggungjawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan merekapun tidak memikul tanggungjawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu berhak mengusir mereka, sehingga kamu termasuk orang-orang yang zolim [QS Al An’am : 52].

Kita mesti berguru kepada kesungguhan Mush’ab Bin Umair  dalam mempertahankan panji Tauhid dalam perang Uhud. Untuk melindungi pedang-pedang musuh yang mulai mengarah kepada Rasulullah, Mush’ab mengecoh musuh dengan mengangkat tinggi panji Tauhid (al Liwa), seraya lisannya meneriakkan takbir. Ibnu Qumaiah, tentaran kafirin menerjang dan memotong tangan kanan Mush’ab bin Umair, tak rela panji Tauhid terjatuh ke tanah, tangan kirinya menyambar memegang kembali panji mulia itu, tak peduli tangan kanannya bersimbah darah.

Namun, lagi-lagi pedang Qumaiah kembali mengayum ke tangan kiri Mush’ab hingga keduanya terputus. Tak rela panji Tauhid terjatuh, Mush’ab masih berusaha memegang panji dengan lengannya yang terputus. Hingga akhirnya tentara kafir itu berhasil menghujamkan tombak ke dada Mush’an hingga syahid. Subhanallah.

Inilah sebuah kisah yang menujukkan kepada kita, betapa agungnya kalimat tauhid ini. seorang muslim rela mati untuk membela dan mempertahankan dari permusuhan kaum kafir dan munafik. Begitupun hari ini, adalah sebuah kemuliaan jika kita memilih untuk menjadi pembela kalimat tauhid dan penjaga panji-panjinya, jangan malah menjadi pembencinya yang akan mendapat laknat dari Allah.

*[AhmadSastra,KotaHujan,08/08/19 : 17.40 WIB]*

No comments:

Post a Comment

Adbox