Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Wednesday, August 7, 2019

Polarisasi Radikalisme
.
Endah Sulistiowati
Dir. Muslimah Voice
.
Radikalisme (dari bahasa Latin radix yang berarti "akar") adalah istilah yang digunakan pada akhir abad ke-18 untuk pendukung Gerakan Radikal. Dalam sejarah, gerakan yang dimulai di Britania Raya ini meminta reformasi sistem pemilihan secara radikal. Gerakan ini awalnya menyatakan dirinya sebagai partai kiri jauh yang menentang partai kanan jauh. Begitu "radikalisme" historis mulai terserap dalam perkembangan liberalisme politik, pada abad ke-19 makna istilah radikal di Britania Raya dan Eropa daratan berubah menjadi ideologi liberal yang progresif. (Id.m.wikipedia.org).
.
/Sejarah Radikalisme/
.
Pada dasarnya radikalisme sudah ada sejak jaman dahulu karena sudah ada di dalam diri manusia. Namun, istilah “Radikal” dikenal pertamakali setelah Charles James Fox memaparkan tentang paham tersebut pada tahun 1797.
.
Saat itu, Charles James Fox menyerukan “Reformasi Radikal” dalam sistem pemerintahan di Britania Raya (Inggris). Reformasi tersebut dipakai untuk menjelaskan pergerakan yang mendukung revolusi parlemen di negara tersebut. Pada akhirnya ideologi radikalisme tersebut mulai berkembang dan kemudian berbaur dengan ideologi liberalisme.
.
/Gambaran Isu Radikalisme Saat Ini/
.
Menurut para ahli saat ini, Pengertian Radikalisme adalah suatu ideologi (ide atau gagasan) dan paham yang ingin melakukan perubahan pada sistem sosial dan politik dengan menggunakan cara-cara kekerasan/ ekstrim.
.
Inti dari tindakan radikalisme adalah sikap dan tindakan seseorang atau kelompok tertentu yang menggunakan cara-cara kekerasan dalam mengusung perubahan yang diinginkan. Kelompok radikal umumnya menginginkan perubahan tersebut dalam tempo singkat dan secara drastis serta bertentangan dengan sistem sosial yang berlaku.
.
Radikalisme sering dikaitkan dengan terorisme karena kelompok radikal dapat melakukan cara apapun agar keinginannya tercapai, termasuk meneror pihak yang tidak sepaham dengan mereka. Walaupun banyak yang mengaitkan radikalisme dengan Agama tertentu, pada dasarnya radikalisme adalah masalah politik dan bukan ajaran Agama.
.
Dan sayangnya seperti yang disebutkan pada pengertian radikalisme di atas, radikalisme seringkali dikaitkan dengan agama tertentu, khususnya Islam. Hal ini dapat kita lihat dari adanya kelompok ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) yang melakukan teror terhadap beberapa negara di dunia dengan membawa/ menyebutkan simbol-simbol agama Islam dalam setiap aksi teror mereka. Sebelumnya ada Usamah Bin Laden, yang menjadi fokus perburuan karena tragedi WTC tahun 2001. Meskipun kalau mau menelaah lebih lanjut ISIS maupun Usamah Bin Laden sendiri tidak bisa dijadikan sebagai representasi Islam.
.
Namun pada akhirnya menjadi kesepakatan bersama bahwa radikalisme itu sangat lekat dengan orang-orang yang memegang teguh syariah Islam dan berusaha mendakwahkannya. Mereka disebut radikal karena selalu teguh dalam setiap pendirian dan berpegang kuat pada Al-Qur'an dan Sunnah.
.
Masalah radikalisme ini pulalah (versi Wikipedia)yang ditengarai mengapa HTI dicabut BHPnya (Badan Hukum Perkumpulan) dan FPI harus digoyang dengan skenario yang serupa sebagaimana kabar yang muncul di portal berita beberapa waktu yang lalu.
.
Presiden Joko Widodo membuka kemungkinan pemerintah untuk tak memperpanjang izin Front Pembela Islam (FPI) sebagai organisasi masyarakat (Ormas). Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi dalam wawancaranya dengan Associated Press (AP), Jumat (27/7/2019), yang dipublikasikan pada Sabtu (27/7/2019). (nasional.kompas.com).
.
Sehingga dari sini semakin tampak jelas kearah mana sebenarnya isu radikalisme ini kembali digulirkan. Setiap individu ataupun kelompok yang ditengarai berlawanan dengan kepentingan politik penguasa dan rekanannya maka siap-siap saja ada kejutan-kejutan apa setelah ini. Wallahu'alam.

No comments:

Post a Comment

Adbox