Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Thursday, August 22, 2019

INILAH CIRI PARA PENGKHIANAT SESUNGGUHNYA!



Kurdiy Attubany
(Direktur Rise Up Institute)

Genap 74 tahun sudah negeri ini menyatakan kemerdekaannya. Gempita peringatan 74 tahun negeri ini pun menggema seantero negeri. Jika merujuk pada usia manusia maka 74 tahun adalah usia yang sudah cukup tua dan secara umum dipandang dari sisi pemikiran besar kemungkinan sudah matang nan bijak dalam mensikapi konflik dan/atau perbedaan. Namun sepertinya usia yang matang tersebut tak sematang para actor penguasa negeri ini. Dimana kini, berbeda pandangan itu tak lagi rahmat namun criminal. Pancasila menjadi alat gebug bagi yang berbeda pandangan, sembari melabeli orang-orang yang berbeda pandangan itu dengan stereotype negative semisal radikal, pengkhianat dan bebagai label buruk lainnya. Ironinya, stereotype negative itu justru disematkan pada kelompok-kelompok Islam yang secara ajaran mustahil menghendaki keburukan atas negeri ini, negeri dimana mereka lahir dan berdiam diri.

Karenanya menjadi penting untuk generasi-generasi negeri yang menhendaki kebaikan atas negeri ini mengenal para syuhada negeri, para pahlawan, sehingga dengannya bisa melanjutkan apa yang dicita-citakan.

Akan tetapi kiranya juga menjadi penting bahkan sangat penting untuk juga mengenali siapa sesungguhnya para pengkhianat negeri ini, sehingga tidak terjadi musuh dianggap kawan, dan kawans dianggap musuh.

Siapa Pengkhianat itu sesungguhnya? Berikut adalah ciri-ciri yang bisa kita pakai sebagai acuan untuk mendeteksi siapa pengkhianat itu.

_Pertama,_ para pengkhianat negeri ini adalah orang-orang yang di lisan nya berbusa berucap mencintai negeri namun dalam prakteknya korup, kolutif.

_Kedua,_ para pengkhianat negeri ini adalah orang-orang yang kata-katanya membela rakyat, demi bangsa dan negera namun tanda tangannya membuat arus impor produk/komoditas yang dimana produk/komoditas itu sesungguhnya mampu diproduksi oleh anak negeri.

_Ketiga,_ para pemgkhianat perjuangan para syuhada negeri adalah mereka yang diamanahi jabatan namun memfasilitasi kapitalisme liberal diterapkan atas negeri ini. Dengannya utang ribawi diposisikan menjadi pilar ekonomi negeri, dengannya privatisasi BUMN menjadi praktik yang dijaga, dengannya sumber daya alam negeri ini dikuasai oleh aseng-asing.

_Keempat,_ para pengkhianat negeri adalah mereka yang bicara berbusa tentang Pancasila namun menggarong uang rakyat. Bicara Pancasila namun mesra dengan komunis-kapitalis liberal.

Setidaknya 5 ciri ini bisa jadi rujukan bagi generasi negeri ini untuk memilah dan memilih siapa sesungguhnya yang berjuang untuk kebaikan negeri ini dan siapa yang sesungguhnya yang hanya berdalih untuk kebaikan namun aslinya pengkhianat negeri.

Dan penting untuk menjadi garis bawah, mereka yang berpotensi menjadi para pengkhianat itu adalah mereka-mereka yang sedang mengemban amanah mengelola negeri, bukan mereka-mereka yang tak sedang mengemban amanah mengelola negeri ini.

Wahai rakyat, berpikirlah dengan jernih, dan temukan siapa para pengkhianat itu sesungguhnya, sebelum semuanya terlambat![]

No comments:

Post a Comment

Adbox