Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Rabu, 07 Agustus 2019

Deradikalisasi, Kamuflase Hambat Islamisasi



Oleh: Ika Mawarningtyas
Analis Muslimah Voice

Radikalisme masih terus menjadi buah bibir. Terbaru melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak para aparatur desa dan kelurahan melek internet, supaya bisa mendeteksi dini persebaran paham radikalisme di pelosok desa melalui media sosial. Hal itu disampaikannya dalam acara Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa tentang Literasi Informasi "Saring Sebelum Sharing" di The Atrium Hotel and Resort, Sleman, Yogyakarta.(detikcom 1/8).

Radikalisme yang dianggap cikal bakal terorisme semakin kuat diopinikan. Oleh sebab itu, wajar jika pemerintah melakukan tindakan deradikalisasi, yang mengacu pada tindakan preventif kontraterorisme atau stratregi untuk menetralisir paham-paham yang dianggap radikal dan membahayakan dengan cara pendekatan tanpa kekerasan.

Menilik lebih jauh tentang upaya deradikalisasi ini sering menjadikan Islam sebagai pihak tertuduh.  Contohnya saja, mengibarkan bendera tauhid, berdiskusi tentang Khilafah ajaran Islam, mendakwahkan untuk terikat pada Syariat Islam secara kaffah, berpakaian syar'i, berjenggot, memakai celana cingkrang, memakai cadar, dan lain-lain sering mendapatkan tuduhan radikal. Anehnya, para koruptor, OPM (Organisasi Papua Merderka), gembong narkoba, penjahat seksual, pelaku L68T, tukang begal, pencuri, perampok, tidak pernah di cap radikal.

Jadi benar, jika dikatakan narasi radikalisme hanya digunakan untuk memusuhi dakwah Islam. Sungguh ini adalah tindakan represif anti Islam, karena menggunakan topeng deradikalisasi untuk menggebuk dakwah Islam. Hal tersebut semakin membenarkan bahwa arah politik negeri ini berada di bawah kendali Kapitalisme Sekuler yang berkiblat penuh pada Amerika dan sekutunya. Karena sejatinya 'the real terrorist' adalah Amerika, tapi mereka meminjam diksi terorisme untuk lempar batu sembunyi tangan. Selain itu diksi terorisme yang sudah tidak laku, sekarang diganti dengan radikalisme untuk memonsterisasi dakwah Islam.

Perlu diingat, yang akan membuat peradaban Kapitalisme menjadi fosil adalah kebangkitan Islam di bawah naungan Syariah dan Khilafah.
Maka wajar saja jika Amerika menggencarkan perang melawan dakwah Islam dengan stempel teroris dan radikal.

Wahai umat Islam, sebesar apapun mereka menghambat dakwah Islam, sungguh tugas kita hanyalah sabar, dakwah, dan istiqomah. Sungguh dakwah Islam yang akan dimenangkan. "Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun  dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah ( janji )  itu, maka  mereka itulah orang-orang yang  fasik". [ QS, An Nur 24:55]. []

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox