Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Thursday, August 1, 2019

Demam Islamaphobia Melanda Dunia


Oleh : Anna Ummu Maryam
(Penggiat Literasi  Dan Komunitas Peduli Generasi)

Pelarangan ini tidak hanya ditemukan di bawah rezim otoriter tetapi juga di negara-negara demokrasi Eropa, demikian ungkap laporan lembaga riset yang menyoroti masalah keagamaan dan kehidupan sosial ini.
Berdasarkan laporan tersebut, terdapat orang-orang beragama Kristen yang dilecehkan di 143 negara dan orang-orang muslim di 140 negara.

Selama dekade 2007 hingga 2017, pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah yang mencakup undang undang, kebijakan, dan tindakan oleh pejabat negara yang membatasi keyakinan dan praktik keagamaan meningkat tajam di seluruh dunia, menurut laporan lembaga yang bermarkas di Washington DC.
(Viva.co.id, 16/7/2019)

Islamophobia juga melanda  Indonesia  seperti salah satunya yaitu pencabutan badan hukum Organisasi yang bernama Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah resmi bubar. HTI dibubarkan karena ideologi Khilafah yang diusungnya dinilai bertentangan dengan Pancasila.

Meskipun HTI sudah bubar, pemerintah akan terus mengejar siapa pun yang masih turut menyebarkan paham khilafah. 

Komitmen pemerintah untuk mengejar para penyebar paham khilafah itu disampaikan langsung oleh Menko Polhukam Wiranto.

Wiranto bahkan menegaskan, bila ada pihak yang masih menyebarkan paham terlarang itu, konsekuensinya ialah jeratan hukum. 

"Organisasi itu dibubarkan karena pahamnya. Ideologinya, visi-misinya sudah jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila dan NKRI.

Kalau individual atau mantan-mantan anggotanya beraktivitas tetapi aktivitasnya masih melanjutkan paham-paham yang anti-Pancasila, anti-NKRI, ya masuk ke ranah hukum. Harus kita hukum," kata Menko Polhukam Wiranto.(Detiknews,19/7/2019).

/Faham Islam Bukan Radikal/

Memahami dan mempelajari Islam secara mendalam dan Sempurna adalah kewajiban bagi setiap muslim. Dan Islam adalah agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad sebagai syariat bagi manusia dalam menjalankan kehidupan.

Pemahaman sistem Kapitalis demokrasi dan faham sekularisme adalah biang kerusakan dan ketakutan yang menyesatkan yang menyebar ditengah - tengah manusia.
Bagaimana tidak, bahwa ide ini mendewakan kebebasan dalam segala hal. Sehingga segala penilaian diserahkan pada pada pandangan manusia secara bebas tanpa batas.
Dimana kita mengetahui manusia adalah makhluk yang lemah dan terbatas dalam memahami sesuatu. Sangat mudah dipengaruhi oleh keadaan dan tingkat pemahamannya pada sesuatu.

Sesungguhnya khilafah adalah berasal dari Islam bukan rekayasa manusia. Sama juga seperti bendera tauhid juga berasal dari Islam. Begitu juga dengan cadar, berjilbab dan jihad sekalipun adalah ajaran islam.

Hal ini senada dengan apa yang diungkapkan  oleh Ketua Pelaksana PA 212, Asep Syarifudin mengharapkan khilafah bisa tegak berdiri di Indonesia.
Menurutnya, khilafah atau sistem kenegaraan yang berlandaskan ajaran Islam itu tidak terlarang.
Asep mengungkapkan, dirinya telah banyak belajar terkait konsep sistem kenegaraan berlandasan Islam. Justru dirinya menilai, kalau menolak khilafah, sama artinya menodai agama.

Sebab, menurut Asep, khilafah adalah sistem politik serta menjadi salah satu bagian syariat Islam.
(Suara.com, 18/7/2019)

Apabila kita mengamati dengan seksama seperti ada upaya untuk mengkriminalisasikan simbul - simbul Islam seperti bendera tauhid, kerudung, jilbab, cadar dan lain sebagainya.

Tindakan kriminalisasi simbul dan ajaran Islam adalah  bentuk ketidakwarasan tingkat tinggi yang melanda negeri ini. Padahal ajaran Islam adalah solusi manusia dalam menjalani kehidupannya.

Harusnya kini kita harus lebih waspada pada simbul dan ajaran diluar Islam karena akan memecahbelah persatuan dan mengacaukan kerukunan antar umat beragama.

/Simbul Islam Sebagai Pemersatu/

Inilah sebenarnya yang harus kita fahami. Bahwa Islam hadir sebagai agama yang menyatukan dan mendamaikan keberagaman yang ada di tengah manusia.
Karena agama Islam adalah agama yang berasal dari Sang Pencipta tentunya yang paling mengetahui karakteristik manusia itu sendiri.

Dalam Islam seluruh agama dibiarkan bebas menganut agama mereka dan mengagungkan simbul mereka selama aturan kehidupan mereka mengikuti aturan Islam.
Seperti dalam ekonomi, kesehatan, pengadilan dan sebagainya yang memang dijamin dalam sistem Islam sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw dan para sahabat yang menjadi penguasa(baca, Khalifah).

Islam memberikan kebebasan bagi agama selain Islam untuk memeluk agamanya masing - masing dan mengurusi kehidupan pribadi mereka sesuai agamanya.
Diantaranya hak mereka ialah tidak boleh diganggu dan disakiti oleh kaum muslimin dan wajib dijaga keamanannya.

Bahkan dalam hadits, Nabi memberi ancaman bagi orang yang berani mengganggu atau bahkan membunuh kafir dzimmi (kafir yang menjadi warga negara Islam), beliau shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
أَلَا مَنْ ظَلَمَ مُعَاهَدًا، أَوِ انْتَقَصَهُ، أَوْ كَلَّفَهُ فَوْقَ طَاقَتِهِ، أَوْ أَخَذَ مِنْهُ شَيْئًا بِغَيْرِ طِيْبِ نَفْسٍ، فَأَنَا حَجِيْجُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Ingatlah, siapa yang mendzalimi seorang kafir mu’ahad, merendahkannya, membebaninya di atas kemampuannya atau mengambil sesuatu darinya tanpa keridhaan dirinya, maka saya adalah lawan bertikainya pada hari kiamat” (HR. Abu Daud, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’).[]

No comments:

Post a Comment

Adbox