Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Friday, August 16, 2019

Demam HTI Semakin Menginfeksi



Endah Sulistiowati
Dir. Muslimah Voice

Jakarta, Gatra.com - Pasca pembubaran pencabutan legalitas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebagai organisasi di 2017, pergerakan HTI diduga kini semakin masif. Bahkan, pembubaran tersebut justru menguntungkan HTI.

"HTI justru mendapat keuntungan, dapat publikasi gratis pasca pembubaran. Apalagi pembubaran hanya legalitas organisasi saja, sementara tokoh dan ideologinya makin eksis," kata Analis Intelijen dan Keamanan, Ridlwan Habib saat ditemui Gatra.com di kawasan Setia Budi, Jakarta, Jumat (9/8). Setelah dibubarkan, Ridlwan menyebut wacana Khilafah yang merupakan misi HTI makin mengemuka bahkan mendapatkan banyak pendukung.

Disusul berita yang viral didunia sosmed dari Enzo Zenzs Ali yang dikaitkan dengan HTI, semakin memperkuat bahwa negeri zamrud khatulistiwa ini sedang dilanda demam HTI yang fenomenal dengan bendera tauhid serta ide khilafahnya.

Bahkan wacana dalam Ijtimak Ulama IV pun menegaskan secara tertulis bahwa Khilafah adalah ajaran Islam. Apa tidak semakin meradang para pembeci Khilafah mengetahui hal ini? Dan tuduhan pun bergulir lagi ke HTI bahwa semua Ulama yang hadir sudah terpapar HTI.

Hal ini semakin menegaskan bahwa khalayak terutama dari barisan penguasa, pendukung penguasa, dan seluruh simpatisannya serta para pemilik kepentingan akan kekuasaan tidak bisa berhenti memikirkan HTI. Bahkan dengan segala upaya berusaha menarasikan bahwa HTI organisasi terlarang, barang siapa yang telah berpartisipasi ataupun terpapar HTI maka harus dialienasikan, dipersepsikan, bahkan kalau perlu diberangus.

Sehingga bagi masyarakat yang masih berfikir lurus dengan menjunjung tinggi akal sehat, maka framing seperti diatas semakin membuat jenuh dan muak. Dan yang muncul adalah rasa simpati dan empati, serta penasaran level tertinggi untuk mencari tahu kenapa pemerintah dan sekutunya begitu getol mengejar HTI. Untuk itulah kenapa Ridwan Habib menyatakan setelah dibubarkan HTI makin eksis.

Kalau pun ingin HTI ini berhenti menginfeksi maka cukupkan membuat berbagai narasi negatif tentangnya. Stop! Jangan pernah ungki-ungkit HTI lagi. Kalau tidak, infeksi HTI akan terus menggurita. Wallahu'alam.[]

No comments:

Post a Comment

Adbox