Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Minggu, 14 Juli 2019

Pergeseran Hegemoni Rezim Minyak Bumi ke Bahan Tambang Lithium



by El Noerochim

Sudah ratusan tahun dunia sangat tergantung dari sumber energi minyak bumi dan turunannya. Meski ada isu kelangkaan tapi tetap saja masih ditemukan sumur sumur baru yang belum tereksplorasi dengan optimal. Hingga saat ini negara negara timur tengah masih bertengger di urutan pertama sebagai negara dengan cadangan minyak bumi terbesar. Karena itu tidak heran sejak puluhan tahun lalu negara negara raksasa adi daya seperti Eropa dan Amerika berusaha menguasai sumber-sumber minyak bumi tersebut melalui perusahaan kapitalis global. Shell, British Petroleum, Caltex, Total adalah beberapa nama perusahaan besar yang menguasai sumber minyak bumi di belahan seluruh dunia.
Demi penguasaan sumber-sumber minyak bumi tersebut segala daya upaya bahkan dengan tipu daya negara-negara kapitalis mengorbankan jiwa manusia melalui strategi perang.
Tak ayal lagi minyak  bumi menjadi komoditi ekspor yang sangat menggiurkan.
https://www.wsj.com/articles/norways-sovereign-wealth-fund-moves-toward-divesting-from-oil-gas-stocks-11552049960?redirect=amp#click=https://t.co/YVOXikAXD8

Meski saat ini minyak bumi dan gas masih menjadi pilihan utama sebagai sumber energi dunia untuk menggerakkan industri dan transportasi namun secara perlahan dan pasti di era sekarang ini (abad 21) ada pergeseran ke sumber energi alternatif baru yang terbarukan seperti pembangkit listrik sel Surya, angin dan gelombang laut. Hal ini tak lepas dari isu pemanasan global, pencemaran udara dan pencairan es di kutub bumi akibat penggunaan yang masif dari sumber energi dari bahan bakar fosil.

Tak lepas dari isu tersebut Eropa dan Amerika telah memutuskan dengan regulasi baru bahwa dimulai tahun 2030 diharuskan seluruh alat transportasi seperti mobil dan sejenisnya harus menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan tanpa emisi. Konsekuensi aturan ini tidak ada pilihan lain selain kendaraan listrik.

Komponen utama kendaraan listrik adalah baterai sebagai komponen penyimpan energi listrik. Sedang tipe baterai yang sekarang ini lazim digunakan adalah jenis baterai ion lithium.  Bisa dikatakan baterai lithium ini adalah nyawa dari kendaraan listrik. Maka tak heran orang-orang di seluruh dunia berlomba-lomba menciptakan dan mengembangkan baterai lithium yang terbaik. Bisa dibayangkan berapa besar kebutuhan akan baterai lithium ini jika populasi kendaraan dunia saja sekarang ini sudah mencapai angka milyaran. Belum kebutuhan untuk penyimpanan energi listrik yang  sifatnya stasioner.

Tak heran korporasi-korporasi dunia seperti  Mercedes Benz, BMW, Toyota, Tesla, Samsung, Panasonic, dan  lain sebagainya mengucurkan milyaran dollar untuk investasi pengembangan baterai ion lithium. Karena bisa dikatakan siapa saja yang menguasai teknologi baterai lithium maka dia akan menguasai dunia. Maka  negara-negara tempat korporasi dunia ini juga turut campur bagaimana memenangkan kompetisi ini. Termasuk China yang sekarang ini berusaha menghegemoni dunia dengan cara yang berbeda.

Jika korporasi dunia berkonsentrasi pada pengembangan teknologi baterai ion lithium, China memiliki visi lebih jauh bagaimana menguasai sumber-sumber bahan baku dari proses pembuatan baterai ion lithium. Tipe baterai ion lithium yang sekarang ini umumnya berbasis pada material utama dari Cobalt (Co), Ferrous (Fe), Nickel (Ni) dan Mangan (Mn) dan tentu saja bahan Lithium (Li) sebagai komponen utama. Dan luar biasanya bisa dikatakan saat ini China adalah penguasa tunggal akan bahan-bahan tambang tersebut. (Bersambung)
12/07/2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox