Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Wednesday, July 24, 2019

KAMI KEMBALI!!!



© Adam Syailindra
(Koordinator Forum Aspirasi Rakyat)

#Mahasiswa dimasa liburan tahun 2019 yang cukup panjang jangan sampai malah membuat penginderaan dan otot lemas, gairah juang loyo apalagi kelu lidah dan kram wujudkan perubahan. Ditambah dengan belaian uang saku dan empuknya kasur disudut ruangan dengan fokus game online tanpa harus mikirkan kondisi rakyat yang makin hari makin susah.

Fenomena sepinya arus pergolakan gerakan mahasiswa dalam upaya menentang kezaliman rezim kapitalis yang terus menggilas hak-hak rakyat, patut kita sorot. Mahasiswa hendaknya merekonstruksi kembali  identitas perjuangannya  sebagai penyambung lidah rakyat dan pengawal kebijakan. Bahwa yang harus disadari oleh mahasiswa tugasnya tidak hanya sekedar kuliah saja kemudian mendapat IPK maksimal.

Namun disisi lain tugas mulia mahasiswa lainnya adalah memperhatikan kondisi masyarakat dan situasi negerinya. Bagaimana pun ia juga hidup ditengah kerumunan rakyat yang sedang lapar, haus perhatian dan rasa perihnya kehidupan yang serba liberal. Oleh karena itu mahasiswa juga butuh membaca peristiwa yang masih hangat dan perlu disenggol lagi ke publik.

Beberapa catatan itu antara lain pasca pelaksanaan Pemilu serentak 2019, angka kematian dan kesakitan petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara)  terus meningkat dari hari ke hari. Korban meninggal dunia berjatuhan hingga menembus angka 600 jiwa lebih (rri.co.id). Cermati pula beberapa fenomena dimana Kalah saing dengan produk China, Industri semen RI terancam bangkrut (liputan6.com). Dirut RSCM Curhat: harus pulangkan pasien karena tak ada obat akibat piutang BPJS kesehatan (bizlaw.id)

PT Pos terancam bangkrut, gaji karyawan pinjam dari bank (tribunnews.com). Mirisnya lagi beberapa bank seperti BRI, MANDIRI, BNI masuk dalam 10 BUMN dengan utang terbesar (detik.com). Masalah hukum lainnya, dimana pemuda (pengamen jalanan) Tuntut Polda Metro Jaya Rp 746.000.000 karena salah tangkap dengan testimoni "saya disiksa, disetrum sampai disuruh ngaku".

Mirisnya lagi kelaparan di Indonesia perlu perhatian, persoalan kelaparan di Indonesia dinilai pada level yang serius (katadata.co.id). Bahkan ada sebuah fakta dimana warga  bertahan hidup makan daun': Kasus kelaparan di Maluku Tengah (bbc.com).
Disisi yang lain terdapat seorang anak sudah sepekan mengurung diri. Hanya bermain smartphone dan menonton televisi di kamar tidur. Tak ingin bertemu dan bermain bersama anak sebayanya, malu. Karena tidak diterima di sebuah sekolah di Balikpapan Utara (jpnn.com)

Apalagi yang masih panas adalah Proyek OBOR Siap Menerkam Indonesia dan Jokowi (law-justice.co). Bos Krakatau Steel Buka-bukaan Soal Kabar PHK 1.300 Karyawan (cnbcindonesia.com). Ancaman Kerja Sama OBOR, Aset KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Indonesia Bisa Dimiliki Tiongkok (idntimes.com). Proyek-proyek infrastruktur perdagangan yang merupakan bagian kebijakan "Belt and Road" China menghadapi rintangan besar karena sejumlah negara mulai mengeluh akan besaran lilitan utang (cnnindonesia.com).

Berbagai peristiwa sosial ekonomi hukum pendidikan kesehatan dan politik diatas menjadi sebuah masalah yang harus segera diselesaikan dan jangan sampai menjadi cerita tahunan yang malah menyesakkan ruang pikiran dan perasaan. Dan masalah fundamental atas keruwetan multi sektoral negeri ini karena masih dalamnya
cengkraman kapitalisme yang menyusahkan rakyat dengan makin kokohnya neoimperialisme. Hingga mengakibatkan rezim terperangkap jeratan maut investor asing aseng asong untuk merampok kekayaan negeri ini.

Maka sudah saatnya mahasiswa dan pemuda harus turun kembali mengangkat isu kekinian agar menjadi isu bersama rakyat untuk melakukan perlawanan  terhadap kapitalisme dan juga komunisme hingga tuntas seakar-akarnya. Jangan sampai mahasiswa dan pemuda teriak "Cabut Terorisme Seakar-akarnya" namun disisi lain kapitalisme, sekulerisme, liberalisme dan komunisme dibiarkan tumbuh subuh di Indonesia.

Oleh karena itu desain mahasiswa dan pemuda dalam melakukan perlawanan harus merujuk pada garis perjuangan insan mulia para tokoh dan ulama. Sadar bahwa dalam darah perjuangan mahasiswa pemuda mengalir semangat Umar bin Khattab, Muhammad al Fatih, Sultan Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, Syeikh Hasyim Asy'ari, KH Ahmad Dahlan, Jendral Sudirman dan auman Takbir Bung Tomo. Bersama-sama dengan keberanian dan ketulusan merobek-robek kontrak politik busuk kepada kekuasaan yang menindas. Inilah arus perjuangan mulia mengikatkan seluruh gerbong perubahan dengan dasar nilai Islam. Akhir kata kita katakan, KAMI KEMBALI..!![]

No comments:

Post a Comment

Adbox