Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Menyalinkode AMP
Menyalinkode AMP

Thursday, July 18, 2019

Islam dan Sanksi Tegas Untuk LGBT



dr. Muh. Amin
(Direktur Poverty Care)

Kemaksiatan LGBT merajalela. Melihat situasi yang mengerikan di tengah masyarakat akibat dampak perilaku LGBT ini, sudah seharusnya Presiden turun tangan. Itu pun kalau Presiden peduli terhadap nasib rakyat di negeri ini. Lihatlah, negara komunis Rusia saja melarang LGBT.

Maka dengan hak prerogatifnya, Presiden seharusnya bisa membuat Peraturan Pemerintah Pengganti UU atau sejenisnya untuk menangkal gerakan global LGBTI yang menebar bahaya di negeri ini. Tanpa campur tangan negara, gerakan ini sulit dihentikan. Sebab gerakan ini adalah gerakan global dengan dukungan global pula. Tujuan mereka sangat jelas, merusak generasi dan menghancurkan umat manusia. Gerakan ini tumbuh subur di sebuah negara yang mengembangkan prinsip kebebasan, prinsip liberalisme-sekularisme dan menjunjung tinggi HAM. Makanya, perkembangan LGBT ini tak bisa dilepaskan dari ideologi yang dianut. LGBT adalah buah dari kebebasan, buah dari prinsip memisahkan agama dari kehidupan.

Nabi Luth diperintahkan untuk menghentikan penyimpangan perilaku tersebut. Ini dijelaskan dalam Alquran surat Al A'raf [7]: 80-83. “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya).
(Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: 'Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?' Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: 'Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri.' Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikutpengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal tertinggal (dibinasakan).” Kaum Luth tak mengindahkan larangan itu. Dengan sombongnya mereka membangkang. Maka Allah menurunkan azab-Nya kepada mereka. Semua dibinasakan, kecuali para pengikut Nabi Luth yang tunduk dan patuh kepada perintah Allah.

Sanksi bagi perilaku LGBT menurut syariah Islam:

/Lesbian/
Lesbianisme dalam kitab-kitab fikih disebut dengan istilah as-sahaaq atau al-musahaqah. Definisinya adalah hubungan seksual yang terjadi di antara sesama wanita. Tak ada khilafiyah di kalangan fuqaha bahwa lesbianism hukumnya haram. Namun hukuman untuk lesbianisme tidak seperti hukuman zina, melainkan hukuman ta'zir, yaitu hukuman yang tidak dijelaskan oleh sebuah nash khusus. Jenis dan kadar hukumannya diserahkan kepada qadhi (hakim).

/Gay/Homoseks/
Homoseksual dikenal dengan istilah liwath. Imam Ibnu Qudamah mengatakan bahwa telah sepakat (ijma') seluruh ulama mengenai haramnya homoseksual. Hukuman bagi pelaku homoseks adalah hukuman mati. Hanya saja para sahabat Nabi SAW berbeda pendapat mengenai teknis hukuman mati untuk gay. Menurut Ali bin Abi Thalib ra, kaum gay harus dibakar dengan api. Menurut Ibnu Abbas RA, harus dicari dulu bangunan tertinggi di suatu tempat, lalu jatuhkan gay dengan kepala di bawah, dan setelah sampai di tanah lempari dia dengan batu. Menurut Umar bin Khaththab ra dan Utsman bin Affan ra, gay dihukum mati dengan cara ditimpakan dinding tembok padanya sampai mati. Memang para sahabat Nabi SAW berbeda pendapat tentang caranya, namun semuanya sepakat gay wajib dihukum mati.

/Biseksual/
Biseksual adalah perbuatan zina jika dilakukan dengan lain jenis. Jika dilakukan dengan sesama jenis, tergolong homoseksual jika dilakukan di antara sesama laki-laki, dan tergolong lesbianisme jika dilakukan di antara sesama wanita. Semuanya perbuatan maksiat dan haram, tak ada satu pun yang dihalalkan dalam Islam. Hukumannya disesuaikan dengan faktanya. Jika tergolong zina, hukumnya rajam (dilempar batu sampai mati) jika pelakunya muhshan (sudah menikah) dan dicambuk 100 kali jika pelakunya bukan muhshan. Jika tergolong homoseksual, hukumannya hukuman mati. Jika tergolong lesbianisme, hukumannya ta'zir.

/Transgender/
Transgender adalah perbuatan menyerupai lain jenis. Baik dalam berbicara, berbusana, maupun dalam berbuat, termasuk dalam aktivitas seksual. Islam mengharamkan perbuatan ini. Hukumannya, jika sekadar berbicara atau berbusana menyerupai lawan jenis, adalah diusir dari pemukiman atau perkampungan. Nabi SAW telah mengutuk orang-orang waria (mukhannats) dari kalangan laki-laki dan orangorang tomboy (mutarajjilat) dari kalangan perempuan. Nabi SAW berkata,"Usirlah mereka dari rumah-rumah kalian." Maka Nabi SAW pernah mengusir Fulan dan Umar ra juga pernah mengusir Fulan (HR Bukhari no 5886 dan 6834).

Jika transgender melakukan hubungan seksual maka hukumannya disesuaikan dengan faktanya. Jika hubungan seksual terjadi di antara sesama laki-laki, maka dijatuhkan hukuman homoseksual. Jika terjadi di antara sesama wanita, dijatuhkan hukuman lesbianisme. Jika hubungan seksual dilakukan dengan lain jenis, dijatuhkan hukuman zina.[]

No comments:

Post a Comment

Adbox