Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Kamis, 25 April 2019

Urgensi Kesadaran Politik Islam



Muhammad Ayyubi
(Direktur KOPI/ Komunitas Penjaga Islam, Bima )

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengaku sudah menelpon capres Prabowo Subianto menindaklajuti permintaan capres petahana Joko Widodo. Prabowo disebut sepakat bertemu hari Minggu ( 21/4/2019). LBP mengatakan bahwa Prabowo orang baik. “ Bagus, kita ketawa-ketawa nostalgia sedikit masa lalu, Pak Prabowo kan orang baik. Jadi saya hanya titip saja sebenarnya mau bilang jangan terlalu didengerin lah kalau pikiran-pikiran orang yang gak terlalu jelas basisnya. Karena Pak Prabowo orang rasional juga “

Politik adalah seni akan kemungkinan, bisa saja semua terjadi di sana. Tidak ada lawan atau kawan abadi yang ada hanyalah kepentingan yang abadi. Politik kapitalis tidak mengenal agama. Begitulah jargon politik kapitalisme yang sering tampak di lapangan. Partai A dalam satu waktu berkoalisi dengan partai B. tetapi dalam waktu yang lain bisa menjadi oposisi. Di satu tempat kerjasama tetapi di tempat yang lain mereka bermusuhan. Inilah fakta sejelas matahari bersinar dipagi hari.

Bukan tidak mungkin apa yang dilakukan LBP dengan mengunjungi PS dalam rangka deal-deal politik untuk kemudian melakukan kompromi-kompromi politik di masa akan datang. Dan indikasi seperti itu sangat kuat. Peristiwa bertemunya atau bahkan hanya sekedar menelpon dari dua pelaku politik dianggap sebagai peristiwa politik yang bisa mempengaruhi kondisi politik suatu Negara.

Pragmatisme politik seringkali terjadi di kontestasi pilkada. Mada Sukmajati, Pengamat Politik UGM mengatakan hal itu terjadi karena saat ini parpol tidak lagi memiliki basis ideologi yang jelas. “ ideologi parta politik saat ini memang nggak kuat, karena mereka hanya berorientasi kekuasaan, koalisi longgar yakni koalisi tidak ideologis. “

Bagaimana PKS dan Gerindra merapat ke PDI-P mengusung Saifullah Yusuf - Puty Guntur Seokarno Putri menjadi calon Gubernur Jawa Timur pada 2018 lalu. Padahal selama ini PKS dan Gerindra adalah musuh bebuyutan dalam pilkada Jakarta. Di Jawa Tengah Partai Demokrat pun memilih berkoalisi dengan PDI-P untuk mengusung Ganjar Pranowo menjadi Gubernur Jawa Tengah, padahal di elite pusat Partai Demokrat dan PDI-P  menyimpan dendam lama akibat SBY dipecat Megawati. 

Jika seperti itu model pengurusan urusan politik maka sudah bisa dipastikan bahwa kepentingan rakyat akan terabaikan. Karena bagi mereka adalah bisa berkuasa meski harus mengorbankan prinsip-prinsip kebenaran.  Rakyat hanya manjadi legitimasi kemenangan mereka, sementara hak-hak rakyat akan diabaikan begitu saja. Rakyat hanya jadi pijakan menuju kekuasaan yang sejatinya bukan untuk rakyat, tetapi hanya untuk kepentingan partai dan kepentingan pemodal.

PDI-P yang selama ini mengidentifikasi dirinya sebagai partai wong cilik tetapi dalam kenyataannya justru sering menindas wong cilik. Dalam kasus pabrik semen Kendeng Jawa Tengah misalnya, Gubernur Ganjar Pranowo dari PDI-P justru menelantarkan kepentingan mereka justru lebih memihak pengusaha semen tersebut. Justru rakyat yang menolak dikriminalisasi seperti yang menimpa Joko Priyanto.

Potret pengelolaan urusan rakyat dengan kapitalisme menjadikan rakyat hanya menjadi objek ekploitasi. Rakyat hanya diberi janji-janji kosong tanpa bukti. Maka bukan tidak mungkin jika praktek politik kapitalisme ini terus dilanjutkan maka rakyat akan kembali menjadi objek penipuan yang berulang. mendengar janji-janji yang jika ditagih justru rakyat akan didera penyebaran hoaks dan pelanggaran undang-undang.

Saatnya Rakyat Memiliki Kesadaran Politik.

Kesadaran politik adalah melihat fakta dan realitas politik dengan kaca mata ideologi tertentu. Apakah dengan ideologi komunisme, kapitalisme atau Islam. Banyaknya informasi politik atau data base tokoh-tokoh politik tidak serta merta dia akan sadar politik. Jika Tidak dikaitkan dengan sudut pandang ideologi tertentu. ( Muhamad, Muhammad Islmail, 1958 )

Dan pastinya sebagai seorang muslim tentunya sudut pandang melihat fakta-fakta politik tersebut dengan sudut pandang Islam. Boleh dan tidaknya sesuai dengan syariat Islam. Tanpa itu, maka seorang akan mudah dimanipulasi dan dibohongi oleh manufer-manufer politik yang seolah baik tetapi hakikat dari itu semua adalah kekalahan.

Sejarah membuktikan itu, bagaimana umat islam ini sebagai pemegang saham mayoritas bangsa ini justru menjadi bulan-bulanan politikus sekular kapitalis. Berkali-kali dibohongi dengan manufer politik yang rendah. Penentuan dasar negara umat islam kalah dengan kalangan nasioanalis kerena politikus islam lebih memilih husnudzan dengan fakta yang terjadi. Dan ketika tokoh-tokoh umat ini seperti Kasman Singodimejo  malah dikriminalisasi dan dipenjara.
Pada masa orde baru umat Islam lagi-lagi dimanfaatkan untuk memberantas paham komunis, tetapi ketika komunis telah hancur justru umat Islam yang ditendang. Bahkan banyak tokoh-tokoh Islam yang dipenjara kerena bertentangan dengan Orde Baru, padahal dulunya mereka yang turut memberantas komunisme di Indonesia. 

Kesadaran politik inilah yang akan menjadikan umat Islam akan meniti jalan politik yang khas, berdasarkan tuntunan Rasulullah. Umat akan selamat dari manufer-manufer politik komunis ataupun kapitalis. Dengan itu umat akan menjadi umat yang khas dan berbeda dengan umat yang lain.

Umat Islam juga akan memiliki agenda politik yang khas, yang dibangun dari pemahaman-pemahaman yang bersumber dari syariat Islam. Agenda mereka adalah bagaimana menjadikan syariat Islam terimplementasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Institusi yang dimaksud juga khas, perjuangan mereka adalah dalam rangka melanjutkan kembali kehidupan islami dengan teganya Khilafah Islamiyyah berdasarkan metode Rasulullah. Dengan kesadaran politik seperti ini umat Islam akan bangkit dan menjadi umat yang berdikari/ berdiri diatas kaki sendiri.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox