Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Jumat, 26 April 2019

ROMI TERUS BERKICAU, TAK ADA ASAP KALAU TAK ADA API



©Salman Fhar

Dunia politik praktis terlihat ibarat rimba yang penuh semak belukar korupsi. Korupsi seperti komposisi yang tak dapat hilang dari kue politik, laksana nada yang selalu muncul dalam lagu-lagu demokrasi, ibarat asin yang tak mungkin hilang dari asam garam nya dunia suksesi.

Seakan telinga rakyat ini sudah jenuh dengan kasus yang satu ini. Dan yang paling menyedihkan, pelaku kejahatan tersebut di antaranya adalah para kepala daerah yang terpilih secara demokratis oleh rakyatnya. Peneliti ICW Egi Primayoga menyebut, dalam kurun waktu 14 tahun, ada 104 kepala daerah yang tersandung kasus korupsi yang saat ini ditangani oleh KPK.

Tragisnya, ibarat kanker ganas, jika satu sel terdeteksi metaplasia, maka patut dicurigai sel disekitarnya sudah terkena, bahkan dia sudah metastasis ke organ yang jauh. Ini lah yang menyala terang benderang dengan tajuk sebut menyebut nama antarkoruptor yang sering kita dengar.

Fenomena sebut menyebut nama antar politisi (atau antar koruptor?) yang sama sama terlibat dalam suatu aksus korupsi bukan hal yang langka. Bahkan hal tersebut terjadi hampir di semua kasus korupsi besar. Sebagai contoh,  di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (22/3/2018), terdakwa kasus korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) Setya Novanto menyebut ada uang hasil korupsi yang mengalir kepada dua politisi PDI Perjuangan, yakni Puan Maharani dan Pramono Anung sebesar 500.000 dollar Amerika Serikat.

https://nasional.kompas.com/read/2018/03/22/11032021/kata-setya-novanto-ada-uang-e-ktp-ke-puan-maharani-dan-pramono-anung?page=all

Bahkan nama lainnya juga menyeruak sperti 7 anggota DPR lainnya bahkan dugaan aliran dana ke parpol dan kemendagri terdengar jelas dari sidang kasus tersebut.

https://www.google.co.id/amp/s/m.liputan6.com/amp/3397082/7-politikus-ini-disebut-setya-novanto-terima-uang-proyek-e-ktp

https://www.google.co.id/amp/s/nasional.tempo.co/amp/1079159/kata-setya-novanto-gamawan-fauzi-berperan-penting-di-kasus-e-ktp

Baru baru ini juga kasus suap politisi Bowo Sidik sebesar 8 miliar rupiah juga menyeret nama salah seorang menteri.

https://www.google.co.id/amp/s/nasional.tempo.co/amp/1197734/bowo-sidik-mengaku-mendapatkan-rp-2-m-dari-menteri-enggartiasto

Yang anyar pula adalah kasus korupsi dan dugaan jual beli jabatan di lingkup kemenag dengan tersangka Romahurmuzy. Muncul nama seperti menteri Agama RI dan juga diduga ada kaitan kasus tersebut dengan dana kampanye salah satu paslon.

https://www.google.co.id/amp/s/amp.suara.com/news/2019/03/21/153633/deretan-fakta-menag-lukman-hakim-terseret-kasus-rommy

https://www.google.co.id/amp/s/rmol.co/amp/2019/03/15/382177/https-hukum-rmol-co-read-2019-03-15-382177-gerindra-duga-ott-romi-berkaitan-dengan-dana-kampanye-jokowi

Jika mau jujur, kicauan sebut menyebut nama tersebut pasti memiliki motif dan memiliki goal. Tidak ada asap jika tidak ada api.

Polanya adalah:

Pertama, adanya politik saling sandera antar politisi yang menimbulkan kesan bahwa semua politisi adalah koruptor sebelum ada fakta yang membantahnya. Dan diduga hal tersebut sudah kronis bahkan sudah mapan didalam burokrasi maupun politik.

Kedua, semua proses politik yang memerlukan dana besar diduga uangnya dicomot dari uang negara dengan permainan korupsi yang sudah berulang kali. Termasuk  di dalamnya dana kampanye eksekutif maupun legislatif.

Ketiga, ada ketimpangan antara jumlah kasus korupsi dengan kemampuan aparat penegak hukum untuk menyelesaikannya.

Yang terpenting saat ini adalah adakah kesempatan bangsa ini untuk menyudahinya? Adakah metode yang terpercaya dan terukur yang dapat mewujudkan cita-cita pemberantasan korupsi negeri ini?

Jawabannya harus ideologis. Karena persoalan yang sistemik solusi nya ideologis. Islam menawarkan solusi berupa sistem pendidikan, sistem hukum, sistem ekonomi dan sistem sosial yang mampu menyelesaikan problem korupsi. Dan seruan tersebut sudah lama membisiki hati nurani dan sanubari segenap bangsa agar bertaubat dan kembali ke pangkuan Ilahiyah. Allahu a'lam.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox