Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Sabtu, 06 April 2019

Menolak Kriminalisasi Ulama dan Kriminalisasi Kepada Kyai Heru Elyasa



Mahfud Abdullah
(Direktur Indonesia Change)

“Apakah ulama ketika menyerukan suatu kebenaran kejahatan serius sehingga harus dikriminalisasi? Bagaimana, padahal anda melihatnya, apakah menyerukan amar ma’ruf nahi munkar layak mendapatkan hukuman berat? Anda menyaksikan bersatunya ulama, partai Islam ideologis dan ormas-ormas Islam menolak diam, mengatakan kalimat kebenaran secara konsisten, apapun resikonya. Sudah sepantasnya keluar pernyataan dari para ulama yang menegaskan bahwa permasalahan kaum Muslim adalah satu. Maka ulama tidak boleh menyajikan solusi yang kosong dari solusi Islami.” (Umar Syarifudin).

Eksistensi sosok ulama menjadi semakin strategis di negeri ini seiring dengan berbagai peristiwa yang mendiskreditkan ulama, baik secara hukum maupun sosial. Publik telah dibuat sadar dengan beragam bentuk penyerangan dan kriminalisasi terhadap ulama.

Saya mendapat kabar bahwa Kyai Heru Elyasa tengah menghadapi jerat UU ITE. Beliau adalah sosok ulama atau tokoh kaum muslimin yang lurus dan tegas dalam memegang prinsip-prinsip ajaran Islam. Perkembangan waktu demi waktu memperlihatkan tersebarnya fitnah menjadi semakin tersiar luas opini yang dibangun pihak tertentu dalam menyudutkan beliau untuk melakukan pencitraburukan terhadap beliau.

dalam kesempatan baik ini, kami mengingatkan kaum muslimin bahwa hal buruk apa yang saat ini dipaksakan secara zalim terhadap beliau dan kriminalisasi kepada para ulama dan aktivis Islam lainnya, itu semua adalah upaya pembungkaman terhadap perjuangan amar ma’ruf nahi mungkar  yang menjadi esensi pokok dalam ajaran Islam.

Kita tentu prihatin atas tantangan dakwah yang dialami umat Islam Indonesia. Pertama, kondisi dakwah di era reformasi, ruang dakwah umat Islam yang seharusnya luas, ternyata semakin sempit. Keterbatasan ruang dakwah tersebut, menurutnya, disebabkan oleh regulasi yang dilancarkan oleh aparat pemerintah. Penyempitan ruang dakwah, salah satunya adalah kriminalisasi ulama belum berakhir, ulama-ulama kita menjadi takut, jadi ruang dakwah terbatas. Padahal itu ruang ekspresi dakwah untuk menguatkan tauhid kita. Ulama kita berbicara di masjid dikriminalisasi. Ini suatu keprihatinan banyak aktivis Islam.

Efek UU Ormas bisa mengarahkan negara menjadi totaliter. Kita juga khawatir dengan UU ormas, yang dapat membubarkan Ormas tanpa proses peradilan.  Kalau mau membubarkan ormas ya silahkan, tapi harus melalui proses peradilan. Karena ini bertentangan dengan UUD 1945, kebebasan berserikat dna berkumpul pasal 28 UUD 45.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox