Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Jumat, 26 April 2019

Masyarakat Butuh Diskusi Sehat, Bukan Hegemoni!



Muhammad Ayyubi
( Komunitas Penjaga Islam )

Menteri Kordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menyebut generasi Muda lebih rentan terpapar paham radikalisme karena sebagian besar memiliki akses terhadap internet. “ Kita tahu generasi muda termasuk kaum yang rentan terhadap paham radikalisme. Banyak generasi muda kita terpapar paham radikalisme dan ujungnya aksi terorisme. Katanya, Rabu ( Merdeka.com 24/4/2019)

Namun dia mengakui tidak memliki data pasti jumlah generasi muda yamg telah terpapar paham radikalisme dan perbandingannya dengan generasi tua. Menurutnya, teknologi maju dapat memberikan kemudahan kelompok radikal melakukan rekrutmen dan membangun opini melalui dunia siber.

Apalagi pengguna internet di Tanah Air saat ini sebanyak 132 juta orang. Pengguna media sosial sebanyak 106 juta orang dan gawai yang tercatat sebanyak 371 juta.

Lagi-lagi rezim ini menyebar teror kepada rakyatnya. Dengan menstigmatisasi paham radkalisme sebagai sebab aksi terorisme. Sementara dia tidak tidak memiliki data untuk itu. tuduhan tanpa bukti yang lebih mengarah kepada framing agar rakyat merasa takut.

Paham radikalisme mana yang dimaksud Wiranto? Apakah Khilafah? Agaknya terlalu sulit untuk tidak mengatakan tidak. Karena fakta dunia politik dan hukum tiga tahun terakhir ramai dengan isu khilafah yang mengancam Nusantara. Dan klimaksnya adalah pembubaran HTI sebagai ikon pembawa isu Khilafah di Indonesia.

Khilafah oleh rezim ini digambarkan sebagai ancaman, memiliki ide radikal karena bermaksud untuk mendirikan institusi warisan Rasulullah yang akan menerapkan  Syariat Islam secara kaafah. Khilafah dimonterisasi seolah mengancam kenekaragaman suku di Indonesia. Padahal yang selama ini mencabik-cabik persatuan, perang antar suku, dan persekusi pengajian terjadi di negara demokratis. Khilafah di stigmatisasi sebagai negara intoleran, padahal selama ini penindasan, diskiminasi atas nama agama baik di instansi dan perusahaan, penindasan umat islam, dan pelarangan diskusi-diskusi dengan tema-tema politik islam justru terjadi di negara yang katanya menjunjung tinggi pancasila.

Tidak ada data dan fakta yang mengaitkan radikalisme dengan terorisme, dan terorisme yang dimaksud oleh penguasa rezim ini selalu mengarah kepada umat islam dan ajaranya. Begitu banyak kasus untuk itu. begitu mudahnya labelisasi teroris kepada aksi-aksi yang dilakukan umat Islam, sementara tidak untuk diluar Islam. Kasus Mall Alam Sutra tidak dikatakan aksi terorisme meski pelakunya menggunakan bom, apakah karena pelakunya kristen.

Apa yang salah dengan Khilafah, bukankah itu adalah ajaran Islam. Semua ulama Ahlus sunnah wal jamaah sepakat akan wajibnya khilafah. Al Haitsami dalam kitabnya Shawa’iqul muhriqah mengatakan “ ketahuilah bahwa para shahabat sepakat mengangkat imam/khalifah setelah berakhirnya masa kenabian adalah wajib, bahkan termasuk kewajiban yang utama. Ketika mereka lebih sibuk mengangkat khalifah dari pada mengubur jenazah Rasulullah “
Selama ini kasus terorisme yang ada selama ini bukan dalam rangka menegakkan Khilafah. Karena memang secara thariqah tidak ada metode menegakkan Khilafah dengan cara-cara pengeboman dan kekerasan. Khilafah adalah institusi politik, maka sudah barang tentu upaya menegakkannya juga harus dengan jalan politik. Yakni upaya penyadaran kolekstif akan urgensi khilafah dan bobroknya demokrasi.

Padahal selama ini ini para pedakwa khilafah adalah orang-orang yang shalih dan taat hukum. Bukankah banyak diantara mereka yang dulunya preman, artis, dugem menjadi orang yang baik. Yang dulunya minum-minuman keras, pencandu narkoba dans sebagainya menjadi pribadi-pribadi yang peduli dengan sesamanya.

Kenapa juga Wiranto tidak mempersoalkan banyaknya remaja yang terpapar kekerasan, pesta seks, LGBT, kecanduan games, bullying, perselingkungan dan pornografi karena terpapar media sosial dan gawai.? Apakah kebencian kepada ajaran islam menyebabkan dia terus-menerus menyerang ajaran Islam, ataukah bertindak karena memenuhi arahan dari sang Tuan AS.?

Ingatlah bahwa khlafah yang mereka halangi akan tetap berdiri karena itu janji Allah. Dan ingatlah bahwa upaya teror dan persekusi kepada pengusungnya tidak akan menyurutkan langkah mereka karena mereka berjuang bukan karena harta dunia. Mereka hanya mengharap kan surga seluas langit dan bumi. []

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox