Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Minggu, 21 April 2019

Kebutuhan Riil Umat Hari Ini Adalah Tidak Jatuh ke dalam Tipu Daya Barat dan Antek-Anteknya yang Tidak Bermoral!



Lukman Noerochim
(Staf Ahli FORKEI)

Pada hari Rabu, 17 April 2019, pemilu berlangsung, dilanjutkan huru-hara QC,media, klaim kemenangan, indikasi kecurangan sistematis dan massif. Aib telah terbongkar. Masyarakat makin sadar hakikat jatidiri pemimpin mereka.

Keterlibatan kaum muslimin dalam suksesi kekuasaan yang semakin meningkat menunjukkan capaian kesadaran dan arah baru. Sebagian melihat pemilu sebagai langkah penting dalam membangun kepercayaan dalam suksesi perubahan nyata.

Partai politik, kandidat dan ormas hari ini berlomba berpartisipasi dalam politik, baik ekstra parlemen maupun non parlemen.

Masyarakat hari ini pada titik sadar yang kuat, mereka menolak dipimpin pemerintah yang korup dan agen-agen internasional mengejar kepentingan mereka sendiri melalui pemilu. Barat biasanya menggunakan agen-agen mereka untuk menciptakan penampilan yang 'lebih maju' dan peradaban. Apabila tunduk pada tekanan asing, pemerintah menjadi munafik serta menutup mata terhadap kepentingan sebenarnya dari umat.

Sebagian dari umat telah menyadari mengenai kenyataan bahwa parlemen yang demokratis dan konstitusi buatan manusia tidak sesuai dengan Islam. Sistem ini semata-mata didasarkan pada sekularisme dan bermaksud menghilangkan Din dari urusan sehari-hari, dan itulah tepatnya yang ingin dilakukan oleh musuh-musuh Islam di dunia Islam.

Kebutuhan riil umat hari ini adalah tidak jatuh ke dalam tipu daya tipu daya Barat dan Antek-anteknya yang tidak bermoral! Mereka tidak memberikan apa pun kecuali janji kosong untuk umat.

Ada banyak bukti yang cukup bahwa selama kapuralisme diterapkan di Indonesia, tidak ada kemakmuran hakiki yang terjadi. Umat ​​tidak melihat kebangkitan dan kedamaian, tetapi hanya perpecahan dan kemiskinan. Lalu bagaimana Anda bisa percaya bahwa penguasa seperti itu, yang bertindak hanya untuk kepentingannya sendiri?

Rezim korup tentu hanya ingin merayu rakyatnya dengan kebebasan semu. Tetapi umat harus waspada bahwa ada begitu banyak kasus dimana kehormatan dan hak-hak mereka di bawah sistem sekuler.

Umat tidak akan pernah mendapatkan rasa hormat, status tinggi dan hak-hak yang diberikan Allah SWT kecuali mereka melepaskan diri dari pengaruh kolonialis ini dan agen-agen mereka yang menggunakan umat untuk agenda mereka sendiri. dan umat Islam hanya dapat dijamin status tinggi yang dia layak dapatkan melalui konstitusi Islam, termasuk hak untuk perlindungan, pendidikan, harta dan kesejahteraan, jaminan kesehatan, perlindungan atas kehormatan dan keamanan, serta tidak ada eksploitasi-penindasan terhadap manusia dan manipulasi yang akan terjadi. Tentu berbeda dengan transaksi demokrasi buatan manusia.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox