Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Jumat, 29 Maret 2019

Teror NZ dan Standar Ganda Pers Dan Politisi Sekuler di Barat


M. Nur Rakhmad, SH
(LBH Pelita Umat Korwil Jatim)

Umat ​​Muslim di seluruh dunia terbangun oleh berita mengerikan bahwa hampir 50 saudara dan saudari mereka, tua dan muda yang tengah melakukan ibadah Shalat Jumat telah dibantai dengan darah dingin hanya karena mengatakan Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasuulullah.

Teroris bangga dengan aksi kriminalnya dengan melakukan penembakan brutal terhadap jemaah dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat (15/3/2019). Teroris bersenjata itu dikonfirmasi bernama Brenton Tarrant (28), yang sebelumnya diketahui menulis manifesto setebal 73 halaman yang menyatakan niat jahatnya.

Fakta bahwa penyerang itu sendiri mengidentifikasi sasarannya karena Islam korban, membuat jelas bahwa kejahatan keji ini adalah efek yang tak terhindarkan dari perang para pemimpin sekuler Barat terhadap Islam, berkedok perang melawan teror.

Dari peristiwa ini kaum muslim telah memperhatikan standar ganda pers dan politisi sekuler di barat. dan kami melihat bagaimana mereka mati-matian berusaha menetralisir dari motif anti-Islam dari serangan itu, dan fokus pada platform media sosial yang menerbitkan propagandanya. Bisa jadi kegilaan individu dan kelompok sayap kanan mungkin telah “meradikalisasi” si pelaku.

Fakta telah bicara, semua korban yang dibantai adalah muslim. Tragedi ini sebagai hasil dari ideologi yang dipenuhi kebencian yang dianut bukan hanya oleh kelompok sayap kanan ekstrim tetapi oleh lembaga think tank, politisi dan media mainstream di Barat termasuk di NZ. Ideologi kebencian yang sama yang menghancurkan, menduduki dan membantai umat Islam saat ini di Palestina, Kashmir, India, Myanmar dan Cina.

Selain itu dalam Hukum yang berlaku secara internasional pelaku sudah dapat dikategorikan sebagai pelaku tindak pidana terorisme, berdasarkan International Convention for the Suppression of Terrorist Bombings
Pasal 2 ayat (1) ;

“Any person commits an offence within the meaning of this Convention if that person unlawfully and intentionally delivers, places, discharges or detonates an explosive or other lethal device in, into or against a place of public use, a State or government facility, a public transportation system or an infrastructure facility:(a) With the intent to cause death or serious bodily injury; or (b) With the intent to cause extensive destruction of such a place, facility or system, where such destruction results in or is likely to result in major economic loss.

Unsur-unsur tindak pidana  terorisme berdasarkan  International Convention for the Suppression of Terrorist Bombings pada pokoknya sebagai berikut (i)seseorang atau siapapun juga, (ii)melanggar hukum dan disengaja, (iii)meledakakan alat peladak atau alat yang mematikan lainnya (iv)terhadap tempat umum atau fasilita lainya, (v) dengan maksud menyebabkan kematian atau cidera atau perusakan tempat atau kerugian ekonomi yang begitu hebat.

Jelas ada kontribusi  dari sekulerisme di Barat atas meningkatnya Islamofobia di negara mereka. Dan sekularisme telah mengecewakan sebagian besar orang-orang miskin di dunia, sehingga mereka merasa kehilangan haknya. Sekularisme telah menghancurkan dunia setiap hari. Tingkat kejahatan selangit dan penghancuran kolonialis selalu dan akan selalu menjadi ciri dunia kapitalis liberal.

Sudah saatnya jari telunjuk kita menuding elit sekuler yang membawa kesengsaraan bagi dunia, sementara mereka sendiri menyalahkan kaum muslim yang tidak bersalah. Sekarang saatnya bagi umat Islam untuk berdiri untuk menunjukkan kepada dunia apa yang sebenarnya ditawarkan Islam.
Kita harus berdiri dengan percaya diri dengan konsep dan perjuangan penegakan syariah Islam dan mengungkap kebusukan ideologi sekuler yang korup ini di tingkat lokal, nasional dan global, kalau tidak elit kolonialis akan terus memimpin jalan menuju pembantaian di luar negeri, seperti itu dilakukan terhadap Muslim di New Zealand.

Semua itu menunjukkan bahwa umat membutuhkan pemimpin dan sistem yang bisa mengenyahkan penjajahan dan kezaliman Barat dan melindungi setiap tetes darah umat ini. Yaitu tidak ada yang lain kecuali Khalifah dan sistem Khilafah yang menerapkan syariah islam dan menegakkan kedaulatan syariah. Hanya dengan khilafah kehormatan dan darah umat akan terjaga.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox