Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Minggu, 17 Maret 2019

SERUAN PERSATUAN UMAT MEMBAHANA DARI BLITAR



Blitar-Jama'ah Ratibul Haddad "Al-Khair" Blitar menyelenggarakan Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW pada 10 Rajab 1440H, 17 Maret 2019. Nampak sekitar 700-an jama'ah putra-putri memadati lokasi acara.

Sebelum acara inti dimulai, jama'ah terlebih dahulu membaca dzikir Rotibul Haddad. Diiringi suara rintik hujan di luar gedung,  jamaah terlihat khusyuk melantunkan dzikir dengan dipimpin oleh Kyai Syamsul Huda. Setelahnya acara resmi dimulai oleh MC ustadz Wahyudin.

Diawali dengan lantunan ayat Al-Quran yg dibaca oleh Ust. Moh. Ikhsan. Kali ini beliau membacakan Surat At Taubah 123 - 129. Berikutnya sambutan oleh Kyai Syamsul Huda selaku shahibul hajjah sekaligus ketua Majelis Dikir & Ratibul Haddad "Al-Khair" Blitar.
Kyai Huda, sapaan Pengasuh Ponpes Khairul Ummah ini mengingatkan adanya peristiwa penting di bulan Rajab. Diantaranya adalah Isra' Mi'raj dimana dalam salah satu fragmen peristiwa tersebut Rasulullah menjadi imam shalat para nabi. Pelajarannya adalah Rasulullah akan menjadi pemimpin dunia. Kepemimpinan inilah yg diwariskan kepada umatnya, yg dikenal dengan Khilafah Islamiyah. Khilafah Islamiyah telah terbukti menguasai sebagian besar wilayah dunia. Khilafah pernah mencapai masa kejayaan. Selanjutnya, pada akhirnya mengalami kemunduran dan akhirnya runtuh, juga pada bulan Rajab.

Memasuki acara inti yaitu mau'idhoh hasanah dari beberapa ulama yang telah didaulat untuk menyampaikan nasehat-nasehatnya. Pada giliran pertama ada Ust Bisri Mustofa, yang juga menjabat Ketua LBH Pelita Umat Tulungagung. Beliau menguraikan ketimpangan di era rezim dzolim saat ini. Dalam bidang ekonomi yang semakin merosot. Di bidang hukum dan politik, UU ITE menjadi alat membungkam kebenaran. Beliau lantas memaparkan bahwa ada tiga pangkal persoalan keummatan saat ini, yaitu:
1. Penerapan ideologi kapitalisme
2. Syariat Islam diabaikan dalam kehidupan
3. Ketiadaan institusi global khilafah.

Oleh karena itu solusinya juga ada tiga, yaitu: 1) Mencampakkan ideologi sekulerisme; 2) Menerapkan Islam secara kaffah dalam kehidupan; 3) Menegakkan Khilafah Islamiyyah. Ustadz Bisri menegaskan bahwa tegaknya khilafah adalah janji Alloh. Lalu beliau mengakhiri ceramahnya dengan membaca puisi karya Prof. Fahmi Amhar, yang berjudul _"Islam yang dikehendaki musuh-musuhnya".

Mubaligh kedua yaitu Kyai Jufri Ali dari Blitar. Dengan suara beratnya yang khas beliau mengingatkan tentang hikmah Isra' Mi'raj. Peristiwa Isra' Mi'raj adalah fenomenal dan kontroversial. Fenomenal, karena belum pernah terjadi di masa nabi-nabi sebelumnya. Kontroversial karena perjalanan Rasulullah yang tidak biasa, mengingat sarana transportasi yang ada di masa itu.

Kyai Jufri mengingatkan tiga sikap yang berbeda menyikapi Isra' Mi'raj.  Kelompok orang kafir, tidak percaya, bahkan menganggap Rasulullah gila. Sebagian para sahabat, ragu. tetapi mengingat bahwa Rasulullah tidak pernah berbohong. Kelompok sahabat yang yakin dengan berita Isra' Mi'raj yang disampaikan Rasulullah. Keadaan ini juga berlaku pada saat ini, ada tiga kelompok yang dihadapi dalam dakwah. Untuk itu ulama sepuh ini mengingatkan saat ini umat berada di fase keempat, yang penuh dengan cobaan, oleh karena harus yakin janji terhadap Alloh dengan senantiasa berdakwah demi meraih ridho-Nya.

Menginjak pada ceramah ke tiga tampil Ustad dr. Moh. Ali Syafiudin yang menjelaskan peristiwa penting di bulan Rajab. Pertama, penaklukan Baitul Maqdis oleh Sholahudin Al Ayubi. Kedua, runtuhnya Khilafah Islamiyah. Beliau menuturkan hikmah Rasulullah menjadi imam Shalat para nabi di Baitul Maqdis, yaitu:
1. Rosul menjadi pemimpin seluruh dunia.
2. Ada peradaban baru
3. Kaum muslimin memimpin dunia.

Pelajarannya adalah bahwa untuk dakwah  mendapatkan janji Allah itu sangat berat, diantaranya Rasulullah dianggap gila, bahkan didzolimi oleh orang-orang kafir Quraisy. Dikisahkan Rasulullah pernah ditawari kedudukan harta wanita, tetapi ditolak dengan tegas. Dan teguh mengikuti jalan dakwah yang telah ditetapkan Alloh.

Saat ini ketika Khilafah Islamiyah belum tegak, seharusnya kita berjuang untuk menegakkan kembali dengan mengikuti jalan dakwah Rasulullah.

Kemudian tampil Ustadz H. Maryono, dari Tulungagung. Beliau mengajak jamaah untuk mememberikan kontribusi untuk tegasnya Khilafah Islamiyah. Khilafah Islamiyah adalah adalah sistem pemerintahan yang telah disyariatkan dalam Islam, yang saat ini tenggelam. Kewajiban umat untuk mengangkat sistem yang diwariskan Rasulullah. Kebenaran harus disampaikan walaupun mengalami kesulitan.

Tidak ketinggalan mubaligh ke lima, Ustad Mohammad Toha, dari Tulungagung, mengingatkan peran ulama sebagai Pewaris Nabi. Dengan tegas beliau mengingatkan bahwa keburukan yang terburuk adalah keburukan Ulama, dan sebaliknya kebaikan yang paling baik, kebaikan ulama. Perlu diperhatikan bahwa tugas Ulama terhadap Masyarakat:
1.  Sebagai panutan ilmu
2.  Sebagai panutan amal

Ulama memiliki tanggungjawab besar dan sangat berbahaya jika mereka menyembunyikan ilmu,
lebih-lebih menyampaikan yang bertentangan dengan ilmunya. Seseorang yang berilmu wajib mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ust. Drs. Abdul Muthi' naik ke mimbar sebagai penceramah terakhir. Ulama energik dari Malang ini menyampaikan tentang Masa Depan Khilafah di Tangan Umat Islam. Secara gamblang beliau jelaskan bahwa Amerika serikat adalah negara yang memiliki ideologi sekulerisme, yang memiliki sistem pemerintahan demokrasi. Begitu pula dengan Sovyet dulu dan China sekarang yang juga negara yang mengemban ideologi yang berusaha disebarkan di seluruh dunia. Ini menggambarkan bahwa setiap ideologi butuh diemban oleh inatitusi negara untuk menyebarluaskannya. Demikian pula dengan ideologi Islam yang sayang sekali saat ini tak ada satu pun negara yang mengembannya.

Saat ini umat berada di Mulkan jabriyatan, penguasa yang dzolim. Dan Rasulullah telah mengabarkan akan berdiri Khilafah. Maka, masa depan dunia ada di tangan Umat Islam. Jamaah diajak menguatkan tekad untuk berjuang demi tegaknya khilafah. Khilafah Islamiyah akan tegak oleh mereka beribadah dan taat kepada Alloh.

Dan untuk menegakkannya harus dengan dakwah yang mengikuti metode yang dicontohkan oleh Rasullullah, yaitu dengan berjamaah.

Acara diakhiri sekitar pukul 11.30 WIB dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh KH Shokib Usman, sekaligus mendoakan korban teror di selandia baru. Semoga suksesnya acara ini menjadi pertanda perjuangan menegakkan Syariah dalam bingkai Khilafah 'ala min hajinnubuwwah  segera mendapat nashrullah. (akb)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox