Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Minggu, 10 Maret 2019

PULUHAN ADVOKAT BERKOMITMEN SIAP BELA PARA ULAMA DAN AKTIVIS ISLAM, DEKLARASI LBH PELITA UMAT DAN ADVOKAT MUSLIM SE-JAWA TIMUR




Mojokerto- Ratusan peserta dari berbagai kalangan tumpah ruah menghadiri undangan kegiatan yang bertajuk "Deklarasi LBH Pelita Umat dan Advokat Muslim Jawa Timur Bela Ulama". Para tokoh masyarakat terutama kyai, praktisi hukum, akademisi, dan tokoh ormas  tampak antusias mengikuti jalannya acara. Turut dihadirkan sebagai pemateri utama yakni Ahmad Khozinuddin S.H selaku Ketua LBH Pelita Umat Pusat, dan Budi Harjo S.Hi Ketua LBH Pelita Umat Korwil Jawa Timur. (Ahad, 10/3/2019)

Sambutan pertama disampaikan oleh Kyai Joko Santoso, beliau sangat mengapresiasi usaha para advokat muslim yang tergabung dalam LBH Pelita Umat.
"Saya pernah minta bantuan LBH di Surabaya, di akhir-akhir mereka terkena Yuan atau dollar. Akhirnya kabur dan saya sempat kebingungan hingga bertemu advokat muslim yang menolong", ungkap Kyai Joko Santoso.

Kyai Joko Santoso dengan menukil sebuah hadist Rasulullah menjelaskan kondisi masyarakat yang kini jauh dari dakwah dan perbaikan. "Sejak dini Rasulullah memperingatkan kita tentang wanita-wanita yang rusak dan pemuda yang fasik, mereka meninggalkan jihad. Sekarang itu pun terbukti, banyak yang tidak mau berjuang. Kemudian Rasulullah menunjukkan sesuatu yang lebih buruk, yaitu orang-orang sudah tidak mau berbuat amar makruf nahi mungkar", tutur beliau di hadapan ratusan hadirin.

"Yang lebih dahsyat dari keburukan itu juga ada, yakni yang makruf dikatakan mungkar. Dan yang mungkar dikatakan makruf. Apa ini sudah terjadi jamaah? Oleh karena itu pentingnya dakwah amar makruf nahi mungkar", penjelasan disertai retorika pertanyaan dari Kyai Joko Santoso.

"Tsunami sudah terjadi di seluruh Indonesia, apa itu tsunami? Kemungkaran dikatakan sebagai kebaikan. Oleh karena itu kita wajib melakukan dakwah, mengubah hal-hal yang buruk menjadi lebih baik", lanjut Kyai Joko Santoso.

Selanjutnya Ahmad Khozinuddin S.H dalam kesempatannya, langsung menggemakan takbir dan semangat bersama para hadirin. "Misi kenabian adalah dakwah. Dakwah bila tidak konsisten dilakukan umat Islam. Maka akan ada musibah yang menimpa kita. Bala ada yang bersifat qauniyah seperti gempa bumi, tsunami, banjir dan lain-lain. Ada juga bala yang non qauniyah seperti kejahatan yang merajalela sekarang. Korupsi dan pembunuhan dianggap hal remeh saat ini", terang Ahmad Khozinuddin.

"Kita di LBH Pelita Umat bersatu untuk memberikan advokasi pada para ulama. Karena itu LBH Pelita Umat di sini akan mengadakan deklarasi untuk memberikan bantuan hukum pada para ulama yang mengalami kriminalisasi.", sambung Ahmad Khozinuddin.

Ahmad Khozinuddin menegaskan bahwa semestinya ulama yang beramar makruf nahi mungkar seperti Ustadz Heru Ilyasa tidak terkena kasus hukum.

"Kyai Heru Ilyasa yang kini terkena persoalan hukum karena melakukan dakwah amar makruf nahi mungkar di jejaring media. Kita siap mengawal beliau sepanjang proses hukum yang dijalani. Apa jamaah siap mengawal ustadz Heru Ilyasa?", Pertanyaan Ahmad Khozinuddin disambut dengan persetujuan dari semua peserta deklarasi.

Peresmian LBH Pelita Umat se-Jawa Timur ini sekaligus menetapkan sejumlah anggota yang akan mendapatkan mandat dan amanah untuk membela dan melayani urusan umat.

Di akhir kegiatan dilaksanakan pembacaan pernyataan sikap bersama dan prosesi tanda tangan oleh para advokat muslim. Kemudian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Kyai Makruf. (arh)

1 komentar:

Adbox