Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Jumat, 08 Maret 2019

Oh Palestina



Ilham Efendi
(Resist Invasion Center)

Israel, Negara Kriminal masih terus berdiri dan focus pada serangan politik dan militer di jalur Gaza, dalam eskalasi yg berulang terhadap saudara-saudara kita tanpa ada upaya balasan nyata dari Negara-negara tetangga Palestina termasuk Mesir.

Kita lihat peran rezim Mesir yang tidak lebih dari sebagai peran mediator antara entitas Yahudi dan otoritas Gaza untuk mengadakan gencatan senjata jangka panjang yang menjamin keamanan Yahudi; dan setelah presiden otoritas menegaskan pelepasan sebagian besar wilayah Palestina kepada Yahudi, maka tidak ada hak bagi rakyat Palestina untuk menuntut wilayah yang diduduki tahun 1948, atau pengembaliannya, dan bahwasannya yang bisa dilakukan rakyat Palestina hanya mengakui negaranya yang lemah di atas dokumen wilayah yang diduduki tahun 1967 dalam kapasitasnya sebagai anggota pengamat di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Lalu apa? Israel leluasa menyerang—setelah menyadari—bahwa rezim Turki, Qatar, Arab Saudi, Iran, Mesir dan lainnya berulang kali menegaskan bahwa peran mereka tidak lebih dari melakukan perang media dan membuat gerakan dana untuk dua otoritas di Gaza dan Ramallah. Sementara mereka tuli, bisu dan buta sehingga tidak mendengar teriakan meminta tolong dari para wanita dan orang tua, dari anak-anak dan pria yang tidak bersenjata, pada saat pesawat-pesawat pendudukan Yahudi membombandir mereka dengan berbagai senjata dan rudal jenis baru.

Israel hingga kini merasa aman dari sanksi sehingga ia terus melakukan pembunuhan. Sudah berapa banyak pemimpin yang diterjang oleh tangan terorisnya. Sejak dari Abu Jihad, Syaikh Ahmad Yasin, Komandan Syaikh Rantisi dan para syahid lainnya. Namun, apakah para penguasa itu mengirim pesawat-pesawat mereka untuk membunuh para pemimpin entitas Yahudi ini agar mereka tidak melakukan kejahatannya lagi; atau pesawat-pesawat para penguasa busuk ini hanya untuk membombandir rakyatnya sendiri seperti yang terjadi di Irak, Afghanistan, Suriah, Pakistan dan yang lainnya?

Kita perlu jujur bahwa rezim-rezim boneka Amerika dan Barat itu ada hanya untuk melindungi Israel, dan untuk melakukan konspirasi terhadap rakyat, seperti berbagai pembentukan koalisi yang dengan jelas dibuat oleh Amerika dan Eropa untuk dijadikan alternatif bagi rezim penjahat Assad dalam mempertahankan kepentingan Barat dan Israel. Jadi, bagaimana mungkin rezim-rezim yang melakukan konspirasi terhadap rakyatnya sendiri ini akan mengirim tentaranya untuk membebaskan Palestina, menolong warga Gaza atau kaum Muslim lainnya yang sedang meminta tolong?[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox