Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Sabtu, 09 Maret 2019

Mental Kader-Kader Mahasiswa Pejuang, Membaralah!


Adam Syailindra
 (Forum Aspirasi Rakyat)

Organisasi mahasiswa perlukah berkonsolidasi kembali setelah 20 tahun reformasi? Gerakan mahasiswa diperlukan untuk amar ma’ruf nahi mungkar, mengawal dan mengontrol agenda pemerintahan, termasuk mengawal pelaksanaan agenda perubahan. Kalau kader-kader perubahan memiliki mental yang lemah, maka gerakan mahasiswa redup.

Pada hari ini kaum mahasiswa perlu mewaspadai kian sempitnya ruang ekspresi kritis di lingkungan kampus. Mulai dari pembubaran Ormas tanpa proses hukum, kriminalisasi ulama dan habaib, upaya menghalangi akivitas pengajian, hingga tuduhan terorisme terhadap gerakan Islam. Perlu diketahui bersama, bahwa yang menjadi korban persekusi dan kriminalisasi rezim tersebut adalah mereka yang selalu kritis juga lantang terhadap kebijakan neoliberal dan kezaliman rezim terhadap rakyat Indonesia.

Anehnya lagi, ada mantra yang digunakan rezim untuk mematikan politik dan upaya pembungkaman gerakan mahasiswa Islam yakni disebarkan isu radikalisme, makar, pemecah belah, melawan ideologi, anti kebinekaan, terorisme dsb. Sungguh sangat memalukan, jika ada gerakan mahasiswa Islam atau kelompok Islam pada umumnya, justru merelakan diri ikut menjadi bagian propaganda rezim zalim tersebut dan mengarahkan serangannya kepada sesama gerakan mahasiswa Islam atau umat Islam yang lantang menentang segala bentuk kezaliman rezim hari ini.

Tentu tidak kita inginkan adanya aktivis mahasiswa yang menjadi jongos atas rezim ataupun mafia-mafia jahat.
Tidak kita inginkan, aktivis yang berkompromi dalam menguliiti rakyat dan kekayaan alam negeri ini dengan sadis secara gesit dan gradual. Menyadari persoalan ini adalah sebuah keharusan ditengah kondisi bangsa yang semakin rapuh dan melemah tajam.

Sebab di tangan mahasiswa tersimpan arah pembangunan suatu bangsa, maju atau semakin terjatuh kedalam jurang kehancuran yang paling dalam. Mendialogkan berbagai polemik negeri ini yang kian meruncing, baik dari segi konsep sistem bernegara maupun karakter tangguh nan ideal dari seorang pemimpin masa depan bangsa. Islam adalah pemikiran sempurna lagi paripurna yang dapat membangkitkan manusia dari kehinaan yang sangat rendah menuju kedudukan yang mulia dan tinggi.[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox