Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Jumat, 29 Maret 2019

Kaum Pejuang Akan Saling Tolong Menolong Untuk Menghancurkan Kepemimpinan Rezim Busuk


Aminudin Syuhadak
(Direktur LANSKAP)

Situasi masih sangat sulit membayangkan bahwa ada seorang pemimpin yang mengkhianati rakyatnya sendiri dan lebih penting lagi adalah adanya pemberangusan sikap kritis kepada penguasa. Orang-orang makin berani turun ke jalan melawan penindasan. Jumlah warga yang masuk ke penjara akibat jerat UU ITE saat ini meningkat, menurut sebagian pengamat, mereka diperlakukan agar bisa mengintimidasi suara protes masyarakat. Namun gagal.

Umat seakan dikondisikan oleh rezim untuk menemui jalan buntu. Neoliberal yang diterapkan telah menjerat rakyat dalam kemiskinan. Atas semua kerusakan dan keulitan ini, Alhamdulillah, masih ada harapan, hal ini mengingatkan kita pada hadis Nabi Muhammad SAW di mana beliau mengingatkan bahwa selalu ada “kebaikan” di dalam setiap situasi bagi seorang Muslim.

Ketakutan yang mendominasi umat Islam akhirnya telah dapat dipatahkan. Banyak masyarakat yang mengatakan 2019 ganti presiden. Perubahan ini tidak datang dari manapun. Orang – orang muak dengan kemiskinan dan menjadi demikian karena rezim Jokowi dan pendukung setianya dianggap menikmati gaya hidup mewah sementara rakyat banyak tidak dapat membeli beras- subhanallah.

Korupsi juga luar biasa merajalela. Orang – orang menghabiskan seluruh waktu hidupnya untuk menabung untuk membeli rumah. Rezim kapitalis demokrasi dan pengikutnya berlaku layaknya mafia yang mencari uang untuk mendapatkan perlindungan. Mereka mengintimidasi, memenjarakan siapa saja yang ‘berani mempertanyakan’ perlakuan mereka. Ada semacam hantu tersendiri bagi masyarakat atas yang dinamakan “aparat” akan memenuhi jalan – jalan dan orang yang berani memprotes sistem dan mengkritik pemerintah akan ‘diciduk’. Tidak adanya rasa tanggung jawab dan juga kesombongannya yang busuk yang menyebabkan rakyat turun ke jalan.

Umat di Indonesia memang harus membayar dengan harga yang tinggi, namun mereka siap untuk mengorbankan semuanya agar bisa hidup bermartabat. Rasa saling tolong menolong mereka dengan satu sama lain mengingatkan saya akan kaum Muahjirin dan Ansar dan juga rasa cinta yang mereka miliki satu sama lainnya. Orang – orang yang berada di wilayah yang bebas akan membuka pintu rumahnya bagi orang – orang yang datang dari kota yang jauh.

Kaum pejuang dan perubahan saling bersaudara, saling bertemu, di antara mereka adalah orang – orang yang tidak mempunyai apa – apa, tetapi mereka mau memberikan apa – apa yang mereka miliki ketika bertemu orang – orang yang lebih buruk kondisinya. Persatuan mereka, keprihatinan mereka satu sama lain, kemurahan hati mereka ketika mereka tidak punya apa-apa, dan martabat mereka benar – benar menjadi sebuah inspirasi.

Kita begitu sedih ketika suatu hari harus meninggalkan dunia ini, sementara kondisi umat ini masih dalam keadaan nestapa akibat kepemimpinan dan system yang rusak. Namun kita telah bergembira, ketika menemukan cinta umat yang tinggi kepada Islam dan keimanan mereka yang tak tergoyahkan kepada Allah SWT meninggalkan saya kepada kerinduan untuk ada di antara mereka  karena mereka mengingatkan Anda kepada sahabat dan surga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox