Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Senin, 18 Maret 2019

ISRA' MI'RAJ NABI "TEGUHKAN KHILAFAH SEBAGAI AJARAN ISLAM



SUMENEP. 17/3/2019. Semangat dan gelora perjuangan menyelimuti acara peringatan Isra' Mi'raj nabi di DKM At-Thoyyibin kecamatan Lenteng Sumenep. Kibaran Liwa dan Rayah yang diiringi oleh shalawat kepada  Rasulullah SAW semakin mengobarkan semangat perjuangan. Para ulama, asatidz, dan 300 kaum muslimin yang hadir begitu khidmat dan khusuk mengikuti rangkaian acara.

Acara dimulai dengan Kata sambutan yang disampaikan oleh K. Nuruddin selaku ketua Takmir Masjid Atthayyibin kecamatan Lenteng. Beliau menyampaikan betapa penting dan wajibnya kaum muslimin selalu mengikuti Sunnah Rasulullah dan mengambil metode perjuangannya dalam menegakkan Islam.

Kemudian acara dilanjutkan dengan Kalimat pembuka disampaikan oleh Pengasuh MT Uyunul Ummah Ustadz Abu Fahri. Beliau menyampaikan beberapa peristiwa yang terjadi di bulan rajab.

"Selain peristiwa Isra' Mi'raj nabi. Bulan Rajab telah menjadi saksi sejarah berbagai peristiwa yang dialami oleh umat Islam. Pembebasan Palestina oleh Shalahuddin Al Ayyubi dari tangan kaum salib terjadi di bulan Rajab." tegas Abu Fakhri.

"Demikian pula bulan Rajab telah terjadi peristiwa besar yakni runtuhnya khilafah Islamiyyah di Turki pada tanggal 28 Rajab tahun 1342 H. Bertepatan dengan tanggal 3 Maret 1924 M. Sejak saat itu hingga hari ini umat Islam tak lagi memiliki perisai yang bisa melindungi jiwa dan kehormatan nya. Peristiwa terbaru adalah pembantaian umat Islam oleh kafir teroris di Selandia baru. Kaum muslimin disana ditembak dengan sadis saat mereka melaksanakan shalat Jum'at. Lanjutnya.

Usai Kalimat Pembuka, Acara dilanjukan dengan Kalimah Minal Ulama Wa Zu'ama. Kesempatan Pembicara Pertama kali disampaikan oleh KH. Ahmad Daniji Pengasuh MT Al-Hidayah Marengan Sumenep. Dalam Pidatonya Beliau menyampaikan bahwa tidak adanya khilafah maka berbagai problem selalu menimpa kaum muslimin hingga saat ini
"oleh karenanya, mari umat bahu membahu menegakkan khilafah - agar syari'ah Allah kembali bisa diterapkan di bumi  secara kaffah" ajak beliau kepada hadirin.

K. Rosyidi Harits, pengasuh MT Sabilal Muhtadin sebagai Pembicara kedua mengajak seluruh hadirin utk  berbuat dan berjuang. "mari kita berbuat dan berjuang demi kebaikan dan kemuliaan Islam. Syariah Islam harus menjadi landasan bagi pribadi, keluarga maupun negara. Dengan demikian, Allah akan menurunkan barokahnya dari langit dan bumi". Jelas K. Rosyidi.

Berkesempatan pula K. Baijuri, pengasuh pesantren Ar-Rahwini. Beliau menghimbau "umat Islam selalu mengkaji Islam dalam halqah-halqah.Maka  Menurutnya, Islam akan dipahami sebagai ideologi yang utuh jika umat kembali mengikuti halqah yang dilaksanakan oleh para asatidz di Hizbut Tahrir. Berbagai ideologi lain seperti komunisme dan kapitalisme akan mampu kita bendung pengaruhnya jika kita memahami Islam sebagai ajaran yang total". Pungkas Beliau K. Baijuri.

Acara ditutup dengan doa oleh KH.Mohammad Nur Hasyim, BA. Semoga Allah senantiasa mempercepat pertolongannya dengan tegaknya syari'ah dan khilafah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox