Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Senin, 25 Maret 2019

Hizbut Tahrir Sama Dengan Gagasan Komunis Internasional, Benarkah?



Oleh : Achmad Fathoni
(Direktur el-Harokah Research Center)

     Sebagaimana diberitakan di laman CNN Indonesia, Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama’ (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyebut organisasi yang mencita-citakan khilafah, seperti Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslimin, tak beda dengan gerakan komunis internasional yang menghendaki rezim tunggal di dunia. Menurutnya, gerakan yang bercita-cita tentang khilafah itu tergolong gagasan baru yang sedang dipaksakan pada dunia Islam. “Jadi mereka sama dengan gagasan komunis internasional yang memungkinkan satu rezim komunis untuk satu dunia,” ujar pria yang akrab dipanggil Gus Yahya, di sela-sela Musyawarah Nasional Alim Ulama’ dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama’ (NU), di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat, Kamis (28/2). https://m.cnnindonesia.com/nasional/20190228172008-32-37-3553/pbnu-hizbut-tahrir-sama-dengan-gagasan-komunis-internasional).

     Tentu saja, pernyataan tersebut patut dikritisi dan dibantah secara proporsional, pasalnya pernyataan tersebut ditengarai sangat tendensius dan tanpa dasar yang memadai. Maka, sejatinya pernyataan tersebut tidak layak diambil oleh kaum muslimin yang masih jernih dan objektif dalam menilai sesuatu. Bahkan pernyataan tersebut sangat bertentangan dengan dasar filosofis, historis, dan empiris. Dengan penjelasan sebagai berikut.

     Pertama, menyamakan Islam dan ideologi komunisme jelas merupakan tindakan yang gegabah. Karena secara dasar filosofis Islam dan komunisme jelas-jelas bertentangan secara diametral. Dalam Islam, kewajiban menegakkan sistem khilafah, telah diwajibkan oleh Allah SWT melalui banyak ayat Al-Qur’an, juga melalui ratusan hadist yang menjelaskan wajibnya keberadaan khilafah. Dan telah dituliskan dalam ribuan kitab oleh banyak ulama’ antara lain. 1)Imam Al-Qurtubi menjelaskan: “Tidak ada perbedaan pendapat mengenai wajibnya perkara itu (yakni kewajiban khilafah) baik di antara umat maupun di antara para imam, kecuali pendapat al-Asham –yang tuli (Arab: “asham”=tuli) terhadap syari’at dan siapa saja yang mengambil dan mengikuti pendapatnya” (Lihat: Imam al-Qurthubi dalam kitab “Tafsir al-Qurthubi” Juz I halaman 264). 2)Syaikh Abdurrahman al-Jaziri (w. 1.360 H) menyebutkan, “Para imam mazhab yang empat [Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad] telah sepakat bahwa Imamah [khilafah] itu fardhu, dan bahwa kaum muslimin itu harus mempunyai seorang Imam (khalifah) yang akan menegakkan syiar-syiar agama dan menolong orang yang dizalimi dari orang zalim” (kitab “al-Fiqh ‘alaa Madzahib al-Arba’ah” 5/366). Dan tentu masih banyak kitab para ulama’ yang menjelaskan wajibnya menegakkan khilafah Islamiyah.

     Sedangkan ideologi komunisme memandang bahwa alam semesta, manusia, dan hidup adalah materi. Bahwa  materi adalah asal dari segala sesuatu. Melalui perkembangan dan evolusi materi benda-benda lainnya menjadi ada. Di balik alam materi tidak ada alam lainnya. Penganut ideologi ini mengingkari penciptaan alam ini oleh Zat Yang Maha Pencipta. Agama dianggap sebagai candu yang meracuni masyarakat dan menghambat pekerjaan (Taqiyuddin an-Nabhani dalam buku “Peraturan Hidup dalam Islam” hal. 54). Tentu saja, ideologi komunis yang anti Tuhan dan anti agama jelas-jelas bertolak belakang dengan Islam sebagai agama tauhid (mengesakan Allah SWT sebagai Zat yang Maha Pencipta dan Maha Penagtur). Menyamakan Komunisme dan Islam merupakan tindakan yang gegabah, tanpa dasar, dan sangat berbahaya bagi tatanan kehidupan umat manusia yang beradab.   

     Kedua, secara historis sistem khilafah yang telah mempimpin dunia selama 13 abad lebih dengan  mengantarkan umat maunusia ke dalam keadilan, kedamaian, dan kebahagiaan yang tiada tara. Bahkan telah menyinari manusia dengan cahaya Islam menuju peradaban manusia yang paling beradap sepanjang sejarah umat manusia. Fakta sejarah tersebut dapat dilihat dari pengakuan jujur dan objektif sejarawan Barat, antara lain.

1. Gustave Lebon (Filsuf dan Sejarawan Perancis), menyatakan dengan jujur dan objektif bahwa Islam adalah agama berkemajuan dan peradaban terbesar. Islam adalah solusi problematika manusia dan rahmat bagi alam semesta. Kekhilafahan Islam adalah institusi pemersatu berbagai umat dan bangsa sedunia. Lebih lanjut Gustave Lebon berkata, “Sesungguhnya pengaruh kemajuan Kaum Muslimin di Barat sangat besar sekali dalam bidang ilmu, sastra, dan budi pekerti. Pada abad VII Masehi, Kaum Muslimin berbondong-bondong pergi meninggalkan Jazirah Arab untuk mendirikan sebuah kerajaan besar (Kekhilafahan) yang perbatasannya satu dengan yang lain terbentang jauh. Maka kemajuan pun ikut bersama mereka, kemana pun mereka pergi, atau peradaban ikut menyertai mereka kemana mereka menuju. Dampak kemajuannya tidak hanya dinikmati oleh Timur, namun pengaruhnya di Barat juga tidak kalah penting dan pesatnya”.

2. Terlebih dalam sejarahnya Khilafah telah berhasil menyatukan berbagai agama dan bangsa dalam satu kesatuan institusi negara, yang telah melindungi mereka dan menyejahterakan semua umat manusia. Data historis menjelaskan bahwa Kekhilafahan Utsmaniyah sebenarnya sangat heterogen dalam agama, bahasa, dan struktus sosial. Karena keyakinan sultan dan penguasa elite, Islam menjadi agama yang dominan. Namun, gereja Yunani dan Orthodok Armenia tetap memegang peran penting dalam struktur politik Kerajaan (baca: Kekhilafahan) dan mengatur populasi Kristen yang besar. Bahkan, melebihi jumlah Muslim di banyak daerah. Selain itu, ada Yahudi Utsmaniyah dengan populasi yang substansial. Colin Imber dalam The Ottoman Empire, 1300-1650 mengatakan, setelah bangsa Yahudi diusir dari Spanyol pada 1492 M, mereka bermukin di Thessaloniki dan membuat kota ini sebagai polulasi Yahudi terbesar di dunia. “Di luar kelompok-kelompok utama ini, terdapat sejumlah besar komunitas Kristen, seperti Maronit, dan Druz, dari Lebanon,” tulisnya.

     Sedangkan ideologi komunisme sejak munculnya dalam perpolitikan dunia, telah membuat kesengsaraan dan penderitaan terhadap umat manusia. Dalam lintasan sejarah dunia, banyak rezim yang berpaham ideologi Sosialisme/Komunisme telah menumpahkan darah umat manusia yang tidak terhitung banyaknya. Joseph Stalin (Rusia) telah membunuh 20 juta manusia, termasuk 14,5 juta yang mati kelaparan. Mao Tse Tsung (Cina) telah membunuh 14 – 15 juta manusia. Benito Mussolini (Italia) telah membunuh 400 ribu manusia. Pada tahun 1975-1979 di Kamboja, Partai Komunis Kmer Merah telah menewaskan 3 juta nyawa manusia. Di Indonesia pada tahun 1948 dan 1965, Partai Komunis Indonesia (PKI) telah membunuh para ulama’ dan umat Islam secara keji dalam jumlah juta-an orang. Dengan melihat fakta itu cukup sudah menunjukkan bukti bahwa ideologi Sosialisme/Komunisme tidak layak diambil dan diterapkan untuk semua manusia. Karena memang ideologi itu merupakan sumber kerusakan dan kesengsaraan bagi umat manusia.

     Ketiga, secara empiris umat manusia saat ini menghadapi persoalan dan krisis multi dimensioanal. Hal itu disebabkan oleh penerapan ideologi buatan manusia baik ideologi kapitalisme dan Sosialisme/Komunisme. Secara faktual telah tampak kebobrokan kedua ideologi tesebut. Korupsi semakin menggila. Sumber daya Alam (SDA) yang melimpah justru diberikan kepada asing dan aseng, sementara sebagian besar masyarakat hidup dalam kesengsaraan. Krisis moral dan kemanusiaan sudah tak terhitung lagi banyaknya. Sebagai contoh, Perang dunia pertama, telah merenggut korban jiwa 17 juta orang. Perang dunia kedua, telah menewaskan 50-55 juta manusia. Bom Atom Hirosima-Nagasaki telah membunuh 200 ribu jiwa. Perang Vietnam membuat 5 juta jiwa menjadi korban. Perang Irak telah menewaskan lebih dari 12 juta nyawa manusia. Dan tentu masih banyak lagi yang lain. Semua penderitaan itu bukanlah disebabkan oleh Khilafah Islamiyah dan ideologi Islam yang diembannya.

     Dengan demikian, menyamakan Hizbut Tahrir dengan Komunisme internasional jelas merupakan tuduhan keji dan tanpa dasar. Yang menunjukkan penuduhnya adalah orang yang phobia Islam, namun justru pro terhadap ideologi komunisme. Khilafah Islam yang diperjuangkan Hizbut Tahrir dan juga kaum muslimin yang lain, yang akan membawa rahmatan lil-‘alamin bagi seluruh umat manusia. Itulah satu-satunya jalan untuk membangun peradaban umat manusia yang beradab di masa mendatang. Sedangkan ideologi komunisme yang jelas-jelas berbahaya bagi umat manusia harus segera dienyahkan dari muka bumi ini. Termasuk juga di dalamnya para pendukung ideologi komunisme harus segera diganyang sampai habis, karena itu sumber mala petaka dunia. Waspadalah! Wallahu a’lam. []

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox