Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Selasa, 26 Maret 2019

EggBoy, Harusnya Semua Belajar Darimu


Endah Sulistiowati
(Dir. Muslimah Voice)

Tragedi di Masjid An-Nur New Zealand menyisakan kesedihan yang luar biasa, dan menjadikan permasalahan New Zealand ini menjadi permasalah internasional. Saat artikel ini ditulis ada 50 orang meninggal dalam tragedy tersebut.

Bersamaan itu tragedi New Zealand juga memberikan pelajaran berharga bagi dunia. Nama Will Connoly tiba-tiba menjadi sangat viral di dunia karena aksinya yang menimpuk kepala Senator Australia Fraser Anning dengan telur. Remaja 17 tahun tersebut bahkan mendapatkan julukan EggBoy atas aksinya pada Sabtu (16/3/2019).

EggBoy menjadi trending topik dunia atas aksi beraninya menimpukan telur mentah ke kepala Fraser Anning atas pernytaannya. Karena dalam pernyataannya, Anning justru menyalahkan Muslim imigran atas terror yang terjadi di New Zealand tersebut.

Ketakutan terhadap Islam secara berlebih, atau biasa disebut Islamphobia menjadi sebuah trend dinegeri-negeri Barat  meliputi Eropa, Amerika dan Australia. 18 tahun pasca peristiwa 911 di tahun 2001, Islam dan umat Islam menjadi bulan-bulanan media Barat. Disudutkan. Stereotyping. Generalisasi. Dan juga Framing.

 Laporan 25 negara anggota Uni Eropa yang dipresentasikan di depan parlemen Uni Eropa di Brussles merekam jejak Islamphobia di berbagai negara di Eropa sejak 2015. Hasilnya sungguh mengerikan. Usai insiden Charlie Hebdo, sentiment anti Muslim di Prancis naik 500%. Korbannya 75% adalah peremuan, karena hijab yang dikenakan. 

Apa yang terjadi di Amerika tidak jauh beda dengan yang terjadi di Eropa. Seperti diketahui, setelah peristiwa 911, kebencian terhadap Muslim berupa serangan fisik meningkat. Serangan fisik itu berupa pemukulan perorangan, penyerangan organisasi Islam, dan penyerangan tempat ibadah.

Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Tidak ada perselisihan tentang ini. Hujah Islam yang memuaskan akal dan menentramkan jiwa, membuat Islam sangat mudah dierima oleh semua orang dengan latar belakang apapun. Bahkan menurut laporan yang dirilis oleh Pusat Riset Pew (29/11/2017) jumlah penduduk Muslim di Eropa akan terus naik dalam tiga dasawarsa kedepan, meskipun negara-negara Eropa menutup perbatasan untuk migran dan pengungsi.
Laporan itu mempertimbangkan tiga skenario: tidak ada migrasi antara 2016 dan 2050; migrasi medium, di mana arus pengungsi berhenti tetapi migrasi berlanjut karena alasan lain; dan migrasi tinggi, di mana laju arus migran antara 2014 dan 2016 berlanjut dengan komposisi agama yang sama.

1). Menurut skenario pertama, populasi akan terus bertumbuh karena Muslim rata-rata 13 tahun lebih muda daripada warga Eropa lain dan memiliki tingkat kelahiran lebih tinggi. Kajian itu memroyeksikan populasi Muslim dapat mencapai 7,4 persen dari seluruh populasi Eropa pada 2050, meskipun tanpa migrasi.

2). Menurut skenario migrasi medium, Muslim bisa berkisar 11,2 persen dari populasi Eropa pada 2050.

3). Sedangkan menurut skenario migrasi tinggi, laju migrasi yang datang antara 2014 dan 2016 berlanjut seterusnya, maka jumlah Muslim di Eropa mencapai 75 juta atau sekitar 14 persen dari populasi pada 2050.

Bahkan dikabarkan bahwa umat Islam-lah kelak yang akan menjadi pemimpin dunia menggantikan Amerika yang katanya super power itu. Islam sebagai aqidah dalam beragama sekaligus sebagai ideologi dalam berkehidupan, memiliki system pemerintahan Kekhilafahan yang lain dari pada yang lain, mandiri, kuat dan bebas intervensi.

Itulah mengapa, Islam dan umatnya selalu direndahkan dan didiskreditkan dikancah kehidupan. Semangat takut tersaingi dan kalah nantinya, ini yang menjadi doktrin bahwa Islam itu teroris, bodoh dan terbelakang. Apalagi jika mengamati jumlah populasi Muslim didunia. Maka kebencian itu akan semakin tampak nyata.


Pembelaan yang dilakukan oleh Will Connoly adalah tepat, bahwa Islam bukanlah terorisme. Dan orang-orang yang melakukan terorisme adalah orang yang tidak beragama. Cara pandang ini yang akhirnya membukakan mata para penduduk New Zealand dan dunia sehingga semangat untuk mengenal Islam lebih dalam semakin tinggi. Umat Islam seharusnya juga punya cara pandang yang sama dengan Will Connoly bukan malah mengaminkan jika ada pihak-pihak yang mendiskriditkan Islam dan ajaran-ajarannya.

Kembalinya Islam memimpin dunia adalah sebuah keniscayaan. Percaya atau tidak. Menerima atau menolak. Tinggal kita sebagai umat Islam bagaimana dalam memperjuangkannya? Berdiri sebagai pemain, atau duduk sebagai penonton. []

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox