Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Kamis, 07 Februari 2019

AS Menarik Diri dari INF, Neo-Cold War Dimulai?



Fajar Kurniawan
(Aanalis Senior PKAD)

Fix, Amerika Serikat (AS) menyatakan mundur dari Traktat Rudal Nuklir Jangka Menengah atau Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty (INF). Tahun lalu sebetulnya Trump telah mengumumkan akan menarik diri dari perjanjian senjata nuklir era Perang Dingin dengan Rusia, yang memicu kekhawatiran perlombaan senjata baru antara Washington dan Moskow.

AS dan Uni Soviet maupun Eropa paham bahwa mereka harus sama-sama mengurangi ketegangan. Kala itu, Eropa bagaikan tong mesiu yang siap meledak. Beberapa putaran pembicaraan gagal sebagian besar karena tiga pemimpin Soviet — Leonid Brezhnev, Yuri Andropov dan Konstantin Chernenko — meninggal dunia di tengah negosiasi. Akhirnya, pada 1987, Mikhail Gorbachev dan Ronald Reagan mencapai kesepakatan dan menandatangani sebuah perjanjian.

Traktat INF menyerukan AS dan Uni Soviet untuk sama-sama membongkar semua rudal jarak pendek dan jarak menengah mereka (rudal-rudal dengan daya jelajah 500 hingga 5.500 km). Selain di Eropa, Moskow juga harus menghancurkan misil-misilnya di Asia. Kedua belah pihak memenuhi syarat perjanjian. Uni Soviet menghancurkan 1.846 sistem rudal dan AS — 846, hanya itu yang mereka miliki. “Itu adalah sebuah terobosan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kedua belah pihak sepakat untuk membongkar seluruh kelas senjata baru yang sangat efektif, yang benar-benar memperbaiki situasi di Eropa dan di Timur Jauh,” tulis Alexei Bogaturov.

Traktat INF menjadi tonggak penting dalam mengakhiri Perang Dingin, mengurangi ketegangan internasional, dan membuat dunia menjadi lebih baik. Sekarang, pencapaian itu telah dibatalkan. Tahun lalu Donald Trump mengatakan Amerika akan menangguhkan kewajibannya di bawah perjanjian Angkatan Nuklir Jangka Menengah (INF) karena dugaan pelanggaran Rusia atas perjanjian selama 32 tahun. Pada saat yang sama, AS akan memulai proses enam bulan penarikan sepenuhnya dari perjanjian, "kecuali Rusia kembali patuh" dengan menghancurkan semua rudal dan peluncurnya yang melanggar, kata Trump.

Perjanjian itu, yang menjadi pusat kendali senjata nuklir, melarang kedua negara memiliki atau meluncurkan rudal jelajah peluncur darat dengan jangkauan antara 300 dan 3.100 mil.  Penarikan itu diperkirakan berlangsung berbulan-bulan, dan menyusul bertahun-tahun perselisihan yang belum terselesaikan atas kepatuhan Rusia dengan pakta 1987.

Mengingat Barat telah berada dalam perlombaan senjata terus menerus sejak Revolusi Industri, dua abad yang lalu, merancang dan membangun senjata yang mampu menghancurkan seluruh umat manusia berkali-kali. Amerika mematahkan tulang punggung ekonomi Soviet melalui provokasi perang dingin sehingga Uni Soviet kewalahan setelah melakukan pengeluaran besar-besaran untuk teknologi militer, dengan demikian mengakhiri status negara adidaya saingan terdekatnya. Dan Amerika sekali lagi meningkatkan pengeluaran militer untuk menghadapi ancaman China, itulah sebabnya ia tidak ingin terikat oleh perjanjian INF dengan Rusia.

AS juga menikmati berbagai eksploitasi sumber daya minyak di dunia Islam, dan menciptakan gesekan antara negeri Islam semisal konflik dingin antara Iran dan Arab Saudi, meningkatkan harga minyak, dan penguatan industri minyak serpih domestik, serta menyiapkan kondisi yang sesuai bagi para pemilih Amerika dengan meningkatkan produksi minyak di Arab Saudi. Dalam hal ini, Amerika merasa mampu mencapai semuanya karena AS yang mengendalikan para penguasa di dunia Islam.

AS Berjaya dengan penjajahan setelah mengadopsi sekulerisme, meninggalkan agama, kemudian beralih ke nilai-nilai atheistik kebebasan dan demokrasi, yang pada hakekatnya merampas manusia dari apa pun di luar materi; hasilnya adalah ideologi yang mempromosikan imperialisme Kapitalis, yang mencari eksploitasi seluruh dunia untuk memberi manfaat kepada elite kecil Barat.

Sementara Islam pernah mendominasi dunia selama satu milenium, tetapi Negara Khilafah meskipun merupakan negara adikuasa dan pemilik teknologi militer terkemuka pada masanya, berhasil menyebarkan perdamaian, harmoni, dan kemakmuran di seluruh dunia. dan dengan demikian dalam sejarah khilafah hampir tidak pernah terdengar Negara ini menggunakan teknologi canggihnya yang mempersenjatai diri untuk kepentingan rasisme, fasisme dan imperialisme. Adapun Negara Khilafah Islam yang didirikan kembali oleh umat di masa depan dengan metode Nabi (saw) akan menantang, menghadapi, dan menyetop ancaman militer Barat dan mengembalikan dunia ke kondisi stabilitas damai seperti yang ada sebelumnya.[]



1 komentar:

  1. apakah ada kemungkinan negara khilafah nanti akan membuat senjata nuklir jg utk menghadapi negara adidaya (AS)?

    BalasHapus

Adbox