Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Selasa, 08 Januari 2019

Sekulerisasi Pendidikan, Pintu Masuk Berbagai Kerusakan


H. Indarto Imam
(Forum Pendidikan Indonesia)

Ada bertumpuk-tumpuk problem pendidikan global, bahaya sekulerisasi pendidikan sebagai pintu masuk penjajahan Barat di negeri-negeri Islam dan bagaimana Islam menawarkan konsep pendidikan terbaik untuk mengatasinya. Permasalahan yang menimpa kita khususnya pendidikan penyebabnya sama. Sehingga baik skala daerah maupun global perlu dicari solusi tuntas yang mengakar dan solutif. Seharusnya pendidikan, bagi dunia muslim termasuk Indonesia adalah metode untuk menjaga akidah. Maka ketika pendidikan dipisahkan dari agama, tamatlah riwayat agama.

Kurikulum dan materi sekuler yang bermasalah merupakan fenomena wajah pendidikan hari ini. Padahal materi-materi itu sesungguhnya digunakan untuk membentuk pola pikir anak didik. Hal itu, pada akhirnya akan menentukan corak perilaku dan kepribadian anak bahkan ketika nanti sudah dewasa dan mempengaruhi corak dan perilaku masyarakat negeri ini.

Masalah kurikulum dan materi tak patut itu bukan masalah remeh, sebaliknya justru sangat penting sebab turut menentukan seperti apa masyakat negeri ini. Jika materi yang digunakan membentuk pola pikir anak didik dan masyarakat itu buruk, yang terbentuk adalah masyarakat yang buruk. Sebaliknya jika baik, hasilnya adalah masyarakat yang baik.

Kondisi seperti itu tentu tidak bisa dibiarkan terus berlanjut jika kita menginginkan eksistensi generasi muda dan masyarakat dengan segala atribut akhlak Islami masih terjaga. Selama sistem sekuler demokrasi dengan paham kebebasan (liberalisme)nya tetap dipertahankan maka kasus-kasus kerusakan moral generasi itu akan terus terjadi dan makin menggila. Tentu yang terancam pada akhirnya adalah masyarakat secara keseluruhan. Karena itu untuk mengakhiri semua kasus itu langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan penerapan sekulerisme demokrasi dengan paham liberlaismenya itu.

Saatnya kembali ke solusi Islam. dengan sistem pendikan Islam itu akan lahir generasi yang beriman, bertakwa dan berkeribadian Islam sekaligus menguasai sains dan teknologi, pintar dan terampil. Generasi yang akan senantiasa memperhatikan kondisi umat, terus menerus berusaha memperbaiki umat dan mewujukan kebaikan dan perbaikan di tengah umat dalam segala aspek kehidupan.

Sejatinya ada tiga tujuan utama pendidikan Islam, yakni pertama, membangun syakhsiyah  Islam. Anak didik dibangun aqidah Islamnya sebelum mempelajari ilmu-ilmu lainnya.

Kedua, mengajarkan keterampilan dan pengetahuan praktis untuk kehidupan. Para murid diajarkan keterampilan dan pengetahuan yang mereka butuhkan untuk berinteraksi dengan lingkungan mereka. Seperti matematika, sains umum, serta pengetahuan dan keterampilan untuk menggunakan berbagai alat dan penemuan.

Ketiga, mempersiapkan murid untuk memasuki pendidikan tinggi atau universitas. Di sinilah diajarkan ilmu-ilmu utama yang menjadi prasyarat, apakah ilmu budaya atau tsaqafah seperti Fiqh, Bahasa Arab, atau Tafsir Alquran, ataupun ilmu empiris seperti matematika, kimia, biologi, atau fisika.

Sistem pendidikan Islam menjadikan akidah Islamiyah sebagai dasarnya. Karena itu keimanan dan ketakwaan juga akhlak mulia akan menjadi fokus yang ditanamkan pada anak didik. Halal haram akan ditanamkan menjadi standar. Dengan begitu anak didik dan masyarakat nantinya akan selalu mengaitkan peristiwa dalam kehidupan mereka dengan keimanan dan ketakwaannya.

Dengan semua itu, Pendidikan Islam akan melahirkan pribadi muslim yang taat kepada Allah; mengerjakan perintahNya dan meninggalkan laranganNya. Ajaran Islam akan menjadi bukan sekedar hafalan tetapi dipelajari untuk diterapkan, dijadikan standar dan solusi dalam mengatasi seluruh persoalan kehidupan.

Ketika hal itu disandingkan dengan materi sains, teknologi dan keterampilan, maka hasilnya adalah manusia-manusia berkepribadian Islam sekaligus pintar dan terampil. Kepintaran dan keterampilan yang dimiliki itu akan berkontribusi positif bagi perbaikan kondisi dan tarap kehidupan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox