Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Sabtu, 05 Januari 2019

Palestina Berdarah-Darah Kesakitan, Sementara Para Penguasa Muslim Hanya Menggerakkan Mulut, Kecaman dan Kecaman


Ilham efendy
Direktur Resist Invasion Center (RIC)

"Selama ada perlawanan, kejatuhan dan kehancuran rezim zionis akan terus berlanjut," kata Ayatollah Ali Khamenei bertemu dengan Sekretaris Jenderal Jihad Islam Palestina Ziad al-Nakhala di Teheran pada Senin (31/1/2018) seperti dilansir dari The Jerusalem Post, Rabu (2/1).

/Komentar/

Sudah banyak, lagi dan lagi… para pemimpin negeri muslim mengutuk Israel, namun minus tindakan riil. Dalam berbagai seminar, konferensi dan KTT para penguasa Arab itu tidak hanya menikam Palestina berkali-kali, yang sebenarnya bukan hal yang baru. Namun, mereka juga telah menambah dengan tikaman-tikaman lain sebagaimana yang ada dalam keputusan mereka.

Mereka, misalnya, telah mendukung pemerintahan sementara bentukan Amerika di Somalia. Padahal, pemerintahan sementara itulah yang memfasilitasi invasi pasukan Ethiopia ke Somalia dengan perintah dan dukungan Amerika. Sementara mereka diam terhadap masalah yang sesungguhnya di Darfur yang telah dimulai oleh Prancis melalui antek-antek militernya di Chad.

Kemudian Inggris dan Amerika ikut campur tangan. Mereka juga tidak mengucapkan sepatah kata pun untuk mengusir pendudukan Amerika di Irak. Bahkan setiap kali kebrutalan agresor itu bertambah, bertambah pula penampakan kasih sayang para penguasa itu kepada Amerika. Demikian halnya mereka membiarkan Lebanon menjadi ajang konflik antara Amerika dan Prancis, sementara para penguasa itu tidak pernah mau menyatakannya, meski dengan suara lirih sekalipun!

Pada saat yang sama, para penguasa Arab itu juga memutarbalikkan fakta. Mereka tidak pernah menyebut sesuatu dengan sebutan yang benar. Namun, mereka menampakkan keputusan mereka sebagai pertolongan, kemenangan dan pembebasan yang gemilang atas Palestina,Sudan, Irak, Somalia dan Lebanon. Musibah yang menimpa umat ini sebenarnya terletak pada diri penguasa mereka. Penguasa umat inilah yang telah dengan suka rela menikmati kebohongan yang mereka lakukan terhadap publik. Mereka begitu peduli terhadap penyesatan.

Penguasa Muslim seharusnya mengubur rasa takut dan kecemasan atas kekuatan semu Israel dan bangsa-bangsa pendukungnya. Fakta membuktikan, Israel bisa dikalahkan oleh Hizbullah, yang notabene bukan negara. AS mengalami kebangkrutan besar dalam perang di Afganistan dan Irak karena tidak mampu mematahkan perlawanan para mujahidin.

Ironisnya, saat umat Islam berpikir untuk melakukan jihad di Palestina, yang pertama kali menghalangi umat Islam untuk berjihad justru para penguasa di negeri-negeri Islam itu sendiri, sambil menahan militer terbaik mereka di barak-barak. Padahal Rasulullah saw.—sebagai kepala negara Daulah Islam di Madinah saat itu—telah memberikan uswah (teladan) dengan bertindak cepat dan tegas dengan cara membersihkan entitas Yahudi ketika mereka mencoba melecehkan seorang Muslimah. Demikian juga sikap para Khalifah pada masa-masa Kekhilafahan setelah Beliau.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox