Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Jumat, 11 Januari 2019

Oh Muslim… Aksi Massa, Seminar, Diskusi Umat Islam Tidak Didengar Rezim Ini Untuk Bebaskan Muslim Uighur dari Kejahatan Rezim Komunis Cina



Achmad Fathoni
(Dir. El Harokah Research Center)

Wahai umat, jangan lupakan saudara kita di Uighur. Penindasan sangatkeras sedang dan masih terus terjadi. Kita telah sependapat bahwa Cina adalah negara rakus menganiaya kaum Muslim yang tinggal di dalam atau di luar, sebab praktek-praktek keji dan tidak adil ini bukan praktek-praktek baru. Pada tahun lalu, misalnya, otoritas Cina memberlakukan larangan untuk mencegah orang di wilayah Xinjiang memberi nama anak-anak dengan “Muhammad” dan “Jihad”, serta nama-nama lain yang berbau agama yang tersebar di kalangan kaum Muslim.

Juga para pengguna media elektronik Cina menyebarkan seruan kebencian yang memusuhi Islam sebagai reaksi atas rencana untuk membangun sebuah masjid di distrik Nangang, di kota Hefei, di mana ada konsentrasi besar kaum Muslim di Hui. Bahkan ada banyak kepala babi ditanam di tanah yang akan dibangun masjid di atasnya. Praktek semacam itu banyak sekali, lā haula wa lā quwwata illā billāhi.

Cina masih berbohong dan terus berbohong, meski kelompok hak asasi manusia termasuk Amnesty International dan Human Rights Watch telah menyerahkan laporan kepada komite PBB yang mendokumentasikan klaim pemenjaraan massal di kamp-kamp, tempat dimana mereka diwajibkan bersumpah setia kepada Presiden China Xi Jinping. Kongres Uyghur Dunia mengatakan dalam laporannya bahwa para tahanan ditahan tanpa tuduhan dan dipaksa untuk meneriakkan slogan-slogan Partai Komunis. Disebutkan bahwa mereka tidak diberi makan dengan baik, dan laporan tentang penyiksaan telah tersebar luas.

Sebagian besar narapidana tidak pernah dituntut dengan kejahatan dan tidak menerima perwakilan hukum. Bahkan disebutkan juga bahwa Cina melakukan penahanan dengan dalih memerangi ekstremisme agama. Pemerintah Cina menyangkal keberadaan kamp-kamp ini. Pada bulan April, Laura Stone, seorang diplomat senior di Departemen Luar Negeri AS, mengatakan bahwa ada puluhan ribu orang telah ditahan di “pusat-pusat pendidikan” di tengah tindakan keras pemerintah.

Untuk semua kekuatan ekonominya, gertakannya dan pencaplokan tanah dan perebutan laut, kefanatikan nasionalisnya yang nyaring di dalam negeri Cina, pemerintah totaliter Cina masih harus menghancurkan orang-orang yang ditaklukkan dari Turkmenistan Timur. Cina menyiksa orang-orang tak berdosa, baik wanita, anak-anak dan orang tua, tidak ada yang selamat. Satu-satunya kejahatan mereka adalah karena mereka menyembah Tuhan Yang Esa, Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Umat Islam harus menghadapi kekejaman rezim Cina Komunis nyaris sendiri tanpa bantuan dari negeri-negeri Islam. Berbagai cara dilakukan oleh Cina komunis untuk mencabut akar Islam dari bumi Turkistan Timur yang merupakan negeri Islam yang dicaplok Cina. Umat Islam dicuci otaknya untuk melupakan Islam dalam kamp-kamp yang seperti penjara besar. Dilarang untuk beribadah, dipaksa makan daging babi dan minum alkohol. Umat Islam juga disiksa dengan cara yang sangat sadis, wanita-wanita Muslimah diperkosa. Rezim keji ini pun memaksakan ide-ide komunis pro-Cina, mengambil bayi-bayi dan anak-anak dari orang tua Muslim yang masih hidup.

Sekali lagi, saudara-saudara kita di sana tengah menanti Anda untuk datang dan membuka pintu-pintu penjara dengan membawa kabar baik tentang kembalinya Khilafah ‘ala minhājin nubuwah setelah para sipir mereka saat ini membidik kunci penjara mereka. Mereka menunggu untuk bisa melihat putri-putri dan saudari-saudari mereka hidup di bawah keamanan negara Islam yang akan melindungi mereka. Apakah Anda akan memenuhi panggilan mereka? Allah SWT berfirman: “Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan.” (TQS Al-Anfāl [8] : 72).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox