Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Senin, 07 Januari 2019

Kapitalisme Mengalihkan Tugas dan Fungsi Perempuan




Oleh : Septa Yunis
(Staf Khusus Muslimah Voice)

Kapitalisme telah merenggut fungsi sebenarnya perempuan sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Sekarang, banyak perempuan bekerja di luar rumah yang katanya demi memenuhi kebutuhan hidup. Meninggalkan rumah dan mensubkontrakkan anak-anak mereka kepada orang lain. Kapitalisme berhasil mengeksploitasi perempuan. Perempuan dijadikan komoditas mesin pencetak uang yang katanya demi meningkatkan perekonomian negara.
Dewasa ini, banyak perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Tidak jarang kita jumpai perempuan bekerja layaknya laki-laki, dari tukang ojek sampai kenek bus kota. Data badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan bahwa Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan mengalami perbaikan (peningkatan) dalam 3 tahun terakhir. Pada 2015 misalnya, TPAK perempuan sebesar 48,87%, 50,77% di 2016 dan 50,89% pada 2017. (detikfinance.com)

Hal ini menunjukkan perempuan semakin eksis dalam dunia kerja. Kapitalisme sejatinya telah menghancurkan kehidupan manusia, termasuk kaum perempuan. Kapitalisme hanya menghasilkan kemiskinan yang memaksa sebagian kaum perempuan untuk bekerja membanting tulang mencari nafkah untuk keluarga. Kapitalisme memelihara lingkungan matrealistik, salah satunya membuat kemolekan tubuh perempuan sebagai aset berharga untuk menghasilkan pundi-pundi uang yang dapat memberikan sumbangsih pajak yang besar untuk negara. Perempuan digiring menjadi pemutar roda industry dan dijauhkan  dari peran politik sebagai ibu dan pencetak peradaban Islam.

Selain itu, kapitalisme hanya memandang manusia terutama perempuan sebagai barang yang dinilai dari segi ekonomisnya, oleh karena itu, mengeksploitasi perempuan dengan dalih pemberdayaan perempuan dibungkus dengan cantik lewat kata ‘emansipasi’. Dalam sistem ekonomi kapitalis saat ini semua beban ekonomi dibebankan kepada individu, sehingga faktor inilah yang sebenarnya pemicu kuat keterpurukan ekonomi keluarga. Sehingga perempuan harus terjun dalam dunia kerja demi memenuhi ekonomi keluarga. sedangkan Islam mendudukkan perempuan dalam posisi yang mulia yaitu sebagai ummu warobbatulbait, di mana fungsi perempuan yang pertama dan utama adalah sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Perempuan didorong untuk berkontribusi dalam mencetak generasi yang unggul penopang peradaban, tanpa mengurangi haknya untuk bermuamalah dalam kehidupan umum.

Perempuan akan mulia di dalam sistem yang diturunkan langsung oleh Yang Maha Mulia yaitu sistem Khilafah. Khilafah tidak akan membiarkan seorangpun hidup terlantar dalam kemiskinan. Khilafah akan menjamin kebutuhan seluruh warga negaranya baik laki-laki ataupun perempuan, muslim dan non muslim. Telah terjadi pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz dimana tidak seorangpun rakyatnya mau menerima zakat, karena semua merasa kaya.

Selain itu, khilafah menghentikan konspirasi global menghancurkan bangsa melalui perempuan. Khilafah, dengan penerapan Syariatnya tidak akan melarang kaum perempuan memberdayaakan dirinya diluar rumah menuntut ilmu dan berkarya, selama suaminya mengizinkan, tugas dan tanggung jawabnya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga telah ditunaikan dan kehormatan nya tetap terjaga. Sesungguhnya hanya sistem Khilafahlah yang akan memuliakan perempuan, sistem yang telah mengantarkan perempuan pada puncak kebaikannya, yaitu melahirkan generasi-generasi pejuang dan pemimpin yang cemerlang dan akan memimpin dunia dimasa mendatang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox