Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Selasa, 11 Desember 2018

Umat Islam Bersiap Menjadi Adidaya Dunia…


Taufik Setia Permana
(Direktur Geopolitical Institute)

Anda telah merasakan kegagalan demokrasi. Ideologi kapitalisme, demokrasi dan pengaruh asing setali tiga uang. Ideologi kapitalisme berlandaskan akidah pemisahan agama dari kehidupan dan negara. Agama dibatasi tidak lebih pada batas-batas tembok masjid. Akidah ini mengharuskan penyerahan pengaturan berbagai interaksi kehidupan kepada manusia.

Metode untuk mempertahankan kapitalisme adalah penjajahan. Sementara pengaruh asing, negeri-negeri kaum Muslimin sejak lepas dari penjajahan fisik, pengaruh asing tetap dipertahankan dan dijadikan sandaran. Bahkan eksistensi dan keberlangsungan para penguasanya banyak bergantung kepada pengaruh asing itu. Dengan pengaruh asing itulah, aturan dan sistem penjajah dipaksakan dan dipertahankan.

Bandul sejarah masih pada kemenangan Negara-negara kapitalis seutuhnya. Berbagai pukulan fatal diarahkan kepada Negeri Islam.  AS, Cina, Rusia, inggris dan beberapa Negara kapitalis lainnya menyusun strategi baru untuk menikam jantung dunia Islam.  AS sebagai kampium demokrasi, bekerja keras untuk membangkitkan kepercayan publik kepada demokrasi dan membangkitkan separatisme di wilayah-wilayah kaum Muslim.

Nestapa di dunia Islam membangkitkan kesadaran para ulama dan aktivis dakwah. Gelora aksi Reuni 212 memberi kesan penting sebuah harapan umat Islam, ditengah kemunduran kondisi perpolitikan Indonesia, baik karena korupsi, konflik parpol, skandal pengurus parpol dan lain-lain, sehingga citra parpol, baik parpol sekuler maupun parpol berbasis masa Islam, secara umum dimata masyarakat semuanya semakin jatuh, tanpa bisa ditolong lagi, meski dengan sejuta pencitraan politik.

dengan suksesnya agenda besar ini, umat Islam diharapkan semakin paham arah perjuangan untuk menyalurkan energi perubahan hanya pada ideologi Islam, bukan pada Kapitalisme yang sedang sekarat, apalagi kepada Sosialisme Komunis yang sudah musnah. Bahkan mereka yang asalnya menentang dan menolak bendera tauhid dan ajaran Islam Khilafah tidak bisa lagi mengeluarkan kata-kata untuk membungkam perjuangan, karena dukungan umat dengan diselenggarakannya Reuni 212 semakin nyata, dan sebaliknya para pendukung, penikmat dan pemuja kapitalisme semakin dan kehilangan pengaruh.

Karena itu, kesadaran umat Islam hari ini untuk meyakini bahwa Islam yang terepresentasi di dalam sistem bernegara makin kuat. Secara logis, jika kekuatan umat menyatu dan padu mereka akan mampu membebaskan umat manusia dari penjajahan Kapitalisme global saat ini. Sistem Islam akan meruntuhkan asas-asas sistem Kapitalisme yang bersifat merusak. Islam akan menghancurkan ide-ide penjajahan, perbudakan dan diskriminasi rasial. Penerapan syariah secara menyeluruh juga akan menghancurkan hegemoni negara-negara penjajah, utamanya Amerika.

Atas seizin Allah, dunia Islam akan bangkit menjadi adidaya baru, tentu akan menyaingi, bahkan menghancurkan hegemoni negara-negara besar dan mencabut kepemimpinan mereka atas umat manusia. Selanjutnya, secara geopolitik umat Islam akan memimpin umat manusia ke keadaan yang paling baik dan berada dalam naungan ridha Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox