Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Senin, 31 Desember 2018

TOLAK REZIM ANTEK!


(Rezim Cina Tidak Akan Berani Menindas Saudara Kita di Uighur Jika Mereka Mengetahui Bahwa Kaum Muslim Sudah Memiliki Penguasa yang Adil)

Ainun Dawaun Nufus
(Pengamat Sosial Politik)

Dunia muslim menderita teror fisik dan psikologis. Teror mematikan rezim Cina kepada kaum muslim Uighur dua tahun terakhir ini membuktikan bahwa rezim ini tidak peduli sama sekali kehidupan manusia atau artinya bahwa Cinamemang serius melakukan perang terhadap Islam.

Mereka tak peduli ketika rezim ini dikecam setelah berbagai Diskriminasi otoritas Cina terhadap Muslim Uighur. Jadi melanjutkan ‘hubungan kemitraan’ rezim Cina dengan rezim dunia muslim hanya memperkuat Cina. Sebuah ‘solusi damai dengan Cina’ sejatinya akan melegalkan penjara besar dan penindasan bagi kaum Muslim Uighur. Perbuatan berulang sepanjang sejarah, penggunaan kekuatan kepolisian yang besar, tindakan penyiksaan dan arogansi merupakan respon kebangsaaan dan kedaulatan, dalam membenarkan pembunuhan dan penindasan dalam rangka untuk ‘melangsungkan tujuan strategis’ Cina.

Tanpa ada yang mampu mencegahnya, otoritas China yang jahat membangun kamp pendidikan ulang politik dengan tujuan mengembalikan program pemikiran politik di benak muslim Uighur yang ditahan di kamp itu dan menghapus keyakinan islami mereka dan mengubah identitas mereka sejak akarnya. Namun hanya tentara yang dapat melindungi, melawan sebuah penindasan sistematis. Negara-negara muslim sekitar Cina sebenarnya memiliki kekuatan yang cukup untuk membebaskan tanah terjajah itu, dan mengakhiri penindasan terhadap kaum muslim di sana.

Sayang sekali, rezim busuk di dunia Muslim itulah pelindung sejati tirani Cina. Karena hanya rezim busuk saja yang menghalangi tentara Muslim memenuhi tugas mereka (membebaskan muslim Uighur). Segala macam kecaman dan seruan adalah bentuk kesia-siaan ketika mereka mempertahankan diplomasi, perdagangan dan kerjasama militer dengan Cina, sebagaimana yang telah mereka (rezim busuk) itu lakukan sebelumnya dan meski setelah terjadi tindakan brutal dalam beberapa dekade terakhir.

Pemerintahan dunia muslim sekarang mestinya menunjukan kepedulian dengan tindakan, apakah bersama kesungguhan kaum Muslim di seluruh dunia yang menghendaki (pengiriman) tentara negeri muslim agar membela saudara-saudara mereka yang ditindas di Uighur – dan bekerja untuk pembebasan muslim Uighur – ataukah menjadi rezim lain yang mengkhianati umat, sebagai mana rezim sebelumnya, padahal ini saat yang saat krusial, sehingga akhirnya kita melihat wajah baru yang mengemban kebijakan lama penjajah untuk mempertahankan “perdamaian” dengan diktator Otoritas Cina.

Sebuah hal yang pasti menggelikan & ironis, dikala muncul ditengah-tengah kita pemimpin yg mereka sebut “Islamis”, setelah semua kejadian ini, menyatakan dengan segala kesungguhannya bahwa “muslim Uighur adalah urusan dalam negeri  Cina, bukan urusan kita”. O, jadi untuk sekedar memprotes keras saja tidak mampu, apalagi kita harapkan melakukan pembebasan secara nyata. Uighur telah lama menjerit meminta tolong kepada kaum Muslim. Sementara penguasa dunia muslim menolak mengulurkan pertolongan. Karena itu wajib atas kaum Muslim sedunia, termasuk Pemerintah dan rakyat Indonesia, melindungi mereka; memelihara keimanan dan keislaman mereka; sekaligus mencegah mereka dari kekufuran yang dipaksakan kepada mereka.

Demi Allah yang tiada Tuhan selain Dia, tidak akan pernah kaum muslim di Uighur, Burma, Suriah, Yaman, Baitul Maqdis terbebas kecuali oleh pasukan yang dipimpin pemimpin yang adil yang menerapkan syariah secara kaffah, karena selamanya penguasa kita ini –yang lembek, hina, dan palsu– menjadi penjaga perbatasan entitas kolonialis. Rezim Cina tidak akan berani menindas keluarga kita di Gaza jika mereka mengetahui bahwa kaum muslim sudah memiliki seorang Khalifah yang umat berperang bersamanya dan berlindung kepadanya, semisal Khalifah Harun Ar-Rasyid dan al Mu’tashim.

Kita tentu menolak keberadaan rezim-rezim antek asing. Umat butuh kehadiran pemimpin yang memiliki karakter sebagaimana Salahuddin Al-Ayyubi atau Muhammad Al-Fatih– yang mampu memobilisasi militernya, membebaskan tanah Uighur dan memimpin semua wilayah kaum muslim dengan adil, stabil dan damai. Memang, hanya di bawah pemerintahan Islam saja, wilayah ini bisa menikmati setiap perdamaian dan stabilitas untuk jangka waktu yang signifikan.

Kami menyerukan kepada semua kaum muslim untuk menindaklanjuti seruan ini dengan melangsungkan sistem yang mampu menghantarkan seorang pemimpin yang dibaiat oleh umat untuk menjalankan syariah sehingga mampu untuk bertindak sebagaimana mestinya dan membebaskan seluruh kaum muslim yang ditindas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox