Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Senin, 31 Desember 2018

Tidak Kami Maafkan, Tidak Kami Lupakan!



Mahfud Abdullah (Indonesia Change)

Kaum muslim sendirian menghadapi Firaun modern. Tidak ada yang menolong, termasuk militer-militer di dunia muslim. Rezim Fir’aun sangat ahli dalam menggunakan cara-cara represif dan pembunuhan, maka Allah pasti menenggelamkan kaum muslim sebagaimana menyelamatkan sayidina Musa as dan orang-orang yang bersama beliau. Realitas terhampar jelas, ada daftar panjang betapa besar penderitaan umat Islam sekarang. Teror Rezim Fir’aun terhadap Muslim Uighur, Muslim Rohingya, Pattani Thailand, Moro Philipina, Palestina, Suriah, dan lain-lain. Semua penderitaan kaum Muslim ini semakin meneguhkan kesimpulan tentang betapa butuhnya umat terhadap Khilafah.

Entitas Cina, Burma, Yahudi Israel akan semakin membual dan menyerang—setelah menyadari—bahwa rezim Turki, Qatar, Arab Saudi, Iran, Indonesia, Malaysia, Mesir dan lainnya berulang kali menegaskan bahwa peran mereka tidak lebih dari melakukan perang media dan opini. Sementara mereka tuli, bisu dan buta sehingga tidak mendengar teriakan meminta tolong dari para wanita dan orang tua, dari anak-anak dan pria yang tidak bersenjata, pada saat pesawat-pesawat pendudukan membombandir mereka dengan berbagai senjata dan rudal jenis baru sebagaimana yang terjadi di Gaza.

Sungguh, entitas penjahat Cina, Bassar al Assad, Burma, Yahudi Israel aman dari sanksi sehingga ia terus melakukan pembunuhan. Sudah berapa banyak pemimpin yang diterjang oleh tangan terorisnya! Namun, apakah para penguasa itu mengirim pesawat-pesawat mereka untuk membunuh para pemimpin entitas penjajah ini agar mereka tidak melakukan kejahatannya lagi; atau pesawat-pesawat para penguasa busuk ini hanya untuk membombandir rakyatnya sendiri seperti yang terjadi di Suriah, Pakistan dan yang lainnya?

Sesungguhnya realitas yang dirasakan oleh setiap yang berakal dan jujur bahwa rezim-rezim boneka Amerika, Cina dan Barat itu ada hanya untuk melindungi penindasan, dan untuk melakukan konspirasi terhadap rakyat. Jadi, bagaimana mungkin rezim-rezim yang melakukan konspirasi terhadap rakyatnya sendiri ini akan mengirim tentaranya untuk membebaskan Uighur, Palestina, menolong warga Rohingnya atau kaum Muslim lainnya yang sedang meminta tolong!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox