Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Senin, 31 Desember 2018

Tidak Ada Refleksi, Anda Tingal Memilih, Sebab yang Terhidang di Hadapan Anda Telah Jelas Antara Busuk dan Segar!




Aminudin Syuhadak
(Dir. LANSKAP)

Fajar menyingsing telah jadi jelas bagi siapapun yang memiliki kesadaran dan penglihatan. yang dahulu kebusukan menjadi rahasia, sekarang menjadi terang-terangan.
Bukan rahasia bahwa barat dengan pimpinan Amerika gemetar menggigil karena Islam dan hukum-hukumnya dihidupkan kermbali oleh para pejuang dakwah. Barat menginginkan sistem sekuler untuk dunia muslim dengan banyak noda hitam di wajahnya. Mereka ingin memperdaya dan menyesatkan masyarakat dengan genderang liberalisme yang represif dan bengis!

Namun, dilema mengepung Amerika dari berbagai sisi. Masyarakat di dalam negeri dunia Islam tidak menerima boneka-bonekanya di luar negeri, lalu bagaimana bisa menerima boneka-bonekanya bisa ditanam dan ditancapkan untuk memimpin kaum muslim, bagaimanapun panjang tangan dan lisannya, tidak akan mampu memerintah dengan nyaman di seluruh dunia muslim, sementara Amerika dan anteknya hanya mencengkeram bagian luarnya. Singa-singa Islamtelah mengamuk hebat. Kedok rezim antek terbongkar, jika mereka tidak mendapat persetujuan dari rakyat, mereka tidak bisa menjalankan peran Amerika yang diminta, kecuali dilindungi oleh kekuatan internasional yang menyertainya.

Rezim antek itulah menjalkankan peran politik busuk. Merekalah politisi busuk, yang meyakini pemisahan agama dari pengaturan kehidupan publik (sekularisme). Dia mengimani kewajiban shalat atau puasa ramadhan, namun mengingkari kewajiban menerapkan syariat dalam pemerintahan, ekonomi, politik luar negeri, dsb. Inilah politisi sekular yang sekalipun mengaku Muslim (dan mungkin juga masih melakukan aktivitas ritual), namun ibadahnya tidak berpengaruh pada sikap, ucapan, dan perbuatannya terhadap manusia lain. Allah berfirman (artinya):

Apakah kamu mengimani sebagian dari al-Kitab dan mengingkari sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi yang berbuat demikian melainkan kenistaan di dunia dan pada Hari Kiamat mereka dikembalikan pada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kalian perbuat. (QS al-Baqarah [2]: 85).

Politisi busuk itu suka mempermainkan agama. Jika mereka mengutip al-Quran atau al-Hadis maka dalil-dalil ini hanya dipakai sebagai pembenar tindakan mereka yang bejat atau hanya untuk menjatuhkan lawan politiknya. Sebaliknya, jika ada kepentingannya, mereka tidak segan-segan menyembunyikan dalil-dalil yang jelas. Allah swt berfirman (artinya):

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa saja yang telah diturunkan Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu tidak menelan ke dalam perutnya melainkan api; Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada Hari Kiamat, tidak menyucikan mereka, dan bagi mereka siksaan yang amat pedih. (QS al-Baqarah [2]: 174).

Politisi busuk tidak kapabel, padahal syariat memerintahkan bahwa untuk setiap jabatan dibutuhkan orang-orang yang memiliki kafâ’ah (keahlian), himmah (etos kerja), dan amanah (bertanggung jawab). Orang dengan track record yang buruk, preman, antek asing, mafia dan tukang ngemplang kekayaan umat adalah calon politisi busuk.

 Politisi busuk tidak memakai standar akhlak Islam. Dia sering melakukan kebohongan publik, tidak menepati janji (terutama janji saat kampanye), pernyataannya tidak klop dengan perbuatannya, dan tidak memegang norma-norma Islam; misalnya bergaya hidup hedonis, tidak mendukung dilarangnya pornografi, memiliki bisnis ‘esek-esek’, mendukung homoseksual-lesbianisme, atau malah menentang pasal-pasal larangan zina di KUHP. Politisi seperti ini juga tidak merasa berdosa untuk merayakan ‘kesuksesannya’ dengan minuman keras atau terlibat dalam bisnis haram semacam riba, perjudian, atau pelacuran. Rasul saw bersabda (artinya): Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga macam: jika berkata berdusta; jika berjanji tidak ditepati; jika dipercaya berkhianat. (HR al-Bukhari dan Muslim).

Wahai orang-orang revolusioner di bumi Allah. kaum kafir imperialis terus melakukan berbagai tipudaya, termasuk melalui kaki tangan dan para pengikutnya. Tipudaya mereka dengan izin Allah akan gagal. Menggagalkan tipu daya mereka dan mengalahkan mereka, merupakan perkara yang mudah bagi orang yang dimudahkan oleh Allah. Yaitu orang yang memahami ayat-ayat Allah yang muhkam, memahami sirah Rasul-Nya saw, yakin dan dengan hati dan seluruh lahiriahnya mengimani firman Allah SWT:

Jika kalian menolong Allah niscaya Allah menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian (TQS Muhammad [47]: 7)

Lalu, apakah seruan pemerintahan republik sekuler demokratis sipil dan pengibaran panji Sykes-Picot yang disebut sebagai bendera kemerdekaan, untuk menyenangkan barat umumnya dan Amerika khususnya, apakah itu menolong Allah SWT?

Keengganan menyerukan al-Khilafah, tidak mengibarkan panji al-‘Uqab, panji Rasulullah saw, panji Lâ ilaha illâ Allâh Muhammad Rasûlullâh dengan dalih takut memprovokasi dan membuat barat marah, apakah itu menolong Allah SWT?

Meminta bantuan barat kafir imperialis, senjata dan harta, dan loyal kepada negara-negara yang memerangi kaum Muslimin, apakah itu menolong Allah SWT?

Mengatakan pentahapan penerapan hukum, sehingga khamr dihalalkan, hudud ditelantarkan bertahun-tahun, Allah diperangi dengan tersebarnya riba di perbankan dan kehidupan perekonomian, apakah itu menolong Allah SWT?

Pengorbanan nyawa dan harta untuk mengganti antek dengan antek lainnya tanpa mencabut rezim dari akarnya dan tanpa menegakkan al-Khilafah, apakah itu menolong Allah SWT?

Wahai militer muslim dan umat, maka tolonglah Allah dengan apa yang Dia cintai. Saat itulah kekuatan kaum kafir imperialis dan antek-antek mereka akan kecil di depan Anda. Besarnya kekuatan persenjataan mereka tidak akan membahayakan Anda. Hati mereka bergetar dan takut. Tipu daya dan makar mereka tidak akan membahayakan Anda. Di sisi Allah lah makar mereka akan hancur, meski makar mereka mampu melenyapkan gunung-gunung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox