Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Sabtu, 15 Desember 2018

Seputar Radikalis Liberal


Ahmad Rizal
(Direktur Indonesia Justice Monitor)

Menurut saya menjengkelkan banget ketika kelompok liberal dan simpatisannya mengklaim diri telah mewakili rakyat – juga silent majority. Padahal semua klaim-klaim itu omong kosong. Beberapa kali uji lapangan, walhasil demo yang dilakukan ormas Islam jauh lebih besar dari kaum liberal.

Seperti kita ketahui, kelompok liberal seolah mengatakan, negara kalah dengan keompok Islam tertentu. Padahal, kaum liberal juga mencoba mengendalikan negara untuk memuluskan kepentingannya, menebar paham liberalisme di tengah masyarakat.

Orang liberal bernafsu ingin membubarkan HTI, jelas upaya untuk mengendalikan negara juga. Begitu pula, saat mereka (kaum liberal) mendukung legalisasi LGBT, bukankah ini juga bentuk usaha mengendalikan negara.  Di situ sisi umat Islam dilarang mengendalikan negara, sementar kelompok liberal dengan bebas mengendalikan negara.

Kita pun sudah maklum sejak terbongkarnya borok radikalis liberal di negeri ini. Dulu pernah beredar kabar santer bahwa diam-diam, beberapa organisasi, LSM dan Kelompok Aliran dan Keagamaan mendapat sokongan dana dari Lembaga Donasi Amerika Serikat dan Zionis Internasional. Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai hingga ratusan juta dolar AS. Bukti, LSM-LSM Komparador Asing itu rela menjadi budak alias jongos bangsa kafir untuk membocorkan rahasia negara dan melucuti umat Islam Indonesia. Ini namanya pengkhianatan!

Rand Corporation adalah sebuah Pusat Penelitian dan Pengkajian Strategi tentang Islam dan Timur Tengah, yang berpusat di Santa Monica –California dan Arington –Virginia di Amerika Serikat, atas biaya Smith Richardson Foundation. Sebagai pusat penelitian, Rand Corporation melakukan kajian Gerakan Islam di berbagai belahan dunia Islam.

Hasil penelitian dan kajian lembaga ini telah diturunkan dalam bentuk sejumlah Laporan Resmi, yang antara lain berjudul: Civil Democratic Islam (tahun 2003) dan Building Moderate Muslim Networks (2007).  Laporan Rand Corporation menjadi referensi penting bagi Dewan Intelijen Nasional Amerika Serikat (National Intelligent Council/NIC) yang membawahi 15 badan intelijen dari 15 negara, yang diketuai oleh Robert Hutchings.

Dalam berbagai laporan hasil kajiannya, Rand Corporation memetakan Gerakan Islam sesuai dengan kepentingan Barat, yaitu menjadi empat kelompok: Fundamentalis, Modernis, Liberalis dan Tradisionalis. Dalam rincian setiap kelompok tersebut, diuraikan tentang karakter, ciri, status dan cara penanganan tiap kelompok. Yang pasti, dokumen-dokumen hasil penelitian tersebut sangat subyektif karena memandang sesuatu berdasarkan kepentingan Barat semata.

Rand Corporation kemudian menandai kelompok Islam yang diteliti itu dengan statusyang sudah direkayasa. Misalnya, kelompok fundamentalis diberi status “berbahaya” dan penanganannya adalah “habisi”. Sedangkan kelompok Modernis berstatus “aman”, kelompok Liberalis dengan status “sangat aman”, adapun kelompok tradisionalis berstatus “waspada”.

Dalam laporan resmi Rand Corporation disebutkan bahwa Departemen Luar Negeri AS dan US Agency for International Development (USAID) telah membuat “kontrak” dengan LSM-LSM Internasional seperti The National Endowment for Democracy (NED), The International Republican Institute (IRI), The National Democratic Institute (NDI), The Center for The Study of Islam and Democracy (CSID) dan The Asia Foundation (TAF).

Selain itu masih ada LSM-LSM lain bentukan Zionis Internasional (Freemansonry/Illuminati) yang memiliki hubungan baik dengan Rand Corporation, seperti Ford Foundation dan Rockefeller. Kontrak tersebut dimaksudkan untuk membangun Jaringan Muslim Moderat-Liberal yang Pro Amerika Serikat (AS) di seluruh dunia. Mengerikan![]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox