Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Kamis, 20 Desember 2018

Menolong Muslim Uighur, Hanya dengan Solusi Islam


M. Arifin
(Pengasuh Tabayyun Center)

Hari ini jutaan muslim Uighur yang merupakan mayoritas penduduk di Provinsi Xinjiang TIDAK memiliki kebebasan menjalankan ajaran agamanya. Rezim komunis Cina menahan ribuan warga Uighur dan kelompok Muslim lainnya tanpa proses pengadilan di wilayah Xinjiang barat — namun pemerintah Cina berbohong dengan membantah tuduhan pembangunan penjara, dan menyatakan sedang membangun "pusat pelatihan keterampilan".

Negara-negara Muslim seperti Indonesia selama ini mengabaikan persoalan Muslim Uighur karena mereka lemah di hadapan Cina. Islam dengan tuntunannya adalah solusi dari setiap problem umat. Andai saja para penguasa negeri Islam berpegang teguh pada al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw., seharusnya mereka melakukan hal-hal berikut:

Pertama, menyerukan jihad (perang) dan membuka pintu-pintu kemerdekaan bagi muslim Uighur dan wilayah-wilayah terjajah lainnya, seraya menggerakkan semaksimal kekuatan tentara yang mereka miliki. Inilah yang wajib mereka lakukan dalam rangka memenuhi seruan Allah SWT:
Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam urusan agama, maka kalian wajib menolong mereka. (QS al-Anfal [8]: 72).

Penguasa Muslim seharusnya mengubur rasa takut dan kecemasan atas kekuatan semu China dan bangsa-bangsa pendukungnya. Fakta membuktikan, Uni Soviet bisa mundur oleh perlawanan jihad kaum muslim, yang notabene bukan negara. AS mengalami kebangkrutan besar dalam perang di Afganistan dan Irak karena tidak mampu mematahkan perlawanan para mujahidin. Sesungguhnya orang-orang kafir sangat takut terhadap kekuatan umat Islam (Lihat: QS al-Hasyr [59]: 13).

Ironisnya, saat umat Islam berpikir untuk melakukan jihad di Uighur, Palestina, Suriah, Burma, yang pertama kali menghalangi umat Islam untuk berjihad justru para penguasa di negeri-negeri Islam itu sendiri. Padahal Rasulullah saw.—sebagai kepala negara Daulah Islam di Madinah saat itu—telah memberikan uswah (teladan) dengan bertindak cepat dan tegas dengan cara membersihkan entitas Yahudi ketika mereka mencoba melecehkan seorang Muslimah. Demikian juga sikap para Khalifah pada masa-masa Kekhilafahan setelah Beliau.

Kedua, para penguasa negeri Islam seharusnya meninggalkan sistem jahiliah saat ini dengan cara menerapkan syariah Islam secara total. Atau umat yang akan memaksa untuk mengganti mereka, cepat atau lambat, hingga kesatuan dan persatuan umat Islam seutuhnya kembali mewujud di bawah satu kepemimpinan seorang khalifah, lalu umat akan berperang di belakang khalifah—yang berfungsi sebagai perisai—untuk menghancurkan eksistensi para penjajah dan menghentikan penjajahan Amerika dan sekutunya.

Ketiga, para penguasa Muslim harus melepaskan diri dari ketergantungan dan perjanjian dengan China. dan umat Islam harus keluar dari penjara besar sistem kapitalis-imperialis pimpinan AS dan sekutunya, baik dari PBB maupun lembaga-lembaga turunannya yang lain, seperti IMF, World Bank dll.

Hendaknya kita tidak berhenti sebatas berdoa dan menggalang solidaritas dalam bentuk demo dan kecaman bagi saudara kita di Uighur. Yang tidak kalah pentingnya adalah membangun kesadaran umat, bahwa mereka sangat membutuhkan kesatuan di bawah satu kepemimpinan, untuk menerapkan syariah Islam secara kaffah. Sebab, hanya Penerapan syariah Islam solusi final yang akan menghentikan kebiadaban China sekaligus mengakhiri derita umat Islam di berbagai belahan dunia saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox