Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Senin, 03 Desember 2018

Khilafah Akan Menyatukan Umat Islam Dalam Kekuatan Politik Yang Menggetarkan Singgasana Kapitalisme



Muhammad Ayyubi
( Alumni 212 )

Tak terbayangkan jutaan manusia berkumpul untuk tujuan yang sama, meninggikan kalimat Allah. Tidak ada lagi perbedaan madzhab di sana. Semua bersatu karena aqidah. Semua melebur dalam perasaan yang sama yakni perasaan bangga dengan Islam. Setiap manusia berkumpul dari segala penjuru negeri tanpa lagi merasa perlu bayaran kecuali dari Allah.

Jutaan manusia telah membuat gempar singgasana kedzaliman. Membuatnya kecut seraya melontarkan cacian yang tidak menambah takut umat ini kecuali keyakinan akan pertolongan dari sang Maha Kuat. Singgasana kedzaliman sesak dada mereka karena jutaan manusia akan merampas lekuasaanya. Entah apa yang akan direncanakan oleh mereka untuk membendung perubahan itu.

Jika sebelumnya mereka mencoba membunuh HTI dengan Perppu nya, meski yang terjadi HTI semakin membesar dan menduplikasikan kesadaran akan pentingnya khilafah ke dada umat ini. Mereka tak sanggup membunuh ide. Yang ada justru ketakutan terus menghantui mereka. Tak nyenyak tidur mereka hingga tidak ada yang mereka sebut dalam setiap igauan mereka kecuali HTI. Paranoid akut menjangkiti pikiran mereka.

Bendera yang mereka sangka bendra HTI pun kita menjadi idola baru bagi siapa saja yang membuncah iman di dadanya. Pria,wanita, anak anak hingga tua renta tak lagi malu dan takut mengibarkannya bahkan di pusat pemerintahan mereka. Hari ini Al liwa dan Ar raya menjadi milik umat, bukan lagi milik HTI meski dia yang pertama mengenalkannya. Siapa saja yang menghinanya maka dia akan berhadapan dengan umat ini. Dan Banser sudah merasakannya.

Persatuan ini akan terus tumbuh dan membesar hingga tidak ada lagi yang sanggup mencegahnya. Umat sudah lelah berpisah menjadi komoditas politik yang dijual belilan dengan murah setiap kalj masa pemilu. Umat ini terus tumbuh kecetdasannya hingga tidak ada lagi yang bisa menipunya dengan janji dan uang tidak seberapa. Umat hanya menginginkan tegaknya Khilafah.

Kita berharap 212 tahun depan teriakan KHILAFAH membahana seantero nusantara. Dan Monas akan menjadi saksi pembaitan khalifah yang selama ini dirindukan siapa saja. Satu teriakan yang mengguncang pusat kapitalisme dunia. Panas dingin tubuh mereka karena ajal kematian mereka kian dekat. Hingga tidak tersisa dari mereka kecuali hanya hina dina di mata dunia.

Maka saatnya bergerak tak henti untuk terus mendidik umat ini hingga mereka akan bergerak dan mendorong penguasa yang ada meninggalkan kapitalisme atau mereka akan ditinggalkan umat dalam keadaan hina. Dan 212 yang akan datang adalah fajar kebangkitan tegaknya Khilafah. In sya Allah. Amin ya Rabbal alamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox