Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Selasa, 04 Desember 2018

Ghiroh 212 Lecutan Bagi Muslimah Untuk Terus Melangkah


Endah Sulistiowati
(Dir. Muslimah Voice)

"Sesungguhnya Allah me believe diri dan harta orang-orang yang beriman, bahwa untuk mereka itu surga." (TQS. At Tambah 111)

Allah telah menyematkan kiprah terbaik kepada para Muslimah, yaitu sebagai ummun wa robatul bait (Ibu dan pengatur rumah tangga). Sebagai ibu maka dia berkewajiban memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak-anaknya, pengasuhan serta limpahan kasih sayang. Sebagai pengatur rumah tangga, maka tugas besarnya adalah menjadi manajer atas keberlangsungan dan perputaran kehidupan rumah tangga bersama suaminya.

Namun seorang Muslimah, dia adalah anggota masyarakat yang juga punya tugas yang sama untuk melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Inilah yang membedakannya dengan perempuan kebanyakan. Para Muslimah diharapkan memiliki kepekaan sosial yang tinggi, sehingga di era serba digital ini kesertaannya dalam membangun dan memperbaiki masyarakat yang cenderung hedonis kapitalis sangat dibutuhkan.

Sebagaimana momen Reuni 212 -2018 ini, keberlangsunganya luar biasa, bahkan euphoria yang diaruskan terus menggema pra dan pasca reuni. Dan sebagian para Muslimah pun turut berperan dalam menyukseskan agenda besar umat Islam ini. Bahkan yang tidak bisa hadir dalam acara pun mereka menggencarkan opini lewat jejaring social media yang bisa mereka akses. Sehingga gaungnya dan persatuan umat yang terjadi cukup membuat keder pihak yang memusuhi Islam.    

Semangat yang membersamai para Muslimah tidak boleh berhenti disini. Kaki-kaki para Muslimah harus terus melangkah, ada banyak umat yang menunggu tangan-tangan mereka untuk berkiprah. Kita tutup mata dan telinga kita dari para pembenci. Fokus pada tujuan adalah hal yang harus terus menjadi pemacu dan penyemangat. Biar saja penonton mau bilang apa, kita tidak perlu penilaian mereka.

Indonesia sebagai Negeri Muslim terbesar di Indonesia, berdasarkan proyeksi pertumbuhan penduduk Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Badan Pusat Statistik dan United Nation Population Found jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2018 mencapai 265 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 131,88 juta jiwa berjenis kelamin perempuan. Sedangkan jumlah usia sangat produktif (usia 15 - 49 tahun) mencapai 69, 4 juta dan usia produktif (usia 50 – 64 tahun)16,91 juta.(databoks.katadata.co.id)

Ini adalah potensi yang bisa digarap oleh para Muslimah, tidak ada kata menyerah, banyak cara bisa kita lakukan agar kaki bisa terus melangkah. Reuni 212 yang bisa menghadir jutaan masa bukan hal yang tiba-tiba, melainkan karena usaha bersama dari umat Islam untuk terus melakukan amar ma’ruf nahi munkar, dakwah, konsolidasi dan berbagai upaya lain. Bahkan butuh puluhan tahun untuk membuat mereka berkumpul. Bukankah Allah berfirman “Sesungguhnya Allah tiada mengubah keadaan suatu kaum, kecuali jika mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (TQS Ar Ra’du 11)

Yang pasti kita tidak ingin, usaha umat Islam bisa bersatu dan bekumpul ini hanya berhenti sampai disini saja. Resolusi baru harus terus dibangun, kesadaran umat dan para Muslimah harus terus ditingkatkan. Kenapa Muslimah, karena ditangan Muslimahlah generasi-generasi tangguh itu dilahirkan dan dicetak. Untuk itulah para Muslimah harus terus melangkah menjadikan 212 kedepan bukan sekedar reuni belaka, berkumpul dan menyatu dalam hitungan jam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox