Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Senin, 31 Desember 2018

Bismillah... Pulpen, Secangkir Kopi Hitam, Melawan Hegemoni!



Abu Inas
(Pengasuh Tabayyun Center)

dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah (TQS al-Maidah [5]: 49)

Ketaatan kepada Allah itu tidak terbagi-bagi, melainkan harus utuh melaksanakan semua perintah-Nya sesuai konteksnya sejak diturunkan. Begitulah yang dilakukan oleh Rasul saw teladan kita. Beliau menerapkan hukum langsung saat turunnya hukum tersebut. Begitu pulalah yang dilakukan Khulafa’ ar-Rasyidun. Mereka menerapkan hukum-hukum ketika membebaskan suatu daerah tanpa dibagi-bagi atau bertahap.

Saudara-saudaraku, tolonglah Allah SWT dalam memberikan nushrah kepada para pejuang dakwah yang ingin membumikan syariah Islam secara kaffah. dengan izin Allah syariah Islam bisa diterapkan secara sempurna sesuai yang seharusnya dan menerapkan hukum-hukum Allah melalui UU yang diistinbath dari Islam dan tidak ada sedikit pun dari yang lain. Saatnya umat bersama para pejuang dakwah yang memiliki bobot yang tinggi dalam hal kesadaran politik, yang dengan pertolongan Allah, akan mampu menggagalkan makar-makar kaum kafir imperialis dan menyibukkan mereka tentang diri mereka sendiri sampai pembebasan yang nyata.

Hari ini kita saksikan umat Islam dibantai dan diteror oleh rezim diktator di berbagai negara. Apakah para penguasa muslim itu melihat kaum muslim memang harus diluluhlantakkan? Sementara darah-darah orang tak bersalah berhak ditumpahkan. Mereka pun tidak menggerakkan tentaranya untuk membantu umat Islam yang ditindas seperti di Uighur dan Rohingnya; tidak juga melepaskan satu roket pun dari peluncurnya. Bahkan, lebih dari itu, justru mereka menghalang-halangi relawan untuk membantu saudaranya di Gaza… Ironisnya, mereka justru bergegas dan berlomba-lomba untuk mengeluarkan sebuah resolusi yang menghalangi umat Islam dari akses senjata dan faktor-faktor yang bisa menopang kekuatannya…Semoga mereka dilaknat oleh Allah.

Siapa saja yang ingin menghancurkan entitas penjajah dan mengembalikan wilayah-wilayah terjajah secara utuh ke pangkuan negeri Islam, maka dia harus berjuang untuk mewujudkan seorang penguasa yang ikhlas, negara yang benar. Sebab, seorang imam (khalifah/pemimpin) itu bagaikan perisai; orang-orang akan berperang di belakangnya, dan kepadanya mereka berlindung, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi saw. Pada saat itulah, negara-negara penjajah itu tidak akan pernah lagi ada, bahkan negara-negara kafir penjajah yang jauh lebih kuat dan digdaya ketimbang entitas Yahudi pun akan dihinadinakan.

Jangan Anda menyenangkan Amerika dan Barat dengan memalingkan muka dari penerapan syariah Islam, karena takut memprovokasi Amerika dan barat, takut membuat mereka marah. Sebaliknya biarlah mereka mati dengan kemarahannya. Sesungguhnya menyenangkan manusia dengan kemurkaan Allah mengakibatkan kehinaan dan kerendahan. Rasulullah saw bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Ibn al-Ja’du dalam Musnadnya dari Aisyah ra:

Siapa yang menyenangkan manusia dengan kemurkaan Alalh, maka Allah wakilkan dia kepada manusia. Sebaliknya siapa yang membuat marah manusia dengan keridhaan Allah, maka Allah mencukupkannya dari manusia.
di depan kita tidak ada jalan ketiga. Jika Anda berjanji untuk menolong Allah, dan bersumpah di hadapan-Nya untuk tetap teguh di atas kebenaran yang agung, maka Anda akan bahagia di dunia dan akhirat. Negara-negara imperialis kafir akan kalah dan antek-antek pengkhianat akan terkubur.

Darah suci yang ditumpahkan dan pengorbanan agung yang dicurahkan akan menyebut Anda dengan kebaikan… Adapun jika Anda tidak melakukannya dan Anda terima boneka imperialis AS/Inggris/Cina, pemerintahan akan melanjutkan negara republik sekuler sipil liberal, maka darah-darah Anda akan mengadukan Anda kepada Penciptanya dan Anda akan menjadi:

seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali (TQS an-Nahl [16]: 92)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox