Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Selasa, 13 November 2018

Tak Terbendung


Oleh : Hadi Sasongko
Political Grassroots (POROS)
Suara kritis kepada penguasa hari ini menjadi mahal. Upaya pelarangan HTI merupakan indikasi kuat dan meyakinkan, bahwa Demokrasi hanyalah sebuah ide palsu. Para aktivis pro liberal selalu bergumam bahwa Demokrasi itu esensinya adalah dialog mencapai kesepakatan berdasarkan kehendak mayoritas. Mereka pun mengatakan bahwa negara-negara Barat dan Timur yang Demokratis selalu berpikiran terbuka dan menerima dialog, namun faktanya tidak demikian. Dengan pongahnya berbagai kegiatan HT dilarang, dengan alasan kegiatan tersebut menyebarkan kebencian di tengah masyarakat. Kebencian yang dimaksud padahal adalah sikap kritis kaum Muslim dan Hizbut Tahrir (HT) di berbagai negeri.

Dengan adanya berbagai pemberangusan suara Islam, kita semakin paham bahwa Demokrasi adalah ide palsu yang penuh manipulasi, dan penuh dengan kemunafikan. Jika negara Barat selalu ingin di dengar pendapatnya, namun ketika umat Islam di negeri Barat yang menjadi minoritas, malah dibungkam agar tidak kritis terhadap kebijakan keliru pemerintahan mereka (Barat).

Barat juga menyebarkan ide-ide kontra system politik Islam. Cara ini diterapkan pada negeri-negeri dengan kualitas Islam yang baik, seperti di Turki, Mesir atau Arab Saudi. Ide-ide kontra Khilafah meliputi spektrum yang cukup luas, diawali dari mengadopsi perundangan Barat, memisahkan sistem peradilan menjadi peradilan sipil dan peradilan agama, hingga isu pluralisme agama (mengakui kebenaran universal semua agama); liberalisme (mengakui kebebasan mutlak manusia yang hanya dibatasi oleh kebebasan orang lain), sekularisme (memisahkan negara dari persoalan agama), hingga menjadikan persoalan umat Islam di suatu negeri sebagai persoalan nasional masing-masing.

Ide-ide ini disebarkan baik melalui jalur tutur (lisan), media massa, jalur budaya (sastra, seni pertunjukan, film) hingga kurikulum pendidikan. Pendidikan bahasa dan pendidikan sejarah adalah hal-hal pertama yang direformasi oleh Mustafa Kemal Attaturk di Turki. Kosakata Arab dicoba dihapus dari bahasa Turki. Pengaruh Islam dalam sejarah keemasan Turki dicoba digantikan dengan dogma bahwa sejarah gemilang Turki adalah akibat kehebatan bangsa Turki sendiri.

Saat ini, isu perubahan kurikulum pendidikan, terutama untuk pendidikan Islam klasik (pesantren) juga didorong oleh Amerika Serikat di Indonesia maupun Timur Tengah. Yang paling sering disorot adalah tentang status non-Muslim, status perempuan, hukum jihad dan hukum-hukum yang memerlukan otoritas negara.

Barat secara agresif menggencarkan infiltrasi pemikiran dan penyibukan tidak berhasil, maka mulai ada langkah-langkah aktif, dimulai dengan stigmatisasi (pelabelan minor) pada tokoh-tokoh yang vokal menyampaikan ide-ide syariah dan Khilafah. Para aktivits ini distigma terkait gerakan terorisme, atau pada masyarakat yang sudah mencurigai jargon terorisme, mereka difitnah terlibat korupsi ataupun kriminalitas lain. Tentu hasilnya adalah pencekalan hingga pelarangan sebuah gerakan pro penerapan sistem Islam.

Meski ada berbagai batu sandungan itu, tegak kembalinya Khilafah sepertinya tak terbendung lagi. Tanda-tandanya semakin jelas:

1) Krisis Kapitalisme. Masyarakat Barat kini makin lemah. Mereka diambang kehancuran baik oleh mesin ekonomi kapitalis yang menghamba pada perjudian (via pasar modal) yang terbukti semakin sering memunculkan krisis tak terkendali, dan mesin keluarga liberal yang membuat semakin banyak keluarga tak punya orientasi, masyarakat yang semakin tua dan rapuh.

2) Meningkatnya respon Barat terhadap ide Khilafah. Padahal semestinya, kalau ide Khilafah itu utopia, ya didiamkan saja, nanti akan surut sendiri. Namun, ini tidak. Khilafah semakin sering direspon, meski masih dengan gaya stigmatisasi dan sudah terlalu banyak kejanggalan di dalamnya.

3) Umat Islam sendiri makin tidak percaya dan tidak puas terhadap sistem Kapitalisme. Umat jelas ingin alternatif yang tak cuma ganti orang, tetapi juga ganti sistem yang lebih adil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox