Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Senin, 29 Oktober 2018

Terima Kasih Kepada Para Ulama dan Aktivis, Islam Lebih Kuat dari Para Penguasa Jahat dan Akan Mengalahkan Kedholimannya


Lalang Darma Bakti
(Pegiat Literasi)
Terima kasih kuucapkan kepada para ulama dan aktivis, para pengemban bendera Islam atas keikhlasan dan keberanian Anda, di mana Anda semua telah mencatatnya di atas lembaran-lembaran sejarah hidup, yang akan membuat kalian bangga di hari kiamat nanti, yaitu pada suatu hari di mana harta sudah tidak berguna lagi kecuali orang-orang datang kepada Allah dengan hati yang jujur, tulus dan ikhlas.

Kami melihat ada upaya-upaya pembusukan sangat serius untuk mengkaitkan antara gerakan-gerakan Islam dan para ulama yang kritis dengan terorisme dan makar. Ini bukanlah upaya yang berhasil meskipun upaya ini terus dilakukan; upaya-upaya baru dilakukan untuk melemahkan gerakan-gerakandan tokoh-tokoh tersebut, yang telah bersumpah untuk berusaha menyelamatklan negeri yang berjalan pada metode Kenabian; yang dianggap oleh syariah sebagai satu-satunya cara untuk menerapkan Islam dalam kehidupan dan satu-satunya solusi atas berbagai penderitaan umat Islam.

Upaya-upaya rekayasa beberapa media ditujukan untuk memfitnah gerakan untuk menerapkan syariah dalam benak kaum Muslim untuk menghindarinya dan mencari pembenaran untuk mendiskreditkannya dan gagasan solusi Islam yang diembannya. Semua upaya untuk mencemarkan nama baik dan memutarbalikkan gagasan “Syariah Islam adalah solusi” akan gagal sebagaimana yang terjadi sebelumnya, dan kelicikan para pengkhianat itu akan kembali ke tenggorokan mereka.

Negeri-negeri muslim yang dipimpin oleh para diktator ini tidak akan bisa memadamkan cahaya Allah di tangan mereka para aktivis yang mukhlis, beriman dan teguh di atas kebenaran, serta tidak ada yang bisa membahayakan dan merendahkan mereka, di antara para pengkhianat dari kalangan bangsa Arab atau non-Arab, justru hal itu semakin menambah mereka berpegang teguh terhadap agamanya.

Semua tahu bahwa Negara-negara seperti AS, Inggris dan Perancis adalah negara yang mengadopsi kebijakan anti-Islam sesuai dengan undang-undang Republik, serta membatasi ruang kaum Muslim dan terus mematainya. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan yang ditempuh oleh Negara-negara tersebut sesuai dengan undang-undang Republik adalah gagal sehingga menciptakan reaksi di kalangan kaum Muslim, di mana mereka lebih berpegang teguh terhadap Islam, dan mereka mulai menentang kebijakan ini tanpa rasa takut, dan kepercayaan mereka pada Perancis dan undang-undangnya telah rontok, apalagi mereka menolak sekulerisme dan demokrasinya. Inilah yang menempatkan para pemikir dan politisi mereka dalam kesulitan, sehingga penguasa mereka, mulai mencari solusi lain yang akan memperlunak suasana permusuhan terhadap Islam dan kaum Muslim.

Para aktivis Islam telah mengalami tindakan keji dari para tiran, meski mereka tidak memiliki sesuatu kecuali keimanan di dalam dada mereka. Mereka menolak untuk meninggalkan agamanya dalam bentuk apapun dengan imbalan kekayaan dunia yang fana dan sementara, justru mereka rela mengorbankan sesuatu yang paling mahal dan berharga demi menjalankan misi dakwah kepada agama Allah SWT.

Akan tetapi Islam lebih kuat dari para penguasa jahat dan akan mengalahkan kedholimannya. Sehingga tidak peduli bagaimana mereka berusaha untuk memalingkan kaum Muslim dari Islam, dan berusaha untuk menipu mereka dengan hukum-hukum palsu buatan manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox