Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Kamis, 18 Oktober 2018

Taat Hanya Pada Allah dan Rosulullah, Bukan Kepada Kaum Neolib, Freemason dan Zionis!


M. Amin
 (Dir. ForPure)

Sahl bin Abdullah berkata, “Hendaknya kalian berpegang teguh kepada atsar dan sunnah, karena aku takut bahwa akan datang sebuah masa ketika seseorang menyebutkan nama Nabi Muhammad dan mengikuti ajaran beliau di setiap waktu, maka orang-orang mencelanya, menghindarinya, dan berlepas diri darinya, serta menghinakan dan merendahkannya.”

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengomentari pernyataan Sahl dengan mengatakan, “Semoga Allah meramati Sahl, betapa tepat firasatnya itu. Bahkan keadaan sekarang lebih dahsyat dari itu. Kini manusia yang bertauhid, mengikuti ajaran Islam yang benar, memurnikan ibadah hanya kepada Allah, meninggalkan peribadatan kepada selain-Nya, dan taat kepada perintah Rasulullah justru malah dikafirkan.”

Imam Ahmad berkata, “Aku membaca Al-Qur’an, maka aku mendapatkan anjuran taat kepada Rasulullah dalam 33 tempat di dalam Al-Qur’an.” Dengan demikian, tidak halal bagi seseorang untuk menyelisihi ayat-ayat tersebut. Ini mengingat, menentang ayat-ayat itu merupakan sebuah kesesatan dan penentangan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Di dalam surat An-Nisa’ Allah bersumpah bahwa manusia tidaklah dikatakan beriman sehingga mereka mau berhukum dengan regulasi yang ditetapkan Rasulullah, baik dalam persoalan kecil maupun besar. Allah berfirman, “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya” (An-Nisa’ 65).

Ditambah lagi, Allah tidak pernah mewajibkan umat Islam untuk menaati individu secara definitif, kecuali hanya kepada Rasulullah saja. Allah menyatakan, “Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.” (Ali ‘Imran: 132)

Di ayat tersebut Allah memerintahkan para hamba-Nya agar menaati-Nya dan Rasul-Nya. Perintah tersebut mengindikasikan sebuah kewajiban. Dan masih banyak lagi ayat lainnya yang menekankan hal senada. Bahkan Allah menyatakan bahwa menyelisihi perintah-Nya sebagai sebuah kemaksiatan.

    ...Allah memerintahkan para hamba-Nya agar menaati-Nya dan Rasul-Nya. Perintah tersebut mengindikasikan sebuah kewajiban...

Dia berfirman, “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (An-Nur: 63).

Ayat tersebut mengafirmasi bahwa cobaan (al-fitnah) dan azab pedih akan datang disebabkan menyelisihi perintah Rasul. Imam Ahmad mengatakan, “Tahukah engkau apa itu al-fitnah? Al-fitnah adalah kesyirikan.”

Selain itu, Allah juga mengaitkan kebahagiaan dan kemenangan dengan ketaatan kepada-Nya dan kepada Rasulullah. Allah menegaskan, “Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Al-Ahzab: 71)

Tak hanya itu, Rasulullah sendiri menegaskan bahwa siapa saja yang menjauh dari sunnah beliau, maka dia bukan bagian dari umatnya. Anas bin Malik menyebutkan bahwa beliau bersabda, “Barangsiapa yang enggan terhadap sunnahku, maka dia bukan bagian dari (umat)ku.”

Terhadap urusan Palestina, Kita harus waspada. Jangan sampai para penguasa itu berhasil mengelabui kita sehingga kita merasa puas hanya dengan izin yang mereka berikan kepada Anda untuk melakukan longmarch, pawai, demonstrasi atau pengamanan yang mereka berikan. Semuanya itu sekali-kali tidak akan bisa menghalangi kebenaran sedikit pun. Sementara penguasa itu  tidak mau mengerahkan pasukan untuk memerangi sumber masalah, yaitu bercokolnya penjajah Israel dari bumi Syam.

Bagaimana mungkin pembunuhan oleh kaum zionis dilakukan terang-terangan  terhadap saudara-saudara Anda, sementara penguasa itu tetap berdiam diri. Apakah para penguasa yang telah menjual agamanya dengan dunia, bahkan dengan dunia pihak lain itukah yang menghalangi penguasa-penguasa itu untuk menolong dan membela saudara-saudara Anda?

Penguasa muslim itu punya militer yang kuat. Mereka hendaknya meraih kemuliaan dunia dan akhirat, pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat, atau surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang telah disiapkan bagi orang-orang yang bertakwa:

Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kalian terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang Mukmin (QS at-Taubah [9]: 14).

Begitulah caranya menolong warga Palestina yang dianiaya. Begitulah seharusnya respon terhadap Pembantaian demi pembantaian di Palestina. Begitulah seharusnya menghancurkan blokade dari mereka. Begitulah Allah melegakan hati orang-orang Mukmin:

Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah Allah) (QS al-Anbiya’ [21]: 106).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox