Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Selasa, 09 Oktober 2018

SISTEM BRETTON WOODS, IMF, DAN JEBAKAN KAPITALISME



Oleh : Muhammad Alauddin Azzam (Pegiat Literasi)


Tiba-tiba ingatan kita kembali ke masa lalu. Pada hari ketika dicetuskannya kedunguan akibat munculnya ide liberalisme yang melahirkan kapitalisme di atas kehancuran merkantilisme. Lalu, Amerika dan Inggris menyelenggarakan konferensi di Bretton Woods pada 1 Juli–22 Juli 1944 di sebuah kampung kecil bernama Bretton Woods, New Hampshire, Amerika Serikat, di dekat  White Mountain National Forrest.

Di kampung ini lah, di Hotel Mount Washington diselenggarakan sebuah konferensi yang dihadiri oleh 730 delegasi dari 44 negara. Konferensi ini menghasilkan kesepakatan tentang aturan, institusi, dan prosedur sistem moneter internasional. Dari sini, kita juga menyaksikan bagaimana Bank Dunia dan IMF dilahirkan dari rahimnya.

Sistem Bretton Woods, Bank Dunia, IMF, lahir bersamaan. Termasuk juga World Trade Organization (WTO) yang berkiprah dalam lembaga perdagangan internasional. Semuanya telah lahir dan bergerak. Menjarah kehidupan kita menjadi duka dan derita.

IMF, salah satu produk Sistem Bretton Woods yang dikenal sebagai penuntas krisis ini pernah memberikan kekecewaan kepada kita. Ingat kah kapan penandanganan LoI (Letter of Intent) oleh Presiden Soeharto ? Ingat kah dampak yang begitu besar dari LoI terhadap BUMN, migas, dan SDA-SDA milik kita ? Ingat kah interdepedensi kita terhadap dollar dan amerika kemudian ? Ingat kah ?!

Tidak hanya kita yang telah terjebak dalam interdepensi, namun kita juga telah meninggalkan emas (gold) sebagai mata uang. Lalu, berkiblat pada dollar, IMF, dan kebijakan-kebijakannya. Kapitalisme mulai merenggut martabat dan kehormatan kita.

Kita mengalami penderitaan akibat jebakan kapitalisme. Terjelembab dalam pusaran kebebasan-kebebasan (hurriyat). Termasuk hurriyah dalam menggunakan dolar sebagai kiblat mata uang. Liberalisme mata uang yang kita telan dengan perlahan dan dipaksakan.

Perkataan-perkataan makhluk (Kalamul-makhluqaat) yang akhirnya kita tunduk dan ikuti. Terhipnotis kepada qaul Adam Smith dan Wealth of Nation-Nya. Kita tergila-gila kepada fiat money currency, bulan gold currency. Terbuai dalam teori-teori manusia pengusung kapitalisme.

Kita mengerahkan penyembahan kepada Allah SWT, kembali (raj'an) kepada penyembahan kepada hamba yakni makhluk, manusia (ilaa 'ibaadatil 'ibaad). Menggadaikan 'muadalah iqtishadiyyah, keadilan ekonomi kita kepada tolok ukur kebodohan dan serampangan. Kemana kah larinya lagu-lagu indah kepada rakyat berupa kepedulian, kebersamaan, dan keberpihakan ?


08/10/18

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox