Pojok-aktivis

Dari Gelap Menuju Terang

Senin, 29 Oktober 2018

Pak Wir, Apakah Revolusi Mental yang Anda Maksud Untuk Menciptakan Atmosfer Ketakutan Untuk Menyerang Gagasan-Gagasan Politik Islam?


Endah Sulistiowati
(Dir. Muslimah Voice)



 "Sudah ada hasilnya gerakan revolusi mental itu, meski belum sempurna. Terus diupayakan dengan sebaik mungkin. Upaya yang sudah kami lakukan adalah melawan terorisme dan radikalisme," kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam), Wiranto yang mengatakan program revolusi mental telah membuahkan hasil. Salah satunya, mampu menekan tumbuhnya radikalisme dan terorisme di Indonesia sebagaimana dikutip di republika.co.id (27/10/18).

Sementara kata Prof Dr Zainuddin Maliki menilai, Revolusi Mental yang digembar-gemborkan adalah bahaya laten komunis yang harus dicegah.
"Revolusi Mental itu mirip gerakan kiri (komunis) yang diwujudkan dengan membagi bangunan masyarakat menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok atas dan kelompok bawah," (https://www.merdeka.com/politik/revolusi-mental-ala-jokowi-disebut-mirip-gerakan-kiri.html)

Sementara menurut pengamat politik internasional, Umar Syarifudin berpendapat banyak inkonsistensi dalam narasi 'War on Terror' dan ‘War on Radicalism’ serta manipulasi atmosfer ketakutan yang diciptakan untuk menyerang gagasan-gagasan politik Islam yang telah mendapat banyak dukungan luas di dunia Muslim. Slogan-slogan ini digunakan untuk melanjutkan penganiayaan terhadap umat Islam. Sementara slogan radikalisme menjadi selimut palsu yang digunakan secara langsung untuk menargetkan setiap Muslim dimanapun dia berada selama dia menyerukan upaya membangun kepribadian Islam secara individu atau sebagai masyarakat Islam sebagai cara hidup yang sempurna.

Mereka membuat terorisme dan radikalisme identik dengan siapa saja pihak yang berusaha menghalangi Amerika dalam menghidupkan kembali tata dunia kapitalistik. Ideologi Islam sebagai pengganti kapitalisme yang rusak adalah sasarannya.  Ini bukan hal baru, karena berbagai fitnah lainnya secara historis telah digunakan. Upaya ambisius yang destruktif dilakukan rezim kapitalis untuk ‘mereformasi Islam’. Aneka undang-undang, gaya politik atau kebijakan melawan radikalisme dan terorisme membuahkan masalah. Muncul berbagai ketidakadilan terhadap umat Islam di seluruh dunia pada umumnya. Sangat menyedihkan melihat apa yang dihadapi umat Islam di Suriah, Palestina, Afghanistan, Uzbekistan, Yordania, Irak, Myanmar, Yaman, dll. Semua mengalami masa-masa sulit di bawah slogan 'kampanye melawan radikalisme' yang dipelopori AS di seluruh dunia.

Banyak ulama dan aktivis yang menentang kesalahpahaman tentang radikalisasi, 'ekstremisme' dan kekerasan politik, dengan cara menjelaskan ajaran-ajaran politik Islam dan memetakan jalan ke depan untuk masa depan. Buah dari dakwah adalah kondisi dimana kaum muslimin saat ini terbangun dari sikap diamnya, menantang usaha untuk pendiskreditan Islam dan pemeluknya. Mereka mulai memahami kewajiban pembentukan sistem politik Islam yang independen di dunia Muslim, dengan istilah khilafah.

Masifnya promosi  fear label (label ketakutan) seperti radikalisme dan derivatnya kepada umat, menyebabkan mereka takut mempelajari Islam secara menyeluruh. Virus islamophobia pun semakin menenggelamkan kaum muslim dalam kubangan sekularisme. Disatu sisi umat tetap mengakui Islam sebagai agamanya, namun dalam aspek lain mereka enggan menerapkannya  secara menyeluruh (Kaffah). Padahal memeluk dan mengamalkan Islam secara kaffah adalah perintah Allah yang wajib dilaksanakan oleh setiap mukmin, siapapun dia, apapun profesinya, dizaman apapun dia hidup, baik pribadi maupun masyarakat, semua termasuk dalam perintah ini.

Namun, melihat kondisi kaum muslim saat ini, menerapkan islam secara kaffah menjadi sesuatu yang sulit. Terlebih ketika berhadapan dengan realita umat yang ‘sakit’ akibat Islamophobia. Maka, umat butuh ‘resep’ untuk menghilangkannya. Seperti seruan-seruan dakwah harus selalu dimasifkan untuk memahamkan umat, agar mereka bisa memfilter berbagai macam informasi yang merupakan propaganda untuk menyerang Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox